Ada satu tempat makan sate padang yang cukup terkenal di kota Medan. Sebenarnya di Medan ada banyak tempat makan sate padang yang enak dan terkenal. Tapi sebagian harganya cukup mahal. Blog ini hanya akan menampilkan tempat-tempat makan dengan harga yang relative murah dan terjangkau. Salah satunya adalah Sate Padang Afrizal Amir…….
Medan adalah surga kuliner di Sumatera. Tidak dapat dipungkiri, Medan memiliki banyak lokasi nongkrong dan tempat makan yang enak-enak dengan berbagai macam aneka makanan. Salah satunya sate padang yang terletak di Jl. Brigjend. Katamso no. 150. Dikenal dengan Sate Padang Afrizal Amir dengan pilihan sate yang cukup beragam. Ada sate daging lembu, sate usus lembu, sate babat, sate ayam, sate lidah, sate pangkal lidah juga sate jantung sapi. Disini juga tersedia aneka juice antara lain; juice alpokat, juice jeruk, juice mentimun, juice mangga, juice tomat, juice sirsak dan lainnya. Juga tersedia aneka minuman seperti; es the manis (orang Medan menyebutnya Es The Manis), susu dingin juga susu panas, kopi susu dan lainnya. Sebagai tambahan makan sate padang tersedia kerupuk kulit sapid dan keripik singkong pedas yang akan menambah kenikmatan makan sate padang Afrizal Amir ini.
Seperti tulisan saya lainnya. Dimana tempat-tempat makan yang saya pilih untuk diangkat pada blog Selera Emperan ini adalah yang murah dan terjangkau. Sate padang Afrizal Amir ini pun cukup murah. Satu porsinya seharga Rp. 12.000 (dua belas ribu rupiah). Satu porsi berisi 8 (delapan) tusuk sate. Terserah Anda mau pilih sate apa, tergantung selera. Bisa dicampur dalam satu porsi beberapa macam sate. Bumbu ate padangnya juga tidak terlalu pedas. Begitu juga harga juice disini. Harga pergelas hanya Rp. 6.000. Kecuali minumannya yang harganya bervariasi antara Rp. 3.000 sampai Rp. 6.000.
Lokasi Sate Padang Afrizal Amir ini berada agak sedikit keluar dari pusat kota Medan. Dan berlokasi ditempat dengan lalu lintas yang padat dan semrawut. Anda tahulah Medan, dimana-mana memang semrawut. Berada di Jalan. Brigjend. Katamso No. 150, Kel. Kamoung Baru, Medan. Berada tepat disamping toko roti Iseya atau 3 ruko dari Bank SUMUT Brigjend. Katamso. Dan satu tempat lagi 10 meter dari lokasi pertama. Jadi bila satu tempat penuh dengan pelanggan, bisa pilih lokasi yang satunya. Tempat makan ini buka dari jam 12.00 hingga 23.00 wib. Cukup lama jam operasionalnya.
Lokasinya tidak terlalu jauh dari beberapa hotel yang ada di Medan. Misal untuk hotel yang berlokasi dipusat kota seperi Hotel JW. Merriot, Hotel Aston atau Hotel Arya Duta. Sebaiknya Anda naik becak mesin saja jadi bisa ditempuh sekitar 20 menit saja. Ongkosnya sekitar Rp. 25.000. Sedangkan untuk hotel-hotel yang berada di jalan Sisingamangaraja seperti Hotel Garuda, Hotel Antares atau hotel lain dengan becak mesin hanya sekitar 15 menit saja. Ongkosnya sekitar Rp. 15.000. Silahkan nego dengan si Abang Becak. Kalo dengan taxi agak repot, selain macet negonya juga agak sulit bila menggunakan taxi. Dan sepertinya taxi nggak akan mau, karena relative dekat.
Jadi bila Anda ingin mencoba tempat makan sate padang yang lain. Silahkan mencoba sate padang Afrizal Amir ini. Tidak akan kecewa. Selain harganya relative murah rasanya juga nggak kalah. Pasti….
Tampilkan postingan dengan label Medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 18 September 2010
Senin, 14 Desember 2009
Kedai Belut Mas Ben & Mbak Serly, Medan.
Hari ini saya berada di kota Medan. Dan sebelum berangkat pun saya sudah berencana untuk kembali mencicipi masakan khas yang satu ini. BELUT. Ya di Medan ada satu tempat makan yang menu utamanya adalah belut. Namanya Kedai Belut Mas Ben & Mbak Serly……..
Alamatnya tertera di daftar menu adalah: Jl. Pringgan, Gang Belut No. 56, Helvetia, Medan. Dan teleponnya adalah: 061-8444232. ADa baiknya bila Anda hendak kesini coba untuk menghubungi via telepon. Khawatirnya menu makanannya sudah habis. Dari pada jauh-jauh datang tapi kehabisan.
Untuk mencapai Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly memang agak repot. Tapi bagi orang Medan atau yag tinggal di Medan, tentu mudah saja. Dari arah Gaperta menuju arah jalan Helvetia. Ujung Jalan Kapten Muslim Ujung, belok ke kiri. Sekitar 20 meter kemudian ada jalan kecil disebelah kanan jalan, dng dua pilar di depannya. Ikuti jalan kecil beraspal tersebut hingga ujung jalan, mentok lalu belok ke kiri. Gang pertama adalah gang Sentosa, lalu gang Sehat baru gang ketiga adalah gang Belut. Ini dia tempatnya.
Menu yang tersedia antara lain; Belut goreng, Belut sambal, Belut kencur, Belut tauco, Belut tumis, Belut cabe ijo dan lainnya. Tapi ada juga menu lain tanpa belut; tempe goreng, tempe tumis, tempe sambel, telur dadar atau telur mata sapi juga nasi & mie goreng. Jadi untuk teman yang kebetulan ikut dan baru mau mencoba sajian belut ada pilihan lainnya di sini.
Saya dan teman mencoba 2 menu disini. Belut goreng & Belut tauco. Tidak perlu menunggu terlalu lama, hanya sekitar 10 menit kemudian, pesanan kami datang. Dan…….walla…..belut goreng lembut dng taburan bumbu goreng yang harum dan aroma kelezatan yang mantap. Dan di sajikan dng ditemani sambal cabe rawit ditambah sedikit kecap manis dalam pirig kecil…. Makin mantap.
Untuk Belut tauconya…..wah…lezat sekali. Disajikan pasan-panas dng bumbu tauco yang sangat gurih dan agak kental, ada banyak irisan cabe hijau dan santan yang pekat dan juga irisan tomat merah. Dan dagingnya beliutnya lembut sekali. Dan yang menambah kelezatan semua makanan ini adalah harganya. Ya…. Harga perporsi menu Belut di Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly ini hanya Rp.10.000. Luar biasa bukan, hanya sepuluh ribu. Enak rasanya dan murah harganya. Mantap bukan…..
Jadi bila saat ini Anda sedang berada di kota Medan, atau Anda berencana ke Medan. Dan Anda suka wisata kuliner atau Anda suka masakan Belut. Saying sekali bila Anda tidak mencoba hidangan Belut dari Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly. Oh ya….Kedai Belut ini tutup setiap hari Jum’at dan hari libur. Sewaktu kesini, pengunjung cukup ramai. ya....maklum masih jam makan siang. Untuk itu jika Anda hendak jangan hendak makan disini dan akan datang lewat pukul 14.00, sebaiknya Anda memesan terlebih dahulu. Atau sudah tidak ada makanan yang tersisa untuk Anda di Kedai Mas Ben & mBak Serly…..habis disantap pengunjung yang selalu ramai... hampir setiap hari.
Alamatnya tertera di daftar menu adalah: Jl. Pringgan, Gang Belut No. 56, Helvetia, Medan. Dan teleponnya adalah: 061-8444232. ADa baiknya bila Anda hendak kesini coba untuk menghubungi via telepon. Khawatirnya menu makanannya sudah habis. Dari pada jauh-jauh datang tapi kehabisan.
Untuk mencapai Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly memang agak repot. Tapi bagi orang Medan atau yag tinggal di Medan, tentu mudah saja. Dari arah Gaperta menuju arah jalan Helvetia. Ujung Jalan Kapten Muslim Ujung, belok ke kiri. Sekitar 20 meter kemudian ada jalan kecil disebelah kanan jalan, dng dua pilar di depannya. Ikuti jalan kecil beraspal tersebut hingga ujung jalan, mentok lalu belok ke kiri. Gang pertama adalah gang Sentosa, lalu gang Sehat baru gang ketiga adalah gang Belut. Ini dia tempatnya.
Menu yang tersedia antara lain; Belut goreng, Belut sambal, Belut kencur, Belut tauco, Belut tumis, Belut cabe ijo dan lainnya. Tapi ada juga menu lain tanpa belut; tempe goreng, tempe tumis, tempe sambel, telur dadar atau telur mata sapi juga nasi & mie goreng. Jadi untuk teman yang kebetulan ikut dan baru mau mencoba sajian belut ada pilihan lainnya di sini.
Saya dan teman mencoba 2 menu disini. Belut goreng & Belut tauco. Tidak perlu menunggu terlalu lama, hanya sekitar 10 menit kemudian, pesanan kami datang. Dan…….walla…..belut goreng lembut dng taburan bumbu goreng yang harum dan aroma kelezatan yang mantap. Dan di sajikan dng ditemani sambal cabe rawit ditambah sedikit kecap manis dalam pirig kecil…. Makin mantap.
Untuk Belut tauconya…..wah…lezat sekali. Disajikan pasan-panas dng bumbu tauco yang sangat gurih dan agak kental, ada banyak irisan cabe hijau dan santan yang pekat dan juga irisan tomat merah. Dan dagingnya beliutnya lembut sekali. Dan yang menambah kelezatan semua makanan ini adalah harganya. Ya…. Harga perporsi menu Belut di Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly ini hanya Rp.10.000. Luar biasa bukan, hanya sepuluh ribu. Enak rasanya dan murah harganya. Mantap bukan…..
Jadi bila saat ini Anda sedang berada di kota Medan, atau Anda berencana ke Medan. Dan Anda suka wisata kuliner atau Anda suka masakan Belut. Saying sekali bila Anda tidak mencoba hidangan Belut dari Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly. Oh ya….Kedai Belut ini tutup setiap hari Jum’at dan hari libur. Sewaktu kesini, pengunjung cukup ramai. ya....maklum masih jam makan siang. Untuk itu jika Anda hendak jangan hendak makan disini dan akan datang lewat pukul 14.00, sebaiknya Anda memesan terlebih dahulu. Atau sudah tidak ada makanan yang tersisa untuk Anda di Kedai Mas Ben & mBak Serly…..habis disantap pengunjung yang selalu ramai... hampir setiap hari.
Sabtu, 27 Juni 2009
Baso Amat jalan Juanda, Medan
Ada satu lagi tempat makan baso yang unik. Unik disini maksudnya nggak seperti hidangan baso pada umumnya seperti di pulau Jawa. Karena Baso ini khan dianggap sebagai masakan khas dari Jawa. Soalnya yang jualan baso biasanya orang Jawa. Nggak jauh beda sih dengan Baso Methodist. Dimana baso dihidangkan dengan campuran potongan daging yang lumayan banyak. Tapi yang ini memang ditambah dengan potongan daging juga, tapi yang ini berbeda. Namanya dikenal dengan Baso Amat jalan Juanda….
Baso Amat jalan Juanda sudah sangat terkenal di kota Medan, Sumatera Utara. Bahkan sejak pertama kali ke Medan, saya diajak makan Baso Amat ini oleh teman-teman saya yang asli orang Medan. Dan memang tempat makan ini selalu ramai dikunjungi pelanggan maupun masyarakat Medan.
Terletak dijalan Ir. H. Juanda No. 112. Persis sebelum jembatan disebelah kiri jalan. Jadi kalo dari Bandara Polonia menuju pusat kota Medan, Anda akan menemui ada traffic light dengan gapura selamat datang, teruas ada runnig textnya. Nah dihadapan Anda itulah jalan Jl. Ir. H. Juanda. Anda berbelok ke kiri. Lurus terus nanti Anda akan menjumpai ada tugu atau patung melingkar (saya lupa itu patung apa). Nah kurang lebih 10 meter dari patung itulah Warung Baso Amat. Disebelah kiri jalan.
Seperti yang saya sampaikan Baso Amat jalan Juanda ini agak mirip dengan Baso Methodist. Baso dengan campuran potongan daging. Tapi kalo di Baso Methodist basonya kayaknya nggak serius, kecil-kecil (silahkan lihat postingan Baso Methodist). Di Baso Amat jalan Juanda ini basonya lumayan, ukurannya standar, seukuran baso pada umumnya. Dan rasanya juga rasa baso, nggak seperti rasa sop. Rasanya pas, mantap dan enak. Kuahnya juga seperti baso pada umumnya, agak bening, dan meski dicampur dengan potongan daging tapi kuahnya tidak berminyak (lemak). Potongan dagingnya bisa Anda pilih, mau dagig saja, bisa juga diampur dengan tetelan, atau bisa juga tetelan saja tanpa daging. Bisa basonya saja, bisa pake mie kuning saja, bisa mi hun saja atau campuran mihun dan mie kuning. Enak banget….gurih dan lezat.
Tapi jika Anda ingin mencoba mengunjungi Baso Amat jalan Juanda, jangan datang hari Jum’at. Soalnya setiap hari Jum’at tempat makan ini tutup. Jadi pas deh utk tempat makan bersama keluarga pas lagi hari libur. Murah, meriah dan enak. Soalnya harga perporsi sekitra Rp. 12.000 kok. Nggak mahal khan..udah gitu sambil menunggu semangkok baso disajikan kita bisa menikmati sajian sate kerang, atau kerupuk, atau rempeyek kacang atau juga emping. Atau juga kacang. Silahkan, lumayan untuk ganjel.
Untuk yang sedang menginap di hotel Pardede, dan Anda ingin mengunjungi tempat ini. Bisa dengan angkot, tapi Anda harus menyeberang jalan kesisi lain. Bisa juga Anda menggunakan jasa BETOR (becak motor), tarifnya paling Rp. 10.000. Bilang aja, Baso Amat, kalo dia nggak tahu, berarti dia orang baru di Medan. Atau bagi Anda yang menginap di hotel Polonia juga mending pake BETOR, tarif paling Rp. 15.000.
Jadi kalo Anda ingin mencoba Baso dengan rasa yang berbeda. Atau baso dengan sajian yang berbeda, Anda bisa mengunjungi Baso Amat di jalan Juanda ini. Jamin deh Boss….nggak bakal nyesel. Ini Medan Bung, surga kuliner di Indonesia.
Baso Amat jalan Juanda sudah sangat terkenal di kota Medan, Sumatera Utara. Bahkan sejak pertama kali ke Medan, saya diajak makan Baso Amat ini oleh teman-teman saya yang asli orang Medan. Dan memang tempat makan ini selalu ramai dikunjungi pelanggan maupun masyarakat Medan.
Terletak dijalan Ir. H. Juanda No. 112. Persis sebelum jembatan disebelah kiri jalan. Jadi kalo dari Bandara Polonia menuju pusat kota Medan, Anda akan menemui ada traffic light dengan gapura selamat datang, teruas ada runnig textnya. Nah dihadapan Anda itulah jalan Jl. Ir. H. Juanda. Anda berbelok ke kiri. Lurus terus nanti Anda akan menjumpai ada tugu atau patung melingkar (saya lupa itu patung apa). Nah kurang lebih 10 meter dari patung itulah Warung Baso Amat. Disebelah kiri jalan.
Seperti yang saya sampaikan Baso Amat jalan Juanda ini agak mirip dengan Baso Methodist. Baso dengan campuran potongan daging. Tapi kalo di Baso Methodist basonya kayaknya nggak serius, kecil-kecil (silahkan lihat postingan Baso Methodist). Di Baso Amat jalan Juanda ini basonya lumayan, ukurannya standar, seukuran baso pada umumnya. Dan rasanya juga rasa baso, nggak seperti rasa sop. Rasanya pas, mantap dan enak. Kuahnya juga seperti baso pada umumnya, agak bening, dan meski dicampur dengan potongan daging tapi kuahnya tidak berminyak (lemak). Potongan dagingnya bisa Anda pilih, mau dagig saja, bisa juga diampur dengan tetelan, atau bisa juga tetelan saja tanpa daging. Bisa basonya saja, bisa pake mie kuning saja, bisa mi hun saja atau campuran mihun dan mie kuning. Enak banget….gurih dan lezat.
Tapi jika Anda ingin mencoba mengunjungi Baso Amat jalan Juanda, jangan datang hari Jum’at. Soalnya setiap hari Jum’at tempat makan ini tutup. Jadi pas deh utk tempat makan bersama keluarga pas lagi hari libur. Murah, meriah dan enak. Soalnya harga perporsi sekitra Rp. 12.000 kok. Nggak mahal khan..udah gitu sambil menunggu semangkok baso disajikan kita bisa menikmati sajian sate kerang, atau kerupuk, atau rempeyek kacang atau juga emping. Atau juga kacang. Silahkan, lumayan untuk ganjel.
Untuk yang sedang menginap di hotel Pardede, dan Anda ingin mengunjungi tempat ini. Bisa dengan angkot, tapi Anda harus menyeberang jalan kesisi lain. Bisa juga Anda menggunakan jasa BETOR (becak motor), tarifnya paling Rp. 10.000. Bilang aja, Baso Amat, kalo dia nggak tahu, berarti dia orang baru di Medan. Atau bagi Anda yang menginap di hotel Polonia juga mending pake BETOR, tarif paling Rp. 15.000.
Jadi kalo Anda ingin mencoba Baso dengan rasa yang berbeda. Atau baso dengan sajian yang berbeda, Anda bisa mengunjungi Baso Amat di jalan Juanda ini. Jamin deh Boss….nggak bakal nyesel. Ini Medan Bung, surga kuliner di Indonesia.
Selasa, 23 Juni 2009
Warung Hj. Misyem, Belawan, Sumatera Utara
Kota Belawan tentu sudah cukup dikenal. Karena ini adalah salah satu pelabuhan laut terbesar di Indonesia. Dan jaraknya juga hanya -/+ 23 km dari kota Medan. Bagi Anda yang kebetulan ada keperluan atau berkunjung ke kota Belawan, Anda saya sarankan untuk mencoba rumah makan yang satu ini. Rumah makan ini cukup terkenal. Tapi bukan hanya terkenal karena ikan bakarnya saja, tapi juga karena pecalnya. Nama tempat makan tersebut Warung Hj. Misyem….
Warung Hj. Misyem terletak di jalan Indra Pura Ujung, dermaga KPLP Belawan. Tempatnya merupakan bagian dari KPLP Belawan. Terletak ditepian laut Belawan. Dimana terlihat ada beberapa kapal, baik kapal kecil seperti kapal patroli cepat dan ada juga kapal-kapal yang cukup besar seperti kapal pengangkut konteiner. Pas kalo lagi ngajak keluarga, anak-anak pasti akan senang sekali makan sambil melihat-lihat ada banyak kapal didekatnya.
Soal menu, warung Hj. Misyem terkenal dengan ikan bakarnya. Ada ikan Bawal, ikan Aji-aji, Kakap, Kerapu, sembilang dan lainnya. Ada banyak pilihan disini. Dan ikannya terlihat masih segar. Fresh from the sea. Ya iyalah, khan dibelawan ada banyak tempat pelelangan ikan (TPI). Udah gitu bumbunya itu, ada manisnya, gurihnya dan sedikt terasa pedas. Mantap….bumbunya itu sepertinya tembus sampai kebagian dalam ikan. Meresap hingga kesela-sela daging ikan. Wah…pokonya enak bangetlah. Lezaaaa.a.at…nikmat.
Selain pilihan berbagai macam ikan bakar, ada juga menu lain. Misal; pecal, ada juga pepes ikan kembung (di Medan disebut gembung), ada juga gulai rajungan dan lainnya. Tapi ada juga kok tempe & tahu goreng. Minumannya juga ada aneka juice. Seperti, timun, wortel, sirsak juga juice MARTABE (campuran Markisa dan Terong Belanda).
Warung Hj.Misyem ini bila hari kerja sangat ramai. Terkadang kita sampai kehabisan menu-menu tertentu. Jadi ada baiknya bila Anda hendak makan disini, telebih jika mengajak relasi atau teman atau keluarga, Anda sebaiknya reservasi dulu. Nomor yang bisa dihubungi adalah 081362115886. Dari pada Anda sudah datang tapi kecewa karena kehabisan menu andalan.
Jadi bila Anda sedang berkunjung ke Medan, atau Belawan. Dan Anda ingin mencoba sajian ikan bakar dengan rasa mantap. Well, Anda bisa mengunjungi warung Hj. Misyem ini. Dijamin Anda tidak akan kecewa. Tapi meski ini adalah warung, jangan Anda kira disini seperti warteg. Tidak, tempat makannya lumayan nyaman dan luas, tidak sempit seperti warteg. Dan juga harganya sangat jauh dari kesan warung. Harga ikan bakar disini antara Rp. 95.000 samapi Rp. 130.000 per ekor. Tergantung ikan yang Anda pilih. Jadi silahkan Anda coba…Medan, surga kuliner di Indonesia.
Warung Hj. Misyem terletak di jalan Indra Pura Ujung, dermaga KPLP Belawan. Tempatnya merupakan bagian dari KPLP Belawan. Terletak ditepian laut Belawan. Dimana terlihat ada beberapa kapal, baik kapal kecil seperti kapal patroli cepat dan ada juga kapal-kapal yang cukup besar seperti kapal pengangkut konteiner. Pas kalo lagi ngajak keluarga, anak-anak pasti akan senang sekali makan sambil melihat-lihat ada banyak kapal didekatnya.
Soal menu, warung Hj. Misyem terkenal dengan ikan bakarnya. Ada ikan Bawal, ikan Aji-aji, Kakap, Kerapu, sembilang dan lainnya. Ada banyak pilihan disini. Dan ikannya terlihat masih segar. Fresh from the sea. Ya iyalah, khan dibelawan ada banyak tempat pelelangan ikan (TPI). Udah gitu bumbunya itu, ada manisnya, gurihnya dan sedikt terasa pedas. Mantap….bumbunya itu sepertinya tembus sampai kebagian dalam ikan. Meresap hingga kesela-sela daging ikan. Wah…pokonya enak bangetlah. Lezaaaa.a.at…nikmat.
Selain pilihan berbagai macam ikan bakar, ada juga menu lain. Misal; pecal, ada juga pepes ikan kembung (di Medan disebut gembung), ada juga gulai rajungan dan lainnya. Tapi ada juga kok tempe & tahu goreng. Minumannya juga ada aneka juice. Seperti, timun, wortel, sirsak juga juice MARTABE (campuran Markisa dan Terong Belanda).
Warung Hj.Misyem ini bila hari kerja sangat ramai. Terkadang kita sampai kehabisan menu-menu tertentu. Jadi ada baiknya bila Anda hendak makan disini, telebih jika mengajak relasi atau teman atau keluarga, Anda sebaiknya reservasi dulu. Nomor yang bisa dihubungi adalah 081362115886. Dari pada Anda sudah datang tapi kecewa karena kehabisan menu andalan.
Jadi bila Anda sedang berkunjung ke Medan, atau Belawan. Dan Anda ingin mencoba sajian ikan bakar dengan rasa mantap. Well, Anda bisa mengunjungi warung Hj. Misyem ini. Dijamin Anda tidak akan kecewa. Tapi meski ini adalah warung, jangan Anda kira disini seperti warteg. Tidak, tempat makannya lumayan nyaman dan luas, tidak sempit seperti warteg. Dan juga harganya sangat jauh dari kesan warung. Harga ikan bakar disini antara Rp. 95.000 samapi Rp. 130.000 per ekor. Tergantung ikan yang Anda pilih. Jadi silahkan Anda coba…Medan, surga kuliner di Indonesia.
Jumat, 20 Maret 2009
Sop Kambing Tresno, Pasar Ikan Lama, Medan
Apakah suka makam daging kambing..? Atau apakah Anda seorang penyuka masakan dengan menu daging kambing.?. Atau apakah Anda seorang penyuka soup..? Bila jawaban Anda ya, berarti Anda sangat perlu untuk mencoba Soup Kambing yang satu ini. Sop Kambing Tresno.....
Tempat makan yang satu ini berada masih diseputaran pusat kota Medan. Terletak di jalan Guwang Ju, Medan atau dikenal juga dengan nama jalan Ahmad Yani. Jalan tersebut berada dikawasan jala Perniagaan. Dan wilayah ini dikenal juga dengan sebutan PASAR IKAN LAMA. Atau orang Medan lebih familiar dengan sebutan PAJAK IKAN LAMA. Pajak dalam hal ini artinya pasar. Jadi masih berada di seputaran Lapangan Merdeka atau jalan Kesawan, Medan. Tahukan..? Ituloh, tempat para wisatawan (terutama ibu-ibu) suka beli bahan baju. Bisa dibilang ini Tanah Abang-nya Medan deh....
Menu yang tersedia di tempat ini adalah soup kaki kambing, soup daging kambing dan juga soup kepala Kambing. Sop Kambing Tresno ini agak berbeda dengan soup kambing pada umumnya. Kalo biasanya soup yang kita kenal kuahya umumnya bening dan banyak sayuran seperti kentang, wortel, kadang ada buncis dan lainnya. Atau kadang juga soup yang berkuah agak kuning dan berlemak. Tapi untuk soup yang satu ini berbeda sama sekali. Kuahnya berwarna merah seperti warna wortel. Dan kuahnya agak kental, tapi bukan karena lemak. Soup yang satu ini tidak terlihat ada endapan atau lemak yang mengambang seperti soup pada umumnya. Warnanya seperti warna wortel, atau memang kuahnya dicampur dengan wortel atau tomat yg dihaluskan kali yah..? wah saya nggak sempet nanya, takutnya ini termasuk rahasia perusahaan.
Sop Kambing Tresno ini rasanya gurih dan sedikit manis, mantrap punya lah, nikmat abis. Tapi manisnya seperti manis tomat. Ada beberapa potong wortel yang dipotong memanjang. Juga ada irisan tomat mateng. Dagingnya menurut saya termasuk potongan besar. Anda tak perlu khawatir, dagingnya ini benar-benar daging, dan bukan daging yang membalut tulang. Atau dagingnya sedikit tapi banyakan tulangnya. Nggak, disini yang dihidang benar-benar daging melulu, meski ada sedikit tulangnya. Dagingnya besar-besar dan warnanya masih merah khas daging kambing yang masih segar. Bukan berarti mentah yah, maksud saya dagingnya bukan seperti daging yang sudah terlalu lama di bekukan. Tapi masih daging segar.
Dihidang dengan sepiring nasi putih, (dan menurut saya porsi nasi sepiring ini sama sekali nggak cukup utk ganjel perut saya) dan sepiring kecil kecap manis dng potongan bawang merah dan cabe hijau. Tapi ya itu tadi, satu porsi soup ini sepertinya tidak berimbang dengan takaran nasinya. Sehingga terkadang untuk satu porsi Sop Kambing Tresno ini saya makan berdua (kadang tamu-tamu lain suka melihat kami seakan mereka berkata,”Pedit banget sih tuh orang”). Habis kalo dimakan sendiri, suka ’engap, kenyang banget, begah.
Harga perporsi untuk soup daging dan soup kaki kambing Rp. 25.000 sedang untuk soup kepala kambing Rp. 60.000. Nasinya seporsi seharga Rp. 3.000. Emping yang menemani santapan soup ini sebungkus seharga Rp. 3.000. Ada juga dihidangkan sate kerang dengan harga pertusuk Rp. 3.000 (heran yah, mungkin pedagangnya suka angka 3 kali yah).
Buka setiap hari kecuali hari Minggu atau hari libur mulai dari Jam 19.00 (sekitar habis Mahgrib) sampe jam 23.00 WIB atau mana duluan, waktu tersebut atau dagangannya duluan yang habis.
Untuk mencapai Sop Kambing Tresno ini gampang sekali.
Bagi Anda yang menginap di Hotel Dharma Deli, Anda tinggal panggil BETOR (becak Motor), bilang saja jalan Guang Ju atau Jalan A. Yani (Kalo dia tanya,”A. Yani mana Pak.?”. Ini pertanyaan yang mencoba ngetest Anda, Dibenaknya dia mencoba kira-2 Anda bisa dikerjain dng keliling kota nggak biar agak jauh atau tidak). Bilang saja A. Yani Kesawan. Tarif paling banter Rp. 5000. Jangan mau lebih.
Begitu juga bila Anda menginap di hotel Arya Duta, atau JW. Marriot Medan. Tarif dari Arya Duta paling Rp. 5.000-7.000. Kalo dari JW Marriot mungkin Rp. 10.000 (soalnya kalo Anda tawar dari Rp. 10.000 ke Rp. 5.000 keterlaluan juga sih, malu ama tempat Anda menginap dong). Bila Anda telah mencapai Jalan Guang Ju ini akan Anda lihat ada keramaian kecil disebelah kanan jalan. Disana ada beberapa meja di emperan jalan. Ada lemari kaca dng tulisan Mie Ayam. Dan disebelahnya (masih dalam satu ruko) ada gerobak kayu. Itulah dia Sop Kambing Tresno.
So..bila Anda sedang dalam perjalanan dinas, atau sekedar berlibur ke Medan. Silahkan mencoba. Dijamin nggak akan menyesal. Sumpah...suwer deh..ini soup kambing uenak bangets. Harap maklum INI MEDAN BUNG. Surga kuliner Sumatera bahkan mungkin Indonesia. Selamat menikmati
Tempat makan yang satu ini berada masih diseputaran pusat kota Medan. Terletak di jalan Guwang Ju, Medan atau dikenal juga dengan nama jalan Ahmad Yani. Jalan tersebut berada dikawasan jala Perniagaan. Dan wilayah ini dikenal juga dengan sebutan PASAR IKAN LAMA. Atau orang Medan lebih familiar dengan sebutan PAJAK IKAN LAMA. Pajak dalam hal ini artinya pasar. Jadi masih berada di seputaran Lapangan Merdeka atau jalan Kesawan, Medan. Tahukan..? Ituloh, tempat para wisatawan (terutama ibu-ibu) suka beli bahan baju. Bisa dibilang ini Tanah Abang-nya Medan deh....
Menu yang tersedia di tempat ini adalah soup kaki kambing, soup daging kambing dan juga soup kepala Kambing. Sop Kambing Tresno ini agak berbeda dengan soup kambing pada umumnya. Kalo biasanya soup yang kita kenal kuahya umumnya bening dan banyak sayuran seperti kentang, wortel, kadang ada buncis dan lainnya. Atau kadang juga soup yang berkuah agak kuning dan berlemak. Tapi untuk soup yang satu ini berbeda sama sekali. Kuahnya berwarna merah seperti warna wortel. Dan kuahnya agak kental, tapi bukan karena lemak. Soup yang satu ini tidak terlihat ada endapan atau lemak yang mengambang seperti soup pada umumnya. Warnanya seperti warna wortel, atau memang kuahnya dicampur dengan wortel atau tomat yg dihaluskan kali yah..? wah saya nggak sempet nanya, takutnya ini termasuk rahasia perusahaan.
Sop Kambing Tresno ini rasanya gurih dan sedikit manis, mantrap punya lah, nikmat abis. Tapi manisnya seperti manis tomat. Ada beberapa potong wortel yang dipotong memanjang. Juga ada irisan tomat mateng. Dagingnya menurut saya termasuk potongan besar. Anda tak perlu khawatir, dagingnya ini benar-benar daging, dan bukan daging yang membalut tulang. Atau dagingnya sedikit tapi banyakan tulangnya. Nggak, disini yang dihidang benar-benar daging melulu, meski ada sedikit tulangnya. Dagingnya besar-besar dan warnanya masih merah khas daging kambing yang masih segar. Bukan berarti mentah yah, maksud saya dagingnya bukan seperti daging yang sudah terlalu lama di bekukan. Tapi masih daging segar.
Dihidang dengan sepiring nasi putih, (dan menurut saya porsi nasi sepiring ini sama sekali nggak cukup utk ganjel perut saya) dan sepiring kecil kecap manis dng potongan bawang merah dan cabe hijau. Tapi ya itu tadi, satu porsi soup ini sepertinya tidak berimbang dengan takaran nasinya. Sehingga terkadang untuk satu porsi Sop Kambing Tresno ini saya makan berdua (kadang tamu-tamu lain suka melihat kami seakan mereka berkata,”Pedit banget sih tuh orang”). Habis kalo dimakan sendiri, suka ’engap, kenyang banget, begah.
Harga perporsi untuk soup daging dan soup kaki kambing Rp. 25.000 sedang untuk soup kepala kambing Rp. 60.000. Nasinya seporsi seharga Rp. 3.000. Emping yang menemani santapan soup ini sebungkus seharga Rp. 3.000. Ada juga dihidangkan sate kerang dengan harga pertusuk Rp. 3.000 (heran yah, mungkin pedagangnya suka angka 3 kali yah).
Buka setiap hari kecuali hari Minggu atau hari libur mulai dari Jam 19.00 (sekitar habis Mahgrib) sampe jam 23.00 WIB atau mana duluan, waktu tersebut atau dagangannya duluan yang habis.
Untuk mencapai Sop Kambing Tresno ini gampang sekali.
Bagi Anda yang menginap di Hotel Dharma Deli, Anda tinggal panggil BETOR (becak Motor), bilang saja jalan Guang Ju atau Jalan A. Yani (Kalo dia tanya,”A. Yani mana Pak.?”. Ini pertanyaan yang mencoba ngetest Anda, Dibenaknya dia mencoba kira-2 Anda bisa dikerjain dng keliling kota nggak biar agak jauh atau tidak). Bilang saja A. Yani Kesawan. Tarif paling banter Rp. 5000. Jangan mau lebih.
Begitu juga bila Anda menginap di hotel Arya Duta, atau JW. Marriot Medan. Tarif dari Arya Duta paling Rp. 5.000-7.000. Kalo dari JW Marriot mungkin Rp. 10.000 (soalnya kalo Anda tawar dari Rp. 10.000 ke Rp. 5.000 keterlaluan juga sih, malu ama tempat Anda menginap dong). Bila Anda telah mencapai Jalan Guang Ju ini akan Anda lihat ada keramaian kecil disebelah kanan jalan. Disana ada beberapa meja di emperan jalan. Ada lemari kaca dng tulisan Mie Ayam. Dan disebelahnya (masih dalam satu ruko) ada gerobak kayu. Itulah dia Sop Kambing Tresno.
So..bila Anda sedang dalam perjalanan dinas, atau sekedar berlibur ke Medan. Silahkan mencoba. Dijamin nggak akan menyesal. Sumpah...suwer deh..ini soup kambing uenak bangets. Harap maklum INI MEDAN BUNG. Surga kuliner Sumatera bahkan mungkin Indonesia. Selamat menikmati
Minggu, 15 Maret 2009
Soto Medan Sinar Pagi, Medan
Tempat makan pertama yg akan saya sampaikan adalah tempat yang menjadi pavoritnya orang Medan, dan tentu yg paling dicari oleh tamu-2 kota Medan. Padahal tempatnya rada nyempil di ujung jalan Sungai Deli. Udah gitu nggak pake AC, yang ada kipas besar 2 unit. Jadi kalo kita doyan pedes, dijamin bakal keringetan. Udah gitu utk golongan tertentu kayaknya dianggap kurang bersih (kalo buat saya nggak masalah, yang penting rasanya Bro).
Mana lagi kalo bukan SOTO MEDAN SINAR PAGI.
Well, mungkin sudah begitu banyak artikel, tulisan dan postingan dari bloger lain yang menceritakan tempat makan yang satu ini. Yap, ini tempat emang sangat famous diseluruh Medan. Mungkin udah se-Indonesia. Seporsi harganya 15 ribuan. Dan disini sebenarnya yang disajikan tidak hanya soto Medan tapi juga soup daging sapi. Tapi yang menjadi brand tempat makan ini yah soto Medannya. Sotonya sendiri ada beberapa pilihan, Soto Ayam, Soto Daging dan Campur. Maksudnya Soto Campur ini, campuran dari daging dan daleman yang digoreng agak kering, seperti paru, babat, usus dan lainnya. Buat saya pribadi, Soto Medan edisi Campur inilah yang menjadi pilihan tetap saya. Karena ada sensasi kriuk, yang renyah dan gurih. Bayangin, nasi putih hangat, diguyur kuah soto yg juga hangat, minumnya teh pait hangat..Nyam...nyam.....mantep punya choi. Soto dan soup tadi disajikan bersama pendamping setianya, sambel kecap. Untuk menambah kenikmatan disajikan juga perkedel, emping atau peyek udang yang renyah. Makin mantrap men...
Lokasinya nggak jauh dari Hotel Asean (+/- 400mtr). Kalo kebetulan nginep disitu tinggal keluar dari loby depan, langsung belok kanan kearah jam tugu SIB. Pas udah sampe situ belok kiri. Terus lurus aja, dan akan terlihat pohon asem yg lumayan gede dari kejauhan, dan parkiran mobil yg agak rame. Itulah dia. Tapi kalo lagi males jalan, tinggal panggil Betor (becak motor). Bilang aja ke Soto sinar Pagi. Kalo dia pasang tampang bingung, pura-2 bego dan linglung (padahal sih pura-2), bilang aja "Itu yang sebelum patung Guru Patimpus Boss, 3 ribu mau nggak". Kalo dia bilang, "tambah dikitlah Boss". Ya udah terserah, tapi paling tinggi kasih aja 5 ribu.
Dan kalo Anda kebetulan nginepnya di Hotel Arya Duta juga nggak jauh-2 amat. Paling 500mtr jaraknya. Tinggal keluar dari loby depan Mall Paladium (satu gedung dng Hotel Arya Duta). Terus kearah kiri, lurus aja, jalan terus melawan arahl alu lintas. Lewatin jembatan, terus lagi lewatin patung Guru Patimpus. Begitu sampe diujung ruko disebelah kanan anda, tolehkan wajah anda ke kanan. CILUK BAA.... Soto Sinar Pagi di depan Anda. Tapi kalo males jalan, naik Betor aja. Kalo naik Taxi ntar dibawa muter2, soalnya terlalu deket. Udah gitu kalo nggak pake argo bakalan di peres deh. Atau sopir taxinya malah nggak mau nganter, abis ya itu tadi, terlalu deket. Tapi kalo naik Betor, tawar aja 5 ribu.
Oh iya. Tempat makan yang satu ini buka mulai jam 08.00 sampai jam 14.00. Tapi tergantung jumlah pelanggan yang dateng. Kadang nggak sampe jam 14.00 udah habis. Terus kalo bulan puasa mereka biasanya tutup. Mudik kali ya.
Kalo Anda nginepnya di Hotel JW Marriot, juga nggak jauh-2 amat, nggak sampe 1 kilo meter. Dari pintu keluar di sayap kanan hotel Anda belok ke kanan kearah jalan Guru Patimpus. Jalan terus mengikuti trotoar sisi bagian luar pagar Deli Plaza atau sekarang namanya Deli Grand City. Begitu melewati jembatan yang menyebrangi sungai deli, ada mesjid kecil di sis kiri anda. Anda belok kiri menyusuri jalan Sungai Deli. Lurus aja terus. Jalan ini nanti akan berbelok kearah kanan dan terlihatlah pohon Asem di ujung jalan ini. Dan ada mobil-2 yg terpakir disisi jalan agak rame. Disitulah Soto Medan Sinar Pagi. Dan kalo sekali lagi Anda males jalan. Pilihlah Betor. Tarif sama juga 5 ribu doang. Kalo abang becaknya minta lebih, itu karena mereka tahu Anda nginep di JW Marriot. Ha...ha...ha. Hotel mewah Bo'. Kayaknya nggak enak juga kali yah, kalo mereka pasang harga 10 ribu terus kita tawar 5 ribu. Ntar dibilang pelit. Dia bilang dalam hati, "Gaya saja rupanya kau nginep di JW Marriot. 10 ribu pun kau tawar". Ha...ha...ha...INI MEDAN BUNG, dia nggak akan sungkan-2 mengatakan hal itu.
Ya itulah enaknya Medan. Kemana-mana deket. Dan memang kebetulan tempat makan yang satu ini berada di tengah kota. Dan kota Medan memang nggak seluas Jakarta ato Surabaya. Jadi kemana-mana deket. Enak khan. Kalo pun Anda ngibep di Hotel Dharma Deli, Hotel Danau Toba, Hotel Tiara, atau Hotel Polonia Paling banter tarif betor kesana 10-15 ribu deh. Tapi kalo Anda menginap di Hotel Soechi Jl. Cirebon dan juga Hotel-2 dijalan sisingamangaraja seperti Hotel, Antares, Hotel Garuda Plaza, Hotel Daksina mending pake taxi aja. Dan pastikan mereka pake argo, kalo mereka nggak mau pake Argo, pastikan harganya nggak lebih dari 25 ribu.
OK.... sepertinya itu saja yang bisa saya sampaikan tentang SOTO MEDAN SINAR PAGI. Sekali lagi, dijamin. Nggak akan nyesel makan ditempat ini. Yang ada akan membuat Anda ketagihan. Selamat mencoba. Selamat menikmati.
Mana lagi kalo bukan SOTO MEDAN SINAR PAGI.
Well, mungkin sudah begitu banyak artikel, tulisan dan postingan dari bloger lain yang menceritakan tempat makan yang satu ini. Yap, ini tempat emang sangat famous diseluruh Medan. Mungkin udah se-Indonesia. Seporsi harganya 15 ribuan. Dan disini sebenarnya yang disajikan tidak hanya soto Medan tapi juga soup daging sapi. Tapi yang menjadi brand tempat makan ini yah soto Medannya. Sotonya sendiri ada beberapa pilihan, Soto Ayam, Soto Daging dan Campur. Maksudnya Soto Campur ini, campuran dari daging dan daleman yang digoreng agak kering, seperti paru, babat, usus dan lainnya. Buat saya pribadi, Soto Medan edisi Campur inilah yang menjadi pilihan tetap saya. Karena ada sensasi kriuk, yang renyah dan gurih. Bayangin, nasi putih hangat, diguyur kuah soto yg juga hangat, minumnya teh pait hangat..Nyam...nyam.....mantep punya choi. Soto dan soup tadi disajikan bersama pendamping setianya, sambel kecap. Untuk menambah kenikmatan disajikan juga perkedel, emping atau peyek udang yang renyah. Makin mantrap men...
Lokasinya nggak jauh dari Hotel Asean (+/- 400mtr). Kalo kebetulan nginep disitu tinggal keluar dari loby depan, langsung belok kanan kearah jam tugu SIB. Pas udah sampe situ belok kiri. Terus lurus aja, dan akan terlihat pohon asem yg lumayan gede dari kejauhan, dan parkiran mobil yg agak rame. Itulah dia. Tapi kalo lagi males jalan, tinggal panggil Betor (becak motor). Bilang aja ke Soto sinar Pagi. Kalo dia pasang tampang bingung, pura-2 bego dan linglung (padahal sih pura-2), bilang aja "Itu yang sebelum patung Guru Patimpus Boss, 3 ribu mau nggak". Kalo dia bilang, "tambah dikitlah Boss". Ya udah terserah, tapi paling tinggi kasih aja 5 ribu.
Dan kalo Anda kebetulan nginepnya di Hotel Arya Duta juga nggak jauh-2 amat. Paling 500mtr jaraknya. Tinggal keluar dari loby depan Mall Paladium (satu gedung dng Hotel Arya Duta). Terus kearah kiri, lurus aja, jalan terus melawan arahl alu lintas. Lewatin jembatan, terus lagi lewatin patung Guru Patimpus. Begitu sampe diujung ruko disebelah kanan anda, tolehkan wajah anda ke kanan. CILUK BAA.... Soto Sinar Pagi di depan Anda. Tapi kalo males jalan, naik Betor aja. Kalo naik Taxi ntar dibawa muter2, soalnya terlalu deket. Udah gitu kalo nggak pake argo bakalan di peres deh. Atau sopir taxinya malah nggak mau nganter, abis ya itu tadi, terlalu deket. Tapi kalo naik Betor, tawar aja 5 ribu.
Oh iya. Tempat makan yang satu ini buka mulai jam 08.00 sampai jam 14.00. Tapi tergantung jumlah pelanggan yang dateng. Kadang nggak sampe jam 14.00 udah habis. Terus kalo bulan puasa mereka biasanya tutup. Mudik kali ya.
Kalo Anda nginepnya di Hotel JW Marriot, juga nggak jauh-2 amat, nggak sampe 1 kilo meter. Dari pintu keluar di sayap kanan hotel Anda belok ke kanan kearah jalan Guru Patimpus. Jalan terus mengikuti trotoar sisi bagian luar pagar Deli Plaza atau sekarang namanya Deli Grand City. Begitu melewati jembatan yang menyebrangi sungai deli, ada mesjid kecil di sis kiri anda. Anda belok kiri menyusuri jalan Sungai Deli. Lurus aja terus. Jalan ini nanti akan berbelok kearah kanan dan terlihatlah pohon Asem di ujung jalan ini. Dan ada mobil-2 yg terpakir disisi jalan agak rame. Disitulah Soto Medan Sinar Pagi. Dan kalo sekali lagi Anda males jalan. Pilihlah Betor. Tarif sama juga 5 ribu doang. Kalo abang becaknya minta lebih, itu karena mereka tahu Anda nginep di JW Marriot. Ha...ha...ha. Hotel mewah Bo'. Kayaknya nggak enak juga kali yah, kalo mereka pasang harga 10 ribu terus kita tawar 5 ribu. Ntar dibilang pelit. Dia bilang dalam hati, "Gaya saja rupanya kau nginep di JW Marriot. 10 ribu pun kau tawar". Ha...ha...ha...INI MEDAN BUNG, dia nggak akan sungkan-2 mengatakan hal itu.
Ya itulah enaknya Medan. Kemana-mana deket. Dan memang kebetulan tempat makan yang satu ini berada di tengah kota. Dan kota Medan memang nggak seluas Jakarta ato Surabaya. Jadi kemana-mana deket. Enak khan. Kalo pun Anda ngibep di Hotel Dharma Deli, Hotel Danau Toba, Hotel Tiara, atau Hotel Polonia Paling banter tarif betor kesana 10-15 ribu deh. Tapi kalo Anda menginap di Hotel Soechi Jl. Cirebon dan juga Hotel-2 dijalan sisingamangaraja seperti Hotel, Antares, Hotel Garuda Plaza, Hotel Daksina mending pake taxi aja. Dan pastikan mereka pake argo, kalo mereka nggak mau pake Argo, pastikan harganya nggak lebih dari 25 ribu.
OK.... sepertinya itu saja yang bisa saya sampaikan tentang SOTO MEDAN SINAR PAGI. Sekali lagi, dijamin. Nggak akan nyesel makan ditempat ini. Yang ada akan membuat Anda ketagihan. Selamat mencoba. Selamat menikmati.
Mie Ayam Polonia, Medan
Hampir kita semua pernahlah ya makan Mie Ayam. Dan kita juga tahu bermacam cara penyajian Mie Ayam, dan juga bumbu-2 masaknya. Di Medan ini ada juga Mie Ayam yang cukup terkenal sejak tahun 90an. Dikenal dng nama Mie Ayam Polonia. Dinamakan demikian karena letaknya di daerah kecamatan Polonia. Dan memang dekat bandara int'l Polonia, Medan.
Tempat makanya bukan berbentuk resto, cafe atau bahkan warung. Tapi hanya satu gerobak sorong layaknya gerobak Mie Ayam keliling, hanya saja yang satu ini nggak keliling. Tapi mangkal ditempat. Dan tempat makannya hanya berupa meja panjang dengan kursi panjang yg memanjang disisi tiap meja. Atapnya dari terpal plastik warna biru, dinaungi pohon waru yg mungkin lebih tua dari usia usaha itu sendiri. So, namanya juga selera emperan. Tapi meski demikian soal rasa, tak usah sangsi, mantrap punya Boss. Pilihan penyajian antara lain Mie ayam polos, Mie ayam pake telor, atau pake Baso, atau pake baso dan telor. Terserah tergantung selera dan daya tampung lambung masing-2. Dan juga ada cemilan pendampingnya. Ada krupuk mie, ada kerupuk begadang, juga penjaja tua yg menjajakan kerupuk jange'/kulit dan ada baso gorengnya juga. Waahh.....bener-2 mantraplah. Harga perporsi tergantung pesenan tapi antara 5 ribu sampe 10ribu doang kok. Murah khan.... Udah murah, mantrap pula. Soal minuman ada pilihan juga, jeruk panas atau dingin. Teh manis panas atau dingin. Atau teh pait atau air minum kemasan. Atau air putih doang juga ada kok. Kalo emang lagi cekak, nggak usah malu-2 pesen minumanan yg satu ini. Nggak perlu jaim.
Lokasinya emang bener-2 deket bandara Polonia. Pas diseberang Depo Pengisian bahan bakar pesawat. Tepatnya dijalan Suwondo. Jadi kalo Anda berkunjung ke Medan, begitu Anda tiba di bandara Polonia Medan. Dan keluar dari gerbang bandara, langsung kearah kiri. Terus lurus dan dikiri kanan Anda adalah tembok besar yang norak dan egois dari komplek perumahan The Palace Resident yg mewah itu, kurang lebih setelah 300 meter diujung jalan belok kiri. Ini namanya jalan Perhubungan Udara. Lurus lagi sekitar 100 meter, mentok Depo Pengisian Bahan Bakar pesawat Anda ambil kanan. Dan lihat ke sebelah kanan Anda, ada atap dari terpal warna biru dan kendaraan-2 yg terparkir dng posisi semaunya tanpa perduli kalo ngalangin jalan. Itulah dia Mie Ayam Polonia.
Hotel terdekat adalah, Hotel Polonia dan Hotel Pardede. Tapi kalo naik becak motor meski deket, sebaiknya nego dulu. Takutnya tukang becaknya rese'. Ntar malah diperes dompet kita. Tapi tarifnya paling cuman 7 ribu doang. Tapi kalo dia minta 10 ribu, ya udah kasih aja.
Nggak dianjurkan pake taxi, kecuali emang Anda termasuk orang yg malu kalo ketahuan lagi naik becak motor/ gengsi bo'. Atau takut parfum Anda akan hilang wanginya berganti bau asep dan debu, silahkan. Karena jarak dari kedua hotel terlalu deket. Yang ada ntar sopirnya malah minta 25 ribu sekali antar. Itu juga kalo dia mau.
Kalo dari Hotel lain seperti. JW Marriot, Arya Duta, Asean atau Dahrma Deli tarif becak kisaran 15 ribu. Nah kalo dari sini bolehlah pake taxi. Disarankan taxi yang menggunakan tarif berdasar argo. Atau kalo Anda menginap di hotel-2 sekitar jalan Sisingamangaraja seperti Hotel, Garuda, Garuda Plaza, Antares dll dan Anda pengen mencoba Mie Ayam Polonia ini, tarif taxi sekitar 25 ribu. Atau cari taxi yg menggunakan argo juga.
So...kalo Anda kebetulan ke Medan, dan Anda ingin mencicipi Mei Ayam Polonia ini. Silahkan cari, begitu ketemu, langsung JULI, JUmpa LIbas...Selamat menikmati.
Tempat makanya bukan berbentuk resto, cafe atau bahkan warung. Tapi hanya satu gerobak sorong layaknya gerobak Mie Ayam keliling, hanya saja yang satu ini nggak keliling. Tapi mangkal ditempat. Dan tempat makannya hanya berupa meja panjang dengan kursi panjang yg memanjang disisi tiap meja. Atapnya dari terpal plastik warna biru, dinaungi pohon waru yg mungkin lebih tua dari usia usaha itu sendiri. So, namanya juga selera emperan. Tapi meski demikian soal rasa, tak usah sangsi, mantrap punya Boss. Pilihan penyajian antara lain Mie ayam polos, Mie ayam pake telor, atau pake Baso, atau pake baso dan telor. Terserah tergantung selera dan daya tampung lambung masing-2. Dan juga ada cemilan pendampingnya. Ada krupuk mie, ada kerupuk begadang, juga penjaja tua yg menjajakan kerupuk jange'/kulit dan ada baso gorengnya juga. Waahh.....bener-2 mantraplah. Harga perporsi tergantung pesenan tapi antara 5 ribu sampe 10ribu doang kok. Murah khan.... Udah murah, mantrap pula. Soal minuman ada pilihan juga, jeruk panas atau dingin. Teh manis panas atau dingin. Atau teh pait atau air minum kemasan. Atau air putih doang juga ada kok. Kalo emang lagi cekak, nggak usah malu-2 pesen minumanan yg satu ini. Nggak perlu jaim.
Lokasinya emang bener-2 deket bandara Polonia. Pas diseberang Depo Pengisian bahan bakar pesawat. Tepatnya dijalan Suwondo. Jadi kalo Anda berkunjung ke Medan, begitu Anda tiba di bandara Polonia Medan. Dan keluar dari gerbang bandara, langsung kearah kiri. Terus lurus dan dikiri kanan Anda adalah tembok besar yang norak dan egois dari komplek perumahan The Palace Resident yg mewah itu, kurang lebih setelah 300 meter diujung jalan belok kiri. Ini namanya jalan Perhubungan Udara. Lurus lagi sekitar 100 meter, mentok Depo Pengisian Bahan Bakar pesawat Anda ambil kanan. Dan lihat ke sebelah kanan Anda, ada atap dari terpal warna biru dan kendaraan-2 yg terparkir dng posisi semaunya tanpa perduli kalo ngalangin jalan. Itulah dia Mie Ayam Polonia.
Hotel terdekat adalah, Hotel Polonia dan Hotel Pardede. Tapi kalo naik becak motor meski deket, sebaiknya nego dulu. Takutnya tukang becaknya rese'. Ntar malah diperes dompet kita. Tapi tarifnya paling cuman 7 ribu doang. Tapi kalo dia minta 10 ribu, ya udah kasih aja.
Nggak dianjurkan pake taxi, kecuali emang Anda termasuk orang yg malu kalo ketahuan lagi naik becak motor/ gengsi bo'. Atau takut parfum Anda akan hilang wanginya berganti bau asep dan debu, silahkan. Karena jarak dari kedua hotel terlalu deket. Yang ada ntar sopirnya malah minta 25 ribu sekali antar. Itu juga kalo dia mau.
Kalo dari Hotel lain seperti. JW Marriot, Arya Duta, Asean atau Dahrma Deli tarif becak kisaran 15 ribu. Nah kalo dari sini bolehlah pake taxi. Disarankan taxi yang menggunakan tarif berdasar argo. Atau kalo Anda menginap di hotel-2 sekitar jalan Sisingamangaraja seperti Hotel, Garuda, Garuda Plaza, Antares dll dan Anda pengen mencoba Mie Ayam Polonia ini, tarif taxi sekitar 25 ribu. Atau cari taxi yg menggunakan argo juga.
So...kalo Anda kebetulan ke Medan, dan Anda ingin mencicipi Mei Ayam Polonia ini. Silahkan cari, begitu ketemu, langsung JULI, JUmpa LIbas...Selamat menikmati.
Lontong Pecal Kak Lin, SMA 1 Medan
Pernah makan lontong..?
Pernah makan Lontong Pecel..?. Ituloh lontong yang disajikan dng bumbu kacang. Dan ditambah dengan rebusan sayur, irisan kentang goreng tipis dan bisa ditambah telur rebus yg disambel dan lainnya seperti layaknya pecel.
Nah di Medan ada juga Lontong Pecal. Tapi lontong yang satu ini mungkin yang paling enak di Medan. Lontongnya empuk dan bumbu pecelnya rada kental dan manis. Tapi kalo Anda suka dengan rasa yang agak pedas, silahkan ditambah sambel saja. Selain menjual Lontong Pecal, disini juga tersedia Lontong Sayur & Nasi Gurih. Juga menjual bumbu pecalnya yang sudah dikemas dengan kantong plastik ukuran seperempat, setangah atau sekilo. Lumayan buat yang males bikin bumbu pecel. Atau bisa juga buat yang pingin bawa oleh-2. Atau ada juga dijual irisan kentang goreng tipis.
Tempat makan yang satu ini dikenal dng nama Lontong Pecal SMA 1 atau juga dikenal Lontong Pecal Kak Lin.
Maklum disana ada juga pesaing lain. Jadi pastikan dulu bahwa tempat itu memang Lontong Pecal Kak Lin. Jangan salah.
Lokasinya ada di Jalan, Teuku Cik Ditiro. Buka dari 06.30 sampe sore sekitar jam 18.00 wib. Harga perporsi antara 7 ribu sampe 15 ribu per porsi, tergantung penyajian. Kenapa dinamakan Lontong Pecal SMA 1, karena emang terletak dekat dng SMA 1 Medan.
Nah utk mencapai kesana gampang nih. Karena terletak di tengah kota Medan. Kalau Anda menginap di Hotel Arya Duta tinggal naik Betor, becak motor. Tarifnya paling 10 ribu. Jangan mau lebih, makanya sebelon naik nego dulu dari pada ntar malah diperas. Karena kalo jalan kaki lumayan bikin pegel nih, -/+ 1,5 kilometer. Dan bila Anda menginap di Hotel Danau Toba atau Hotel Tiara Medan, ini lebih dekat lagi. Tarif Betornya paling 5 ribu. Kalo mau jalan kaki juga boleh paling 1 kiloan, dari loby Hotel Danau Toba Anda keluar dan berbelok ke kiri berjalan ke arah jalan Teuku Daud. Lurus saja kearah Mall Sun Plaza Medan, Mallnya keliatan kok dari ujung jalan ini. Setelah itu Anda nyebrang jalan Diponegoro dan berjalan ke arah kanan. Setelah itu diperempatan BII Anda belok ke arah kiri, ini jalan Zainul Arifin. Lurus terus -/+ 300 meter, cari jalan Cik Ditiro atau tanya aja ama orang disana. Nah jalan Cik Ditiro terdapat disisi kiri jalan Zainul Arifin ini. Tinggal jalan deh -/+ 150 meter. Tanya deh yang mana Lontong Pecal Kak Lin. Hajar Boss....
Kalo dari Hotel Tiara Medan, Begitu keluar dari loby Anda belok kiri ke arah jalan Diponegoro, anda nyebrang jalan Diponegoro ini dan belok ke arah kanan. Lalu ikuti petunjuk diatas. Karena antara kedua hotel emang berdekatan. Hotel Tiara berada di jalan Cut Mutia.
Dari Hotel Polonia kurang lebih juga sekiloan. Begitu keluar dari loby Anda berbelok kearah kanan menyusuri jalan Jend. Sudirman. Berjalan terus dan di perempatan jalan ada trafic light. Anda berbelok kekanan ,Anda sudah berada dujalan Diponegoro. Terus lurus -/+ 700meter sampe ke perempatan BII, disebelah kiri anda adalah, Pengadilan militer, terus kantor DepKeu, selanjutnya ikutin petunjuk pertama. Atau setelah Dep Keu Anda juga bisa langsung belok kiri di trafic light, dan jalan terus berlawanan arah kendaraan. Disisi kiri Dep Keu disisi kanan kantor Gubernur. lurus terus sampe ujung jalan Anda berbelok ke kanan, nah ini dia jalan Cik Ditiro. Jalan terus sekitar 150 meter dan tanya sama orang sekitar atau tukang parkir, "Lae', yang mana Pecal Kak Lin". Pasti dia tunjukin.
So...gampang khan. Maklum, Medan emang kecil dan semua bisa ditempuh dng mudah.
Dari Hotel Asean tarif betor cuma 15 ribu, dari Hotel Dharma Deli juga cuma sekitar 15 ribu. Mumayan murah khan...
Maklumlah INI MEDAN BUNG. Dan selamat menikmati....
Pernah makan Lontong Pecel..?. Ituloh lontong yang disajikan dng bumbu kacang. Dan ditambah dengan rebusan sayur, irisan kentang goreng tipis dan bisa ditambah telur rebus yg disambel dan lainnya seperti layaknya pecel.
Nah di Medan ada juga Lontong Pecal. Tapi lontong yang satu ini mungkin yang paling enak di Medan. Lontongnya empuk dan bumbu pecelnya rada kental dan manis. Tapi kalo Anda suka dengan rasa yang agak pedas, silahkan ditambah sambel saja. Selain menjual Lontong Pecal, disini juga tersedia Lontong Sayur & Nasi Gurih. Juga menjual bumbu pecalnya yang sudah dikemas dengan kantong plastik ukuran seperempat, setangah atau sekilo. Lumayan buat yang males bikin bumbu pecel. Atau bisa juga buat yang pingin bawa oleh-2. Atau ada juga dijual irisan kentang goreng tipis.
Tempat makan yang satu ini dikenal dng nama Lontong Pecal SMA 1 atau juga dikenal Lontong Pecal Kak Lin.
Maklum disana ada juga pesaing lain. Jadi pastikan dulu bahwa tempat itu memang Lontong Pecal Kak Lin. Jangan salah.
Lokasinya ada di Jalan, Teuku Cik Ditiro. Buka dari 06.30 sampe sore sekitar jam 18.00 wib. Harga perporsi antara 7 ribu sampe 15 ribu per porsi, tergantung penyajian. Kenapa dinamakan Lontong Pecal SMA 1, karena emang terletak dekat dng SMA 1 Medan.
Nah utk mencapai kesana gampang nih. Karena terletak di tengah kota Medan. Kalau Anda menginap di Hotel Arya Duta tinggal naik Betor, becak motor. Tarifnya paling 10 ribu. Jangan mau lebih, makanya sebelon naik nego dulu dari pada ntar malah diperas. Karena kalo jalan kaki lumayan bikin pegel nih, -/+ 1,5 kilometer. Dan bila Anda menginap di Hotel Danau Toba atau Hotel Tiara Medan, ini lebih dekat lagi. Tarif Betornya paling 5 ribu. Kalo mau jalan kaki juga boleh paling 1 kiloan, dari loby Hotel Danau Toba Anda keluar dan berbelok ke kiri berjalan ke arah jalan Teuku Daud. Lurus saja kearah Mall Sun Plaza Medan, Mallnya keliatan kok dari ujung jalan ini. Setelah itu Anda nyebrang jalan Diponegoro dan berjalan ke arah kanan. Setelah itu diperempatan BII Anda belok ke arah kiri, ini jalan Zainul Arifin. Lurus terus -/+ 300 meter, cari jalan Cik Ditiro atau tanya aja ama orang disana. Nah jalan Cik Ditiro terdapat disisi kiri jalan Zainul Arifin ini. Tinggal jalan deh -/+ 150 meter. Tanya deh yang mana Lontong Pecal Kak Lin. Hajar Boss....
Kalo dari Hotel Tiara Medan, Begitu keluar dari loby Anda belok kiri ke arah jalan Diponegoro, anda nyebrang jalan Diponegoro ini dan belok ke arah kanan. Lalu ikuti petunjuk diatas. Karena antara kedua hotel emang berdekatan. Hotel Tiara berada di jalan Cut Mutia.
Dari Hotel Polonia kurang lebih juga sekiloan. Begitu keluar dari loby Anda berbelok kearah kanan menyusuri jalan Jend. Sudirman. Berjalan terus dan di perempatan jalan ada trafic light. Anda berbelok kekanan ,Anda sudah berada dujalan Diponegoro. Terus lurus -/+ 700meter sampe ke perempatan BII, disebelah kiri anda adalah, Pengadilan militer, terus kantor DepKeu, selanjutnya ikutin petunjuk pertama. Atau setelah Dep Keu Anda juga bisa langsung belok kiri di trafic light, dan jalan terus berlawanan arah kendaraan. Disisi kiri Dep Keu disisi kanan kantor Gubernur. lurus terus sampe ujung jalan Anda berbelok ke kanan, nah ini dia jalan Cik Ditiro. Jalan terus sekitar 150 meter dan tanya sama orang sekitar atau tukang parkir, "Lae', yang mana Pecal Kak Lin". Pasti dia tunjukin.
So...gampang khan. Maklum, Medan emang kecil dan semua bisa ditempuh dng mudah.
Dari Hotel Asean tarif betor cuma 15 ribu, dari Hotel Dharma Deli juga cuma sekitar 15 ribu. Mumayan murah khan...
Maklumlah INI MEDAN BUNG. Dan selamat menikmati....
Baso Methodist, Medan
Siapa yg nggak suka Baso. Rata-2 orang Indonesia tahu dan suka dng panganan yang satu ini, BASO. Tapi Baso yang satu ini lain dari pada yang lain deh. Bener-2 nyeleneh dan rada aneh.
Terletak di jalan Hang Tuah. Dikenal dng nama Baso Methodist karena terletak didepan perguruan Methodist. Yang bikin Baso ini aneh dan merupakan keunggulannya dari Baso-2 lain adalah karena potongan daging, tetelan, dan lainnya lebih banyak dari pada basonya sendiri. Basonya aja cuman 5 butir. Ukurannya sedikit lebih besar dari kelereng pula. Jadi terkadang saya berfikir, kita ini kesini makan Baso dng campuran daging atau makan daging kuah dng hiasan Baso. Karena daging dan tetelannya memang lebih dominan. Dan dagingnya ini emang sudah direbus sehingga agak lembut.
Baso semangkok seharga 15 ribu rupiah doang. Bisa pake mie putih ato juga mie kuning atau campuran keduannya. Bisa juga ditambah dng rebusan touge. Rebusan touge disajikan dng piring kecil terpisah. Juga sambel dan bawang gorangnya.juga tersedia telur puyuh dan kerang yg ditusuk sate dng bumbu khusus. Satu porsinya menurut saya sudah lumayan bikin kita kenyang. Bahkan saya sendiri nggak sanggup menghabiskan satu mangkok Baso tersebut. Ditambah rahang suka pegel dan cape' karena hrs mengunyak daging dan tetelan yg melimpah itu. Gimana nggak, saking melimpahnya tumpukan daging dan tetelanya melebihi permukaan mangkoknya. Jadi ngaduknya juga mesti hati2, biar nggak tumpah. Pokoknya kalo ukuran lambung normal nggak sanggup deh ngabisin semangkok. Tapi bila ukuran lambung Anda termasuk yg XL atau XXL, silahkan hajar langsung 1 mangkok atau kalo perlu dua mangkok sekaligus. Tapi kalo Anda malu dan sungkan utk ngantem langsung dua mangkok, Anda tinggal pesen aja dibungkus utk dibawa pulang. Kenyang2 deh...
Seperti saya sampaikan tadi, bahwa sesuai dng namanya Baso Methodist ini berlokasi ya di depan perguruan Methodits jalan Hang Tuah. Jalan tersebut tepat di seberang konsulat Malaysia atau tempat check kesehatan, Pramita lab di Jalan Diponegoro, Medan. Buka mulai jam 09.00 sampe jam 16.00, tergantung pelanggan yg datang. Bisa juga lebih cepat atau lebih lambat tutupnya.
Utk kesana gampang. Hotel terdekat adalah, Hotel Polonia, Hotel Danau Toba juga Hotel Tiara Medan. Dari Hotel Polonia jaraknya paling 1 kilometer. Keluar dari loby Anda belok ke kanan (jalan Sudirman), berjalan terus sampe trafic light lalu ke kanan lagi (ini jalan Diponegoro) berjalan terus sekitar 300 meter ketemu konsulat Malaysia. Nah disebrangnya itulah jalan Hang Tuah. Terlihat tenda biru dan ada sedikit keramaian. Itulah dia.
Dari Tiara juga gampang. Keluar loby Anda berjalan ke Kiri. Lalu dipersimpangan sana Anda ke kiri lagi (kalo lurus Anda ke Sun Plaza), jalan terus sekitar 400 meter Ada konsulat Malaysia, nyebrang deh.
Juga dari Hotel Danau Toba. Keluar dari loby Anda ke kiri. Jalan lurus, ada kantor layanan Citi Bank dikiri Anda, cuekin aja kecuali Anda nggak bawa uang silahkan ambil dulu di ATMnya. Terus lagi lurus, di ujung ada Pengisian bahan bakar Pertamina (di Medan namanya galon minyak, padahal nggak jual minyak tanah pertama buka). Sebelum POM Pertamina itu Anda menyebrang ke kanan. Nah disitu ada jalan namanya jalan Cut Nyak Dien. Lurus lagi sampe ujung jalan Anda ke kiri lagi di sudut Bank Danamon. Sekitar 100 meter dapet deh Pramita Lab. Tinggal nyebrang ke jalan Hang tuah. Jadi jaraknya sekitar 1 kilo lebih dikit.
Dari Hotel Tiara dan Polonia kalo naik becak paling 5-7 ribu. Kalo dari Hotel Danau Toba paling 10 ribu. Tapi kalo dari Hotel Arya Duta, Hotel Dharma Deli atau JW Marriot sekitar 10-15 ribu deh. Silahkan nego dulu yah. Jangan kepedan langsung naek. Ntar dikerjain loh.
So. Silahkan berkunjung ke Baso Methodist ini. Terutama bagi penikmat Baso, tentu perlu mencoba dong. Terlebih lagi bagi penikmat dan penyuka daging. Mantrap Boss. INI MEDAN BUNG, silahkan coba sajian yg satu ini.
Terletak di jalan Hang Tuah. Dikenal dng nama Baso Methodist karena terletak didepan perguruan Methodist. Yang bikin Baso ini aneh dan merupakan keunggulannya dari Baso-2 lain adalah karena potongan daging, tetelan, dan lainnya lebih banyak dari pada basonya sendiri. Basonya aja cuman 5 butir. Ukurannya sedikit lebih besar dari kelereng pula. Jadi terkadang saya berfikir, kita ini kesini makan Baso dng campuran daging atau makan daging kuah dng hiasan Baso. Karena daging dan tetelannya memang lebih dominan. Dan dagingnya ini emang sudah direbus sehingga agak lembut.
Baso semangkok seharga 15 ribu rupiah doang. Bisa pake mie putih ato juga mie kuning atau campuran keduannya. Bisa juga ditambah dng rebusan touge. Rebusan touge disajikan dng piring kecil terpisah. Juga sambel dan bawang gorangnya.juga tersedia telur puyuh dan kerang yg ditusuk sate dng bumbu khusus. Satu porsinya menurut saya sudah lumayan bikin kita kenyang. Bahkan saya sendiri nggak sanggup menghabiskan satu mangkok Baso tersebut. Ditambah rahang suka pegel dan cape' karena hrs mengunyak daging dan tetelan yg melimpah itu. Gimana nggak, saking melimpahnya tumpukan daging dan tetelanya melebihi permukaan mangkoknya. Jadi ngaduknya juga mesti hati2, biar nggak tumpah. Pokoknya kalo ukuran lambung normal nggak sanggup deh ngabisin semangkok. Tapi bila ukuran lambung Anda termasuk yg XL atau XXL, silahkan hajar langsung 1 mangkok atau kalo perlu dua mangkok sekaligus. Tapi kalo Anda malu dan sungkan utk ngantem langsung dua mangkok, Anda tinggal pesen aja dibungkus utk dibawa pulang. Kenyang2 deh...
Seperti saya sampaikan tadi, bahwa sesuai dng namanya Baso Methodist ini berlokasi ya di depan perguruan Methodits jalan Hang Tuah. Jalan tersebut tepat di seberang konsulat Malaysia atau tempat check kesehatan, Pramita lab di Jalan Diponegoro, Medan. Buka mulai jam 09.00 sampe jam 16.00, tergantung pelanggan yg datang. Bisa juga lebih cepat atau lebih lambat tutupnya.
Utk kesana gampang. Hotel terdekat adalah, Hotel Polonia, Hotel Danau Toba juga Hotel Tiara Medan. Dari Hotel Polonia jaraknya paling 1 kilometer. Keluar dari loby Anda belok ke kanan (jalan Sudirman), berjalan terus sampe trafic light lalu ke kanan lagi (ini jalan Diponegoro) berjalan terus sekitar 300 meter ketemu konsulat Malaysia. Nah disebrangnya itulah jalan Hang Tuah. Terlihat tenda biru dan ada sedikit keramaian. Itulah dia.
Dari Tiara juga gampang. Keluar loby Anda berjalan ke Kiri. Lalu dipersimpangan sana Anda ke kiri lagi (kalo lurus Anda ke Sun Plaza), jalan terus sekitar 400 meter Ada konsulat Malaysia, nyebrang deh.
Juga dari Hotel Danau Toba. Keluar dari loby Anda ke kiri. Jalan lurus, ada kantor layanan Citi Bank dikiri Anda, cuekin aja kecuali Anda nggak bawa uang silahkan ambil dulu di ATMnya. Terus lagi lurus, di ujung ada Pengisian bahan bakar Pertamina (di Medan namanya galon minyak, padahal nggak jual minyak tanah pertama buka). Sebelum POM Pertamina itu Anda menyebrang ke kanan. Nah disitu ada jalan namanya jalan Cut Nyak Dien. Lurus lagi sampe ujung jalan Anda ke kiri lagi di sudut Bank Danamon. Sekitar 100 meter dapet deh Pramita Lab. Tinggal nyebrang ke jalan Hang tuah. Jadi jaraknya sekitar 1 kilo lebih dikit.
Dari Hotel Tiara dan Polonia kalo naik becak paling 5-7 ribu. Kalo dari Hotel Danau Toba paling 10 ribu. Tapi kalo dari Hotel Arya Duta, Hotel Dharma Deli atau JW Marriot sekitar 10-15 ribu deh. Silahkan nego dulu yah. Jangan kepedan langsung naek. Ntar dikerjain loh.
So. Silahkan berkunjung ke Baso Methodist ini. Terutama bagi penikmat Baso, tentu perlu mencoba dong. Terlebih lagi bagi penikmat dan penyuka daging. Mantrap Boss. INI MEDAN BUNG, silahkan coba sajian yg satu ini.
Sate Padang Bata, Kesawan, Medan
Sate Padang. Wah makanan khas dari Sumatera Barat yang telah menyebar keseluruh Indonesia (seperti orang padang yg suka merantau) ini merupakan salah satu favorit saya. Bumbunya yang kental dan aromanya yang harus dng bumbu yang menyengat, nikmat sekali rasanya.
Di Medan ada banyak sekali tempat utk menikmati Sate Padang. Hampir disetiap tempat berkumpulnya pedagang makanan ada penjual Sate Padang. Nah yang akan saya sampaikan disini adalah Sate Padang Bata.
Terletak di jalan Jend Ahmad Yani (kayaknya cuma di Medan ini deh Jalan Jend. A. Yani adalah jalan kecil dan bukan jalan utama pula). Jalan A. Yani ini terhubung dng Jalan Kesawan dan jalan Mesjid di wilayah Medan Kesawan. Tahu jalan kesawan..?, ituloh tempat yg dulu sempet dijadikan lokasi jajanan malam kota Medan (Kesawan Square), tapi gagal. Karena harga makananya relatif mahal, dan makanannya juga biasa-2 aja. Udah gitu ribet pula cara transaksinya. Mesti pake tukar kupon segala. Cape' deehh.... Yang deket dengan Lapangan Merdeka. Lapangan Merdeka ini adalah lokasi Merdeka Walk. Merdeka Walk ini pengganti dari Kesawan Square, tempat utk menikmati berbagai macam makanan. Tapi Merdeka Walk ini lebih baik dan selalu ramai oleh pengunjung.
Nah di jalan Kesawan ini ada toko (outlet) sepatu Bata. Dan Sate Padang yang satu ini terdapat di situ, tepat disamping toko sepatu Bata ini, mepet ke temboknya, inilah jalan jend. A. Yani itu. Makanya dikenal dng sebutan Sate Padang Bata. Berdiri sejak tahun 90-an. Kalo denger ceritanya sih yg duluan buka calak disitu pedagang es krim sodanya. Pedagang es krim soda inilah yg ngajak pedagang Sate Padang ini mangkal disitu. Dan hingga sekarang, mereka tetep kompak.
Sate Padang Bata ini dujual Rp. 13 ribu/porsi. Nah pilihan satenya juga bermacam pilihan, ada daging lembu, dagig kambing, daging ayam, usus sapi, hati sapi, lidah sapi dan juga tetelan sapi. Nyaa.a.a.mm. Mantrap men. Bumbunya bertekstur agak kasar dan sedikit lebih kental dari biasanya. Tidak terlalu pedas dan satenya lumayan besar-2. Kalo utk saya, satu porsi tanpa ketupat (kalo di Medan ini kadang tetep aja dibilang lontong...aneh) udah cukup mengenyangkan perut saya. Teman menyantap Sate Padang ini ada kerupuk jange'/ kulit sapi atau keripik sambel. Nikmaaa.a.a.at choi.
Sambil makan kita diiringi musik jalanan. Tapi yang ini bukan pengamen, melainkan suara lalu lalang kendaraan yg melintas diamping kita. Sesekali ada teriakan terus..terus..dari juru parkir...atau klacson dari motor atau mobil yang melintas dijalan A. Yani ini. Ya itulah, namanya juga emperan. Tapi disinilah warnanya jajanan emperan. Seru khan.
Karena berlokasi di Kesawan lokasinya cenderung mudah dicapai. Dari Hotel Dharma Deli paling deket. Keluar hotel Anda tinggal belok kanan. Berjalan lurus melawan arah. Jangan nyebrang ke kiri (Lap. Merdeka). Karena lokasinya ada disebelah kanan. Sekitar 100meter dari Bank Muamalat akan terlihat sign board BATA. Nah disampingnyalah Sate Padang Bata.
Kalo dari Hotel Arya Duta juga gampang. Tinggal berjalan ke arah Lap Merdeka. Berjalan lurus mengikuti arus lalu lintas. Sampe di ujung (Bank Mandiri ex Bank Exim) Anda berbelok ke kanan, jangan nyebrang ke Lap Merdeka. Jalan terus sekitar 100meter akan terlihat sign board BATA. Itulah dia.
Kalo dari Hotel JW Marriot, mending naik becak motor deh. Kalo naik taxi, percuma mereka nggak mau nganter, terlalu deket. Kalo naik Betor paling 5-7 ribu. Kalo minta lebih jangan mau, kecuali Anda malu. Maklum khan nginepnya di JW Marriot bo'....ntar dibilang bedangkik (pelit medit).
Dari Hotel Danau Toba, atau Tiara atau Polonia & Hotel Asean naik betor juga. Tarif sekitar 10-15 ribu. Lebih dari itu jangan mau. Nah selamat mencoba. Nanti akan saya teruskan lagi tentang Sate Padang-2 yang lain. INI MEDAN BUNG. Selamat menikmati Sate Padang yang nggak kalah nikmat dari Sate-2 di Padang sana. Percaya deh.....
Di Medan ada banyak sekali tempat utk menikmati Sate Padang. Hampir disetiap tempat berkumpulnya pedagang makanan ada penjual Sate Padang. Nah yang akan saya sampaikan disini adalah Sate Padang Bata.
Terletak di jalan Jend Ahmad Yani (kayaknya cuma di Medan ini deh Jalan Jend. A. Yani adalah jalan kecil dan bukan jalan utama pula). Jalan A. Yani ini terhubung dng Jalan Kesawan dan jalan Mesjid di wilayah Medan Kesawan. Tahu jalan kesawan..?, ituloh tempat yg dulu sempet dijadikan lokasi jajanan malam kota Medan (Kesawan Square), tapi gagal. Karena harga makananya relatif mahal, dan makanannya juga biasa-2 aja. Udah gitu ribet pula cara transaksinya. Mesti pake tukar kupon segala. Cape' deehh.... Yang deket dengan Lapangan Merdeka. Lapangan Merdeka ini adalah lokasi Merdeka Walk. Merdeka Walk ini pengganti dari Kesawan Square, tempat utk menikmati berbagai macam makanan. Tapi Merdeka Walk ini lebih baik dan selalu ramai oleh pengunjung.
Nah di jalan Kesawan ini ada toko (outlet) sepatu Bata. Dan Sate Padang yang satu ini terdapat di situ, tepat disamping toko sepatu Bata ini, mepet ke temboknya, inilah jalan jend. A. Yani itu. Makanya dikenal dng sebutan Sate Padang Bata. Berdiri sejak tahun 90-an. Kalo denger ceritanya sih yg duluan buka calak disitu pedagang es krim sodanya. Pedagang es krim soda inilah yg ngajak pedagang Sate Padang ini mangkal disitu. Dan hingga sekarang, mereka tetep kompak.
Sate Padang Bata ini dujual Rp. 13 ribu/porsi. Nah pilihan satenya juga bermacam pilihan, ada daging lembu, dagig kambing, daging ayam, usus sapi, hati sapi, lidah sapi dan juga tetelan sapi. Nyaa.a.a.mm. Mantrap men. Bumbunya bertekstur agak kasar dan sedikit lebih kental dari biasanya. Tidak terlalu pedas dan satenya lumayan besar-2. Kalo utk saya, satu porsi tanpa ketupat (kalo di Medan ini kadang tetep aja dibilang lontong...aneh) udah cukup mengenyangkan perut saya. Teman menyantap Sate Padang ini ada kerupuk jange'/ kulit sapi atau keripik sambel. Nikmaaa.a.a.at choi.
Sambil makan kita diiringi musik jalanan. Tapi yang ini bukan pengamen, melainkan suara lalu lalang kendaraan yg melintas diamping kita. Sesekali ada teriakan terus..terus..dari juru parkir...atau klacson dari motor atau mobil yang melintas dijalan A. Yani ini. Ya itulah, namanya juga emperan. Tapi disinilah warnanya jajanan emperan. Seru khan.
Karena berlokasi di Kesawan lokasinya cenderung mudah dicapai. Dari Hotel Dharma Deli paling deket. Keluar hotel Anda tinggal belok kanan. Berjalan lurus melawan arah. Jangan nyebrang ke kiri (Lap. Merdeka). Karena lokasinya ada disebelah kanan. Sekitar 100meter dari Bank Muamalat akan terlihat sign board BATA. Nah disampingnyalah Sate Padang Bata.
Kalo dari Hotel Arya Duta juga gampang. Tinggal berjalan ke arah Lap Merdeka. Berjalan lurus mengikuti arus lalu lintas. Sampe di ujung (Bank Mandiri ex Bank Exim) Anda berbelok ke kanan, jangan nyebrang ke Lap Merdeka. Jalan terus sekitar 100meter akan terlihat sign board BATA. Itulah dia.
Kalo dari Hotel JW Marriot, mending naik becak motor deh. Kalo naik taxi, percuma mereka nggak mau nganter, terlalu deket. Kalo naik Betor paling 5-7 ribu. Kalo minta lebih jangan mau, kecuali Anda malu. Maklum khan nginepnya di JW Marriot bo'....ntar dibilang bedangkik (pelit medit).
Dari Hotel Danau Toba, atau Tiara atau Polonia & Hotel Asean naik betor juga. Tarif sekitar 10-15 ribu. Lebih dari itu jangan mau. Nah selamat mencoba. Nanti akan saya teruskan lagi tentang Sate Padang-2 yang lain. INI MEDAN BUNG. Selamat menikmati Sate Padang yang nggak kalah nikmat dari Sate-2 di Padang sana. Percaya deh.....
Mie Soup Blitar, Polonia, Medan
Pernah tahu yang namanya Mie Soup?. Atau biasanya dikenal dengan Mie Soup Ayam?. Karena memang ada potongan ayam goreng didalamnya. Saya tidak tahu apakah diluar Sumatera Utara ada makanan ini. Atau makanan seperti ini. Makanan ini seperti Baso daging sapi. Tapi yg ini tidak ada basonya dab kuahnya lebih pekat dan ditaburi dng irisan daging ayam.
Di Medan, Mie Soup adalah makanan yg banyak disukai masyarakat. Seperti saya sampaikan diatas. Sajiannya terdiri dari mie kuning atau mie putih/ mie hun (tergantung selera Anda), irisan daging ayam, taburan bawang goreng dan daun seledri dan ada tampahan potongan risol kecil. Tapi di tempat yang satu ini agak berbeda.
Namanya Mie Soup Blitar. Agak membingungkan memang. Apa bener di Blitar ada mie soup ?. Kok SBY nggak pernah cerita yah..?.
Terletak diemperan ujung jalan Polonia. Sekali lagi jalan Polonia. Bukan jalan deket bandara Polonia. Ini agak keluar dari sekitar bandara Polonia. Pas diluar pagar yayasan pendidikan "Sekolah Polonia". Kira-kira 800meter dari persimpangan jalan Mongonsidi Plaza. Berada dibahu kiri jalan. Dipayungi terpal biru (warna ini sepertinya udah jadi standar wajib tenda pedagang emperan deh). Kursi alakadarnya terbuat dari kayu dan papan, memanjang mengikuti panjang mejanya. Nggak nyaman banget deh pokoknya. Ada sekitar 6 meja panjang. Tapi yg nggak enaknya, tempat ini buka mulai jam 17.00 sampai habis (sekitar jam 19.30 wib). Sebentar doang udah gitu waktunya itu adalah waktu yg nanggung utk makanan agak berat seperti ini. Tapi tetep aja setiap hari selalu rame. Habis enak sih.
Harganya relatif murah satu porsi Rp. 9.000 kalo setengah porsi Rp. 6.000. Kuahnya agak pekat, dan terasa gurih, sedikit manis (manis kecap). Nah yg membedakannya Mie Soup Blitar ini dari Mie Soup lainnya adalah disajikan dng sepotong ayam goreng yg digoreng kering (tapi kalo Anda lagi laper dan pingin dua potong atau lebih silahkan). Jadi sajiannya adalah semangkuk Mie Soup Ayam Blitar dan satu porsi ayam goreng kering. Ayam goreng ini disajikan terpisah dan disajikan dng sambel kecap khusus yg ditaburi bawang goreng. Satu porsi ayam gorengnya Rp. 15.000. Jadi satu porsi komplit adalah Rp. 24.000. Cukup murah lah ya.
Lokasi ini paling mudah dicapai bagi Anda yg menginap di Hotel Pardede, Jl. Juanda. Jalan Juanda dan Jl. Mongondisi saling menyambung. Dari Hotel Anda ambil arah kiri. Jalan terus ke arah MONJA. MONJA ini singkatan dari Mongonsidi Plaza, tempat jual barang-2 2nd dari luar. Tapi jangan pernah Anda membayangkan ada gedung plaza, nggak ada, ini hanya istilah orang Medan. Jalan terus sekitar 300meter mengikuti arah kendaraan disamping Anda. Setelah itu Anda akan temui diseberang kanan ada kantor Telkom (speedy), lewat lagi sedikit beberapa tarikan nafas, Anda akan temui ada jalan ke kiri, itulah jalan Polonia.
Dari ujung jalan itu Anda jalan lurus sekitar 800 meter. Luruuus.s.ss. aja. Nanti Anda akan menemukan ada keramaian dng perkiran mobil dan motor. Lihat disebelah kiri, ada tenda dan tendanya, warna biru?. Itulah dia. Tapi kalo Anda males jalan ya udah panggil aja BETOR, becak motor. Paling cuman Rp. 5rb tarifnya. Deket kok.
Hotel lain yg dekat dng lokasi adalah Hotel Polonia di jalan Jend. Sudirman. Kalo dari sini saya nggak menyarankan jalan kaki deh. Bisa gempor boss. Apalagi pulang pergi, bisa ngesot. Mending naik BETOR lagi aja. Paling tarifnya Rp. 15rb doang. Dan jangan lupa nego dulu ama pengemudinya, jangan main naik aja. Bahaya, nanti dia suka ngasih harga sesuka udelnya.
Hotel lainnya seperti Hotel Danau Toba dan Hotel Tiara Medan. Tarifnya relatif sama sekitar Rp. 15rb. So, kalo pengen tahu rasanya Mie Soup yang satu ini, Mie Soup Blitar. Silahkan kunjungi. Dijamin nggak nyesel, karena INI MEDAN BUNG. Surga kuliner Sumatera. Selamat mencoba.
Di Medan, Mie Soup adalah makanan yg banyak disukai masyarakat. Seperti saya sampaikan diatas. Sajiannya terdiri dari mie kuning atau mie putih/ mie hun (tergantung selera Anda), irisan daging ayam, taburan bawang goreng dan daun seledri dan ada tampahan potongan risol kecil. Tapi di tempat yang satu ini agak berbeda.
Namanya Mie Soup Blitar. Agak membingungkan memang. Apa bener di Blitar ada mie soup ?. Kok SBY nggak pernah cerita yah..?.
Terletak diemperan ujung jalan Polonia. Sekali lagi jalan Polonia. Bukan jalan deket bandara Polonia. Ini agak keluar dari sekitar bandara Polonia. Pas diluar pagar yayasan pendidikan "Sekolah Polonia". Kira-kira 800meter dari persimpangan jalan Mongonsidi Plaza. Berada dibahu kiri jalan. Dipayungi terpal biru (warna ini sepertinya udah jadi standar wajib tenda pedagang emperan deh). Kursi alakadarnya terbuat dari kayu dan papan, memanjang mengikuti panjang mejanya. Nggak nyaman banget deh pokoknya. Ada sekitar 6 meja panjang. Tapi yg nggak enaknya, tempat ini buka mulai jam 17.00 sampai habis (sekitar jam 19.30 wib). Sebentar doang udah gitu waktunya itu adalah waktu yg nanggung utk makanan agak berat seperti ini. Tapi tetep aja setiap hari selalu rame. Habis enak sih.
Harganya relatif murah satu porsi Rp. 9.000 kalo setengah porsi Rp. 6.000. Kuahnya agak pekat, dan terasa gurih, sedikit manis (manis kecap). Nah yg membedakannya Mie Soup Blitar ini dari Mie Soup lainnya adalah disajikan dng sepotong ayam goreng yg digoreng kering (tapi kalo Anda lagi laper dan pingin dua potong atau lebih silahkan). Jadi sajiannya adalah semangkuk Mie Soup Ayam Blitar dan satu porsi ayam goreng kering. Ayam goreng ini disajikan terpisah dan disajikan dng sambel kecap khusus yg ditaburi bawang goreng. Satu porsi ayam gorengnya Rp. 15.000. Jadi satu porsi komplit adalah Rp. 24.000. Cukup murah lah ya.
Lokasi ini paling mudah dicapai bagi Anda yg menginap di Hotel Pardede, Jl. Juanda. Jalan Juanda dan Jl. Mongondisi saling menyambung. Dari Hotel Anda ambil arah kiri. Jalan terus ke arah MONJA. MONJA ini singkatan dari Mongonsidi Plaza, tempat jual barang-2 2nd dari luar. Tapi jangan pernah Anda membayangkan ada gedung plaza, nggak ada, ini hanya istilah orang Medan. Jalan terus sekitar 300meter mengikuti arah kendaraan disamping Anda. Setelah itu Anda akan temui diseberang kanan ada kantor Telkom (speedy), lewat lagi sedikit beberapa tarikan nafas, Anda akan temui ada jalan ke kiri, itulah jalan Polonia.
Dari ujung jalan itu Anda jalan lurus sekitar 800 meter. Luruuus.s.ss. aja. Nanti Anda akan menemukan ada keramaian dng perkiran mobil dan motor. Lihat disebelah kiri, ada tenda dan tendanya, warna biru?. Itulah dia. Tapi kalo Anda males jalan ya udah panggil aja BETOR, becak motor. Paling cuman Rp. 5rb tarifnya. Deket kok.
Hotel lain yg dekat dng lokasi adalah Hotel Polonia di jalan Jend. Sudirman. Kalo dari sini saya nggak menyarankan jalan kaki deh. Bisa gempor boss. Apalagi pulang pergi, bisa ngesot. Mending naik BETOR lagi aja. Paling tarifnya Rp. 15rb doang. Dan jangan lupa nego dulu ama pengemudinya, jangan main naik aja. Bahaya, nanti dia suka ngasih harga sesuka udelnya.
Hotel lainnya seperti Hotel Danau Toba dan Hotel Tiara Medan. Tarifnya relatif sama sekitar Rp. 15rb. So, kalo pengen tahu rasanya Mie Soup yang satu ini, Mie Soup Blitar. Silahkan kunjungi. Dijamin nggak nyesel, karena INI MEDAN BUNG. Surga kuliner Sumatera. Selamat mencoba.
SATE PADANG AJO, MERDEKA WALK, MEDAN
Halo. Ini ada satu lagi tempat makan Sate Padang yang lumayan ueenaks. Dan harganya relatif murah. Asli, satenya enak, harganya murah dan tempatnya di tengah kota Medan, so gampang nyamperinnya.
Namanya, Sate Padang Ajo. Lokasi tepat disudut jalan yang melingkari Merdeka Walk. Di sudut jalan depan kantor Asuransi Jasindo. Lebih tepatnya lagi diseberang McDonald Merdeka Walk. Tahu khan Merdeka Walk Medan. Ituloh tempat nongkrong orang Medan yg lagi suntuk atau nggak ada kerjaan. Yah...tempat nongkrongnya orang Medan ngabisin waktunya sambil makan-makanlah. Tapi makan di Merdeka Walk ini harganya agak lumayan mahal Boss. But....kalo Sate Padang Ajo ini nggak, karena diluar wilayah Merdeka Walk.
Pilihan satenya standardlah. Ada daging ayam, daging sapi, ada jantung sapi, babat sapi, usus sapi, lidah sapi, tetelan sapi & kerang. Tekstur bumbunya agak kasar dan tidak terlalu kental. Warnya kuning kunyit. Aromanya....wuuiii.i..hh. Wangi dan sedap. Rasanya...Mantrap Boss.... dan makannya bisa ditemenin ama krupuk jange' AKA krupuk kulit sapi. Wa.a.ahh..h makin mantrap choi...
Harga nggak mahal. Satu porsi hanya Rp. 14ribu. Kalo pake lontong satu porsi satenya tujuh tusuk. Tapi kalo nggak peke lontong satenya delapan tusuk. Sate Padang Ajo Merdeka Walk ini buka mulai pukul 17.00 sampe 23.00 wib. Bisa lewat atau juga bisa lebih cepat tutupnya, tergantung serbuan pelanggan. Dilokasi hanya ada 3 meja papan dan beberapa kursi plastik tanpa senderan. So yg sakit pinggang atau punggung mending makan di mobil aja. Ntar malah pegel pegel. Dan emang kebanyakan pelanggan yg makan disini lebih suka makan di mobil mereka. Khan lebih sejuk pake AC mobil. Atau mereka mungkin agak malu kali makan disini, takut keliatan relasi atau temen mereka, ja'im...ja'im. Atau mereka takut ketahuan ama pasangannya, soalnya labi bawa selingkuhan. What ever lah, terserah mereka. Penting...makan, enak dan nyaman.
Seperti yg telah saya sampaikan diatas, Sate Padang Ajo Merdeka Walk ini berada di emperan jalan lingkar Merdeka Walk. Artinya lokasinya tepat dijantung kota Medan. Jadi sangatlah mudah mencapai tempat ini. Untuk para tamu kota Medan yg kebetulan menginap di Hotel Dharma Deli dan Hotel Arya Duta. Wah gampang sekali. Apalagi kalo nanti Hotel Aston sudah diresmikan, lebih deket lagi. emang diseberang Merdeka Walk.
Untuk yg menginap di Hotel Dharma Deli, kalo mau kesini Anda tinggal keluar dari halaman parkir depan. Setelah Anda keluar dan berada dipinggir jalan Anda tolehkan kepala ke kanan. Anda akan melihat Logo McDonald. Dan terlihat juga disudut sebrang jalan diantara seliweran mobil ada logo Asuransi Jasindo. Didepannya ada lapak dan agak rame. Itulah dia. Jarak dari hotel Dharma Deli paling cuma 300meter. Gampangkhan..
Kalo dari Hotel Arya Duta juga gampang. Keluar dari loby hotel, Anda tanya aja Merdeka Walk ke arah mana sama petugas security. Maka Anda berjalanlah ke arah Merdeka Walk. Sekitar 500 meterlah. Dan diujung jalan tersebut, dihadapan Anda adalah Merdeka Walk. Tengok ke kanan sekitar jarak 100meter, terlihatlah Logo McDonald. Disebrangnya ada kantor Asuransi Jasindo, itulah dia Sate Padang Ajo Merdeka Walk. Hajar Boss.s....
Kalo dari Hotel JW Marriot. Dan Anda suka jalan kaki juga gampang. Anda keluar dari Loby, Tanya ke petugas hotel arah Merdeka Walk. Dan ikutilah arah yang ditunjukan. Anda berjalan lurus aja, terus lurus kurang lebih 500meter Anda akan tiba di kawasan Merdeka Walk. Terlihat Logo McDonald dan diseberangnya ada kantor Asurandi Jasindo, itulah dia. Tapi kalo males jalan, silahkan naik BETOR, Becak Bermotor. Tarif paling 5ribu. Tapi tetep, nego dulu. Kalo nggak, gawat bisa jadi 15ribu.
Intinya kalo Anda ingin mencoba Sate Padang Ajo ini, dari manapun arah Anda, dimanapun Anda menginap, patokannya adalah Merdeka Walk dan restoran cepat saji McDonaldnya. Diseberangnya itu Sate Padang Ajo Merdeka Walk.
Jadi kalo pagi atau siang hari Anda pengen makan Sate Padang dan ingin yg deket Merdeka Walk, ada Sate Padang Bata. Dan kalo Malam hari ada Sate Padang Ajo Merdeka Walk. Silahkan tentukan sendir kapan Anda mau nyoba makan Sate Padang. INI MEDAN BUNG, surga kuliner di Sumatera. Enjoy..........
Namanya, Sate Padang Ajo. Lokasi tepat disudut jalan yang melingkari Merdeka Walk. Di sudut jalan depan kantor Asuransi Jasindo. Lebih tepatnya lagi diseberang McDonald Merdeka Walk. Tahu khan Merdeka Walk Medan. Ituloh tempat nongkrong orang Medan yg lagi suntuk atau nggak ada kerjaan. Yah...tempat nongkrongnya orang Medan ngabisin waktunya sambil makan-makanlah. Tapi makan di Merdeka Walk ini harganya agak lumayan mahal Boss. But....kalo Sate Padang Ajo ini nggak, karena diluar wilayah Merdeka Walk.
Pilihan satenya standardlah. Ada daging ayam, daging sapi, ada jantung sapi, babat sapi, usus sapi, lidah sapi, tetelan sapi & kerang. Tekstur bumbunya agak kasar dan tidak terlalu kental. Warnya kuning kunyit. Aromanya....wuuiii.i..hh. Wangi dan sedap. Rasanya...Mantrap Boss.... dan makannya bisa ditemenin ama krupuk jange' AKA krupuk kulit sapi. Wa.a.ahh..h makin mantrap choi...
Harga nggak mahal. Satu porsi hanya Rp. 14ribu. Kalo pake lontong satu porsi satenya tujuh tusuk. Tapi kalo nggak peke lontong satenya delapan tusuk. Sate Padang Ajo Merdeka Walk ini buka mulai pukul 17.00 sampe 23.00 wib. Bisa lewat atau juga bisa lebih cepat tutupnya, tergantung serbuan pelanggan. Dilokasi hanya ada 3 meja papan dan beberapa kursi plastik tanpa senderan. So yg sakit pinggang atau punggung mending makan di mobil aja. Ntar malah pegel pegel. Dan emang kebanyakan pelanggan yg makan disini lebih suka makan di mobil mereka. Khan lebih sejuk pake AC mobil. Atau mereka mungkin agak malu kali makan disini, takut keliatan relasi atau temen mereka, ja'im...ja'im. Atau mereka takut ketahuan ama pasangannya, soalnya labi bawa selingkuhan. What ever lah, terserah mereka. Penting...makan, enak dan nyaman.
Seperti yg telah saya sampaikan diatas, Sate Padang Ajo Merdeka Walk ini berada di emperan jalan lingkar Merdeka Walk. Artinya lokasinya tepat dijantung kota Medan. Jadi sangatlah mudah mencapai tempat ini. Untuk para tamu kota Medan yg kebetulan menginap di Hotel Dharma Deli dan Hotel Arya Duta. Wah gampang sekali. Apalagi kalo nanti Hotel Aston sudah diresmikan, lebih deket lagi. emang diseberang Merdeka Walk.
Untuk yg menginap di Hotel Dharma Deli, kalo mau kesini Anda tinggal keluar dari halaman parkir depan. Setelah Anda keluar dan berada dipinggir jalan Anda tolehkan kepala ke kanan. Anda akan melihat Logo McDonald. Dan terlihat juga disudut sebrang jalan diantara seliweran mobil ada logo Asuransi Jasindo. Didepannya ada lapak dan agak rame. Itulah dia. Jarak dari hotel Dharma Deli paling cuma 300meter. Gampangkhan..
Kalo dari Hotel Arya Duta juga gampang. Keluar dari loby hotel, Anda tanya aja Merdeka Walk ke arah mana sama petugas security. Maka Anda berjalanlah ke arah Merdeka Walk. Sekitar 500 meterlah. Dan diujung jalan tersebut, dihadapan Anda adalah Merdeka Walk. Tengok ke kanan sekitar jarak 100meter, terlihatlah Logo McDonald. Disebrangnya ada kantor Asuransi Jasindo, itulah dia Sate Padang Ajo Merdeka Walk. Hajar Boss.s....
Kalo dari Hotel JW Marriot. Dan Anda suka jalan kaki juga gampang. Anda keluar dari Loby, Tanya ke petugas hotel arah Merdeka Walk. Dan ikutilah arah yang ditunjukan. Anda berjalan lurus aja, terus lurus kurang lebih 500meter Anda akan tiba di kawasan Merdeka Walk. Terlihat Logo McDonald dan diseberangnya ada kantor Asurandi Jasindo, itulah dia. Tapi kalo males jalan, silahkan naik BETOR, Becak Bermotor. Tarif paling 5ribu. Tapi tetep, nego dulu. Kalo nggak, gawat bisa jadi 15ribu.
Intinya kalo Anda ingin mencoba Sate Padang Ajo ini, dari manapun arah Anda, dimanapun Anda menginap, patokannya adalah Merdeka Walk dan restoran cepat saji McDonaldnya. Diseberangnya itu Sate Padang Ajo Merdeka Walk.
Jadi kalo pagi atau siang hari Anda pengen makan Sate Padang dan ingin yg deket Merdeka Walk, ada Sate Padang Bata. Dan kalo Malam hari ada Sate Padang Ajo Merdeka Walk. Silahkan tentukan sendir kapan Anda mau nyoba makan Sate Padang. INI MEDAN BUNG, surga kuliner di Sumatera. Enjoy..........
Langganan:
Postingan (Atom)