SELAMAT BERIBADAH PUASA

Sabtu, 22 Mei 2010

Mie Jawa & Bajigur KADIN, Yogyakarta

Malam hari di Yogyakarta. Bingung mau makan dimana. Memang makanan khas kota Yogyakarta ini Gudeg yang sudah terkenal diseluruh dunia. Tapi saya mau mencoba makanan baru. Maka saya minta pendapat teman saya untuk menunjukan tempat makan ditempat yang cukup terkenal di Yogya ini. Dia menyarankan untuk mencoba Mie Jawa & Bajigur KADIN………

Kesanalah kami meluncur dari tempat kami menginap di hotel Novotel Yogyakarta. Maaf, saya dahulu memang sering ke kota Yogyakarta ini, tapi tetap saja saya tidak paham kemana kami bergerak. Dari hotel ternyata tidak terlalu jauh. Hanya memakan waktu 15 menit. Jalanan cukup sepi, maklum sudah pukul 21.00. tibalah kami ditempat yang di tuju; Mie Jawa & Bajigur KADIN.

Tempatnya old style, sederhana sekali. Lantainya hanya lantai biasa, dng meja kayu dan kursi plastic. Cukup luas dan cukup nyaman, tidak sempit. Lokasi di Jl. Bintara Kulon No. 6, Yogyakarta. Semula saya menduga dinakaman Mie Jawa KADIN mungkin karena dekat dng kantor KADIN (Kamar Dagang & Industri). Ternyata KADIN disini adalah KArto kasiDIN. Mungkin nama pendirinya.
Menu yang tersedia; Mie Rebus & Mie Goreng Jawa. Atau Capcay Rebus dan Capcay Goreng Jawa. Tak ada makanan lain. Minumannya; Bajigur.

Saya pesan Mie Rebus Jawa dan Bajigur. Teman saya memesan capcay goreng dan the manis hangat. Mie rebusnya tidak jauh dengan mie rebus pada umumnya. Mie kuning dengan irisan daging ayam, telur ayam yang diacak, irisan kol, tomat merah dan irisan daun bawang serta taburan bawang goreng. Katanya daging ayamnya ini ayam kampong. Bukan ayam potong. Disini nggak ada sambel. Tapi kita disediakan cabe hijau. Jika anda pingin sedikit lebih pedas, silahkan gigit cabe-cabe rawit yang pedas itu, tersedia disetiap meja. Bajigurnya adalah minuman dengan dari gula merah dan santan dengan potongan roti tawar dan kelapa muda. Hemmm..mm.. sungguh enak.

Sambil menikmati makan malam yang sudah kelewat malam. Kami dihibur dengan sajian music keroncong. Makin terasa nuansa jaman dulunya. Musik keroncong disini live. Kita bia juga ikut menyanyi atau meminta lagu yang kita inginkan. Mulai dari lagu Bengawan Solo-nya Gesang sampai lagunya Nidji, bisa anda minta. Betul-betul yogya nih disini…

Mie Ayam Jawa & Bajigur KADIN buka dari pukul 10.00 hingga 24.00 setiap hari. Dan meski waktu telah menunjukan hampir pukul 22.00, masih banyak orang yang datang untuk menikmati mei jawa KADIN yang terletak berseberangan dengan mini market Super Indo ini. Bila Anda ke Yogyakarta dan ingin makam mie rebus, cobalah untuk mencicipi Mie Jawa & Bajigur KADIN. Nggak menyesal.

Senin, 10 Mei 2010

Ayam Goreng Lombok Idjo, Semarang, Jawa Tengah

Tiba di Semarang disambut hujan yang sangat lebat. Sementara saya harus meneruskan perjalanan ke Yogyakarta. Perut sudah mulai lapar. Dan makanan di Bandara Ahmad Yani ini rasanya kurang pas. Mumpung di Semarang, lebih baik mencoba masakan kota Semarang. Dengan menggunakan taxi saya keluar bandara menuju kota dan saya tanyakan ke supir taxi, diamana tempat makan yang murah, terkenal dan lumayan enak. Supir taxi menyarankan saya mencoba rumah makan Ayam Goreng Lombok Idjo di jalan Gajah Mada…….

Ramai sekali rumah makan Lombok Idjo ini. parkir yang tersedia hamper penuh. Untungnya masih ada meja yang kosong. Seorang pelayan memberikan saya daftar menu. Menu yang tersaji banyak sekali. tapi sepertinya menu utama di sini adalah ayam goreng dan ayam bakar. Harganya ternyata murah sekali; Ayam goreng atau ayam bakar Rp. 7.000. dan disini juga dijual kepala ayam dengan harga Rp. 1.500, ati goreng dan ampela Rp. 3.000. ada juga empal penyet dengan sambel terasi atau sambel bawang atau sambel Lombok ijo seharga Rp. 9.000. Empal goreng seharga Rp. 7.000. tahu dan tempe goreng Rp. 3.500. Meski harganya relative murah ternyata potongan ayam maupun tahu-tempenya lumayan besar.

Semula saya mengira ayam gorengnya disajikan dengan bumbu yang berbeda. Tapi ternyata ayam gorengnya biasa saja. Tidak ada yang istimewa baik dari penyajian maupun rasa. Nyaris sama dengan ayam goreng di rumah makan padang. Bahkan disini bisa dikatakan bumbu dan rasanya kurang berani. Disajikan dengan sambel goreng cabai hijau. Dan sambelnya mirip-mirip dengan sambel hijau diumah makan padang juga. Kalau untuk lidah saya yang sering mencicipi masakan Sumatera yang berani bermain dangan bumbu, rasanya ayam goreng Lombok Idjo ini kurang nendang. Tapi ayam bakarnya lumayan. Rasa manis kecapnya lumayan enak. Tiap porsi tahu dan tempenya ada 3 potong. Jumlah yang lumayan untuk sekali makan. Tapi yang membingungkan tempat makan ini selalu ramai. Apakah karena harganya yang murah itu. Bisa saja.

Rumah makan Ayam Goreng Lombok Idjo ini buka dari jam 10.00 sampai 21.30 wib. Berada dijalan Gajah Mada no. 158. Diseberang Omah Mode, Semarang. Tempat makannya kurang lapang. Kursi dan meja yang tersedia sepertinya agak rapat. Jadi kalau kita makan disini berama keluarga dan ada anak-anak yang ikut agak repot nih. Agak sumpek dan kurang nyaman. Tapi untuk harga yang murah seperti itu, lumayanlah. Apalagi kalo kita ditodong untuk traktir temen-temen sementara kita lagi nggak bawa uang cukup. Bawa saja temen-temen ke rumah makan Lombok Idjo ini. Semua beres. Semua bisa makan, bisa kenyang, dan dompet tetap aman di rumah makan Ayam Goreng Lombok Idjo….