Kebetulan beberapa hari kemarin saya dan juga beberap rekan dan atasan berada di kota Pekanbaru untuk suatu tugas. Tugas mulia. Berusaha memberikan layanan dan memenuhi kebutuhan masyarakan kota Pekanbaru akan komunikasi selular. Dan hari Jum’at kemarin adalah hari terakhir kami disana. Sebelum meninggalkan kota Pekanbaru saya dan rekan saya berencana buka puasa dng makanan khas kota Pekanbaru. Setelah berdiskusi dan meminta saran termasuk dari driver kami yg memang penduduk kota Pekanbaru, maka kami memilih buka puasa makan Soup Tunjang. Dan pilihannya adalah Rumah Makan Soup Tunjang Pertama di jalan Pinang……..
Namanya memang Rumah Makan Sop Tunjang Pertama. Saya sendiri kurang tahu, apakah memang rumah makan ini yang pertama kali memperkenalkan sop tunjang atau hanya sekedar namanya saja. Teletak dijalan Pinang No. 36. Masuk dari jalan Jend. Sudirman belok kiri, setelah melewati tempat makan durian Yudi. Masuk kedalam jalan Pinang sekitar 100 meter saja. Berada disebelah kanan jalan, bangunan masih dari papan, berwarna cat orange tapi bersih dan tertata rapi. Nyaman… dan bagi Anda yang menginap di Hotel Pangeran Jl. Jend. Sudirman, Pekanbaru. Tinggal menyebrangi jalan Jend. Sudirman. Jalan Pinang ini berada persis lurus dng pintu keluar Hotel Pangeran, Pekanbaru. Dekat sekali.
Menu yang disediakan antara lain, Sop Daging Sapi, Sop Ayam dan tentu saja Sop Tunjang. Saya penasaran, seperti apa sih yang namanya Sop Tunjang itu. Apakah memang potongan daging tunjang yang disopu. Atau sejumlag dengkul sapi yang masih terbungkus daging tunjang yang di sop. Bingung…makanya saya mau coba.
Kami masing-masing memesan satu porsi Sop Tunjang dan sepiring nasi. Dan ya ampun nasinya sedikit sekali. Bila dibanding dng nasi padang yang terkadang kelewat banyak. Tapi jangan khawatir, bisa nambah kok.
Tidak berapa lama hidangan datang. Ternyata yang namanya Sop Tunjang itu nggak beda dng Sop daging sapi lainya. Yaitu; semangkok Sop berisi potongan daging sapi, ada tulang iga yang terbungkus daging, juga tulang lainnya dengan daging dan tetelan yang masih menempel dan sekerat tunjang. Isi yang disajikan memang nggak jauh berbeda dengan soup pada umumnya. Tapi aromanya berbeda dng sop dari Medan atau sop dari Aceh. Aroma lada dan daun seledri sangat terasa. Hhe.e m m m… karena belum beduk, jadi kami hanya bisa mencium aromanya saja dulu. Belum boleh mencicipi, belum waktunya untuk berbuka puasa. Semuanya pura-pura cuek, padahal hidung ini sudah kembang kempis berusaha menahan sambaran aroma merica dan daun seledri dari Sop Tunjang yang sudah terhidang ini. Kok perasaan waktu jadi makin lambat yah… tik…tik…tik…….tik……..tik…….tik…..
Tidak beberapa lama tiba-tiba suasana menjadi hening, yah karena semua tamu berusaha memasang telinga masih-masing, sensor telinga menjadi peka. Berusaha menangkap kalau-kalau ada suara adzan berkumandang. Dan benar saja, sayup-sayup terdengar suara adzan. Alhamdulillah..tiba juga waktunya berbuka puasa. Segera saya mencicipi kuahnya….yap…seperti dugaan saya, terasa sekali pedas merica. Nikmat sekali ditambah dng taburan daun seledri yang harum mengundang selera.
Setelah minum air putih dan sedikt cemilan ringan. Bersiap mencoba hidangan Sop Tunjang. Sebelumnya tambah sedikit kecap manis, beberapa tetes sari jeruk nipis dan sedikit sambal sebagai penambah selera. Dan rasanya sungguh nikmat. Dan biar lebih berfariasi saya tambahkan krupuk kulit dipiring nasi saya. Biar ada sensasi kriuknya….
Rumah Makan Sop Tunjang Pertama ini buka hingga pukul 20.30 wib. Dan rumah makan ini lumayan luas. Ada sekitar 20 meja tersedia bagi tamu. Jadi meski terlihat kecil tapi cukup luas. Cocok juga untuk menjamu rekan kerja atau keluarga. Dan harganya juga murah. Kami makan bertiga dng pesanan yang sama Sop Tunjang, tidak sampai Rp. 50.000. Murah ya… padahal kami makan bertiga. Mungkin karena yang kita pesan kebanyakan tulangnya kali yah…ha…ha…ha… tapi walau begitu sajian Sop Tunjang Pertama ini nikmat dan lezat. Meski harganya relative murah. Datang yah, silahkan mencoba. Apalagi bagi yang menginap di Hotel Pangeran, dekat kok… selamat mencoba.
Sabtu, 12 September 2009
Jumat, 14 Agustus 2009
Kedai Sudi Mampir, Batam, Kepulauan Riau
Duh…ada-ada saja mitra perusahaan tempat ku kerja yang satu ini. Jam 14.00 tadi sewaktu makan siang dia tiba-tiba nelpon dan bilang minta tolong agar saya bisa mempresentasikan ttg salah satu program kemitraan di perusahaan tempat saya bekerja. Katanya dia kebetulan sedang rakor dng beberapa Mgr. Branchnya. Saya akhirnya meluncur kesana sementara waktu sudah menunjukan pukul 16.40. Ya soalnya saya bilang saya selesaikan dulu beberapa pekerjaan saya.
Presentasi hanya berjalan sebentar, sekitar 1 jam lebih sedikit. Acara selesai, waduh mau balik ke kantor nih tapi nanggung, kayaknya mending makan dulu baru balik ke kantor. Ya sudah sekalian aja sambil ambil ticket pesawat buat balik ke Medan di daerah Windsor. Selesai ambil ticket pengen makan yang berkuah dan panas. Apa yah yang enak. Dan kebetulan di sekitar Windsor & Penuin emang banyak tempat makan. Dan….jreng…..dipinggir jalan ada tempat makan dng tulisan; Kedai Sudi Mampir. Sop Kaki Kambing & Sate Kambing……hemm..m.m. kayaknya perlu dicoba nih…..
Tempat makannya terletak dipinggir jalan Pembangunan Blok. B, dikenal dengan daerah Penuin. Dari daerah Windsor lurus aja. Posisinya disebelah Hotel 89. Sebelah kiri jalan. Dideket toko-toko yang jual helmet. Dan ternyata yang disajikan tidak hanya sop buntut dan sate kambing. Ada juga sop daging kambing. Tempatnya bersih dan lumayan lapang.
Saya sempet salah. Kirain kita tinggal pesen doang sama pelayannya. Ternyata kita bisa memilih sendiri campuran sop kambinnya. Diatas meja deket tukang masaknya ada 3 baskom. Dan disetiap baskom ada potogan kambing. Yang satu baskom berisi potongan kaki kambing. Dan harga perpotongnya Rp. 8.000. potongannya lumayan besar. Ditangah ada baskom berisi potongan daging kambing. Yang ini sepotongnya Rp. 5.000. Dan dibaskom ke tiga ada campuran potongan lidah kambing, babat, jantung, hati juga ada otak kambing yang sudah dibungkus dbg daun pisang. Dan ini juga Rp. 5.000 perpotong. Cukup murah yah… tapi sewaktu saya tanya torpedo kambing. Dia bilang nggak ada boss…..kurang beruntung saya.
Saya ambil daging kambing 3 potong di piring yang sudah disediakan. Dan memesan orange juice untuk minumnya. Tidak berapa lama minuman datang. Dan saya sudah tidak sabar menunggu sop kambing pesanan saya. Apa bener nih sop kambingnya khas sop kambing Jakarta. Penasaran….. tidak berapa lama kemudian sop kambing yang ditunggu pun datang juga.
Ciluk bakekok….waduh ternyata 3 potong tadi setelah dipotong dng ukuran yang lebih kecil jadinya lumayan banyak, waduh kuat nggak yah ngabisinnya, coba aja dulu deh. Dan kuah sopnya ternyata berwarna agak putih. Tidak bening atau berwarna kuning berlemak. Jangan-jangan kuahnya ini dicampur dengan susu. Sudahlah nanti saja kita tanya. Yang penting sekarang santap malam dulu. Hhmmm.mm. enak juga sop kambing ini. Tambah sedikit kecap manis, kasih sambel secukupnya. Dan nyam..nyam…enak…enak banget. Kalo saya perhatikan sop kambing Kedai Sudi Mampir ini unik. Bumbu sop kambingnya ada potongan tomat, irisan daun bawang, emping, dan yang agak aneh ada irisan jahe dan yang lebih aneh lagi ada irisan kincung (itu loh, bunga Patik Kala kata orang Karo, atau bunga cekala kata orang Medan). Jadi pas kegigit ada sensasi wangi khas kincung. Enak…enak….gurih dan tidak berlemak. Dagingnya empuk sekali. Dan sama sekali nggak berbau, nggak bau bandot maksud saya. Dan sepetinya kambingnya memang kambing muda. Karena tulang rusuknya kecil dan rapuh. Bisa dikunyah.
Selesai makan saya panggil salah satu pelayannya. Saya tanya kenapa kuah sop kambing Kedai Sudi Mampir ini berwarna agak putih. Dan benar dugaan saya, kuahnya dicampur dengan susu bubuk. Katanya supaya tidak berlemak. Dan tidak berminyak dan memang sop kambing ini nggak berlemak dan berminyak.
Kedai Sudi Mampir ini mudah saja untuk dicapai. Apalagi utk Anda yang menginap atau tinggal di apartement Harmoni, Batam. Tingal lurus saja ke arah Penuin, lurus nanti setelah lewat semacam kuil China terus lagi. Melewati Warung Lamongan, sekitar 300 meter sebelah kiri badan jalan. Sebelum hotel 89. Kalau dari hotel Harmoni atau Hotel Panorama naik ojek aja deh. Palig Cuma Rp. 10.000. Bilang aja ke Penuin, ke Hotel 89. Pasti mereka tahu. Jangan khawatir, ojek di Batam sopan-sopan kok. Nggak suka ngerjain atau nipu-nipu.
Dan yap benar saja perut saya kekenyangan. Salah perhitungan nih. Dagingnya tadi kebanyakan. Soalnya tadi siang makan siangnya agak terlambat. Ayo deh..cobain Sop Kambing Kedai Sudi Mampir ini. Enak banget. Sensasi baru khan, Sop Kambing pake Susu. Enak, Gurih dan tidak berlemak…Kalo ke Batam jangan lupa Mampir ya di Kedai Sudi Mampir, Batam.
Presentasi hanya berjalan sebentar, sekitar 1 jam lebih sedikit. Acara selesai, waduh mau balik ke kantor nih tapi nanggung, kayaknya mending makan dulu baru balik ke kantor. Ya sudah sekalian aja sambil ambil ticket pesawat buat balik ke Medan di daerah Windsor. Selesai ambil ticket pengen makan yang berkuah dan panas. Apa yah yang enak. Dan kebetulan di sekitar Windsor & Penuin emang banyak tempat makan. Dan….jreng…..dipinggir jalan ada tempat makan dng tulisan; Kedai Sudi Mampir. Sop Kaki Kambing & Sate Kambing……hemm..m.m. kayaknya perlu dicoba nih…..
Tempat makannya terletak dipinggir jalan Pembangunan Blok. B, dikenal dengan daerah Penuin. Dari daerah Windsor lurus aja. Posisinya disebelah Hotel 89. Sebelah kiri jalan. Dideket toko-toko yang jual helmet. Dan ternyata yang disajikan tidak hanya sop buntut dan sate kambing. Ada juga sop daging kambing. Tempatnya bersih dan lumayan lapang.
Saya sempet salah. Kirain kita tinggal pesen doang sama pelayannya. Ternyata kita bisa memilih sendiri campuran sop kambinnya. Diatas meja deket tukang masaknya ada 3 baskom. Dan disetiap baskom ada potogan kambing. Yang satu baskom berisi potongan kaki kambing. Dan harga perpotongnya Rp. 8.000. potongannya lumayan besar. Ditangah ada baskom berisi potongan daging kambing. Yang ini sepotongnya Rp. 5.000. Dan dibaskom ke tiga ada campuran potongan lidah kambing, babat, jantung, hati juga ada otak kambing yang sudah dibungkus dbg daun pisang. Dan ini juga Rp. 5.000 perpotong. Cukup murah yah… tapi sewaktu saya tanya torpedo kambing. Dia bilang nggak ada boss…..kurang beruntung saya.
Saya ambil daging kambing 3 potong di piring yang sudah disediakan. Dan memesan orange juice untuk minumnya. Tidak berapa lama minuman datang. Dan saya sudah tidak sabar menunggu sop kambing pesanan saya. Apa bener nih sop kambingnya khas sop kambing Jakarta. Penasaran….. tidak berapa lama kemudian sop kambing yang ditunggu pun datang juga.
Ciluk bakekok….waduh ternyata 3 potong tadi setelah dipotong dng ukuran yang lebih kecil jadinya lumayan banyak, waduh kuat nggak yah ngabisinnya, coba aja dulu deh. Dan kuah sopnya ternyata berwarna agak putih. Tidak bening atau berwarna kuning berlemak. Jangan-jangan kuahnya ini dicampur dengan susu. Sudahlah nanti saja kita tanya. Yang penting sekarang santap malam dulu. Hhmmm.mm. enak juga sop kambing ini. Tambah sedikit kecap manis, kasih sambel secukupnya. Dan nyam..nyam…enak…enak banget. Kalo saya perhatikan sop kambing Kedai Sudi Mampir ini unik. Bumbu sop kambingnya ada potongan tomat, irisan daun bawang, emping, dan yang agak aneh ada irisan jahe dan yang lebih aneh lagi ada irisan kincung (itu loh, bunga Patik Kala kata orang Karo, atau bunga cekala kata orang Medan). Jadi pas kegigit ada sensasi wangi khas kincung. Enak…enak….gurih dan tidak berlemak. Dagingnya empuk sekali. Dan sama sekali nggak berbau, nggak bau bandot maksud saya. Dan sepetinya kambingnya memang kambing muda. Karena tulang rusuknya kecil dan rapuh. Bisa dikunyah.
Selesai makan saya panggil salah satu pelayannya. Saya tanya kenapa kuah sop kambing Kedai Sudi Mampir ini berwarna agak putih. Dan benar dugaan saya, kuahnya dicampur dengan susu bubuk. Katanya supaya tidak berlemak. Dan tidak berminyak dan memang sop kambing ini nggak berlemak dan berminyak.
Kedai Sudi Mampir ini mudah saja untuk dicapai. Apalagi utk Anda yang menginap atau tinggal di apartement Harmoni, Batam. Tingal lurus saja ke arah Penuin, lurus nanti setelah lewat semacam kuil China terus lagi. Melewati Warung Lamongan, sekitar 300 meter sebelah kiri badan jalan. Sebelum hotel 89. Kalau dari hotel Harmoni atau Hotel Panorama naik ojek aja deh. Palig Cuma Rp. 10.000. Bilang aja ke Penuin, ke Hotel 89. Pasti mereka tahu. Jangan khawatir, ojek di Batam sopan-sopan kok. Nggak suka ngerjain atau nipu-nipu.
Dan yap benar saja perut saya kekenyangan. Salah perhitungan nih. Dagingnya tadi kebanyakan. Soalnya tadi siang makan siangnya agak terlambat. Ayo deh..cobain Sop Kambing Kedai Sudi Mampir ini. Enak banget. Sensasi baru khan, Sop Kambing pake Susu. Enak, Gurih dan tidak berlemak…Kalo ke Batam jangan lupa Mampir ya di Kedai Sudi Mampir, Batam.
Kamis, 30 Juli 2009
Warung Lamongan, Batam, Kepulauan Riau
Beberapa hari ini pulang kantor selalu telat. Maklum banyak yang mesti di beresin. Seperti hari ini, saya baru pulang kantor pukul 21.30 WIB. Duh udah malem banget, dan tadi lupa mesen makan malam sama OB (office boy). Perut keroncongan nih. Otak langsung connect deh dng perut dan lidah. Urung rembuklah mereka, kira-2 yang enak makan dimana yah malam-2 begini. THINK…THINK…THINK. Akhir terjawab, yang enak makan Bebek Goreng di WARUNG LAMONGAN……..yummy….
Warung Lamongan ini sudah terkenal di kota Batam. Karena tempat makan ini selain makanannya enak-enak. Juga karena tempat makan yang satu ini buka 24 jam. Terpampang jelas di situ, WARUNG LAMONGAN BUKA 24 JAM. Jadi buat yang sedang jalan-2 malam, atau yang kebetulan kena insomenia atau yang baru selesai menjalankan tugas sementara perut keroncongan, tempat ini adalah tempat yang cocok.
Langsung deh meluncur dng sepeda motor andalan ku Suzuki Skywave kesayangan ke lokasi tujuan, Warung Lamongan yang terletak di samping Pek Kong (Windsor) ituloh deket dng Apartement Harmoni. Masih daerah Nagoya, Batam. Pejalanan dari kantor saya di Batam centre sekitar 15 menit. Dan setiba di Warung Lamongan beberapa meja sudah terisi tamu. Ada sekitar 5 meja terisi. Saya langsug pesen Bebek Goreng, dan teh tawar hangat. Kalo di Batam bilangnya Teh O. Kalo es eh manis bilangnya Teh Obeng. Agak aneh ya. Sambil menunggu pesenan, ambil kerupuk. Saya tidak memesan Soto Lamongannya. Soalnya malam begini lebih enak kalo makan nggak berkuah. Lagi pengen yang kering-kering aja.
Sekitar 10 menit kemudian datang pesenan saya. Wuih…Bebek Gorengnya itu, hhmm…harum. Dan terlihat digoreng dng baik. Maksudnya agak kering tapi nggak gosong. Dan matengnya pas. Dan terlihat kalo mereka menyiapkan makanan dan menyajikan dng baik. Karena biasanya kalo kita makan Bebek Goreng coba perhatikan kadang masih ada bulu-bulu nya. Halus memang tapi tentu menurunkan atau bahkan menghilangkan selea makan kita. Tapi di Warung Lamongan ini, bersih, nggak ada sehelai bulupun yang tersisa. Dan ketiak saya cubit sedikit ut test lidah, nyam..nyam….enak dan gurih Boss. Mantap. Bebek Gorengnya disajikan standar tempat Kaman sejenis, ada potongan timun, beberapa pucuk daun kemangi, dan 3 potong kacang pajang dan tentu dan pasti….sambel terasi colek. Langsung cuci tangan, seruput teh O, tuangkan sedikit kecap manis ke sambel tadi. Hajar….nyam…nyam…nyam….mantap. sekejap saya sibuk dng makan malam saya yang telat ini.
Makan disini tergolong murah menurut saya. Artinya kalau dibandingkan dng rasa dan kenikmatan yang kita dapat. Satu porsi Bebek Goreng di Warung Lamongan ini seharga Rp. 17.000. Cukup murah khan. Kalo soto lamongannya Rp. 10.000, kecuali kalo special, maksudnya pake potongan rempelo ati, atau pake bokong ayamnya. Ha…ha..ha… nggak jauh beda yah dng Soto Ayam Joyoboyo. Sajian Soto Ayamnya juga sama saja. Beda-beda tipis aja kok.
Oh iya buat yang nggak suka Bebek Goreng ada pilihan menu lain kok disini. Ada Udang, Kepiting, Ikan Bawal, Ikan Kakap, juga sotong. Dan dimasak dng menu, asam pedas, asam manis, goreng mentega, saos tiram, atau dibakar. Jadi jangan khawatir bila kita kesini beramai-ramai, dan ada diantara kita yang nggak suka Bebek atau Lele, ada pilihan lain kok.
Hargaya befariasi, dari yang termurah, missal Lele seharga Rp. 9.000, sampai dengan yang paling mahal Rp. 35.000 perporsi, yaitu kepiting atau ikan bawal. Jangan lupa, kalo Anda susah tidur, dan sedang berada di kota Batam, silahkan mengunjungi Warung Lamongan. Jamin, enak dan puas.
Warung Lamongan ini sudah terkenal di kota Batam. Karena tempat makan ini selain makanannya enak-enak. Juga karena tempat makan yang satu ini buka 24 jam. Terpampang jelas di situ, WARUNG LAMONGAN BUKA 24 JAM. Jadi buat yang sedang jalan-2 malam, atau yang kebetulan kena insomenia atau yang baru selesai menjalankan tugas sementara perut keroncongan, tempat ini adalah tempat yang cocok.
Langsung deh meluncur dng sepeda motor andalan ku Suzuki Skywave kesayangan ke lokasi tujuan, Warung Lamongan yang terletak di samping Pek Kong (Windsor) ituloh deket dng Apartement Harmoni. Masih daerah Nagoya, Batam. Pejalanan dari kantor saya di Batam centre sekitar 15 menit. Dan setiba di Warung Lamongan beberapa meja sudah terisi tamu. Ada sekitar 5 meja terisi. Saya langsug pesen Bebek Goreng, dan teh tawar hangat. Kalo di Batam bilangnya Teh O. Kalo es eh manis bilangnya Teh Obeng. Agak aneh ya. Sambil menunggu pesenan, ambil kerupuk. Saya tidak memesan Soto Lamongannya. Soalnya malam begini lebih enak kalo makan nggak berkuah. Lagi pengen yang kering-kering aja.
Sekitar 10 menit kemudian datang pesenan saya. Wuih…Bebek Gorengnya itu, hhmm…harum. Dan terlihat digoreng dng baik. Maksudnya agak kering tapi nggak gosong. Dan matengnya pas. Dan terlihat kalo mereka menyiapkan makanan dan menyajikan dng baik. Karena biasanya kalo kita makan Bebek Goreng coba perhatikan kadang masih ada bulu-bulu nya. Halus memang tapi tentu menurunkan atau bahkan menghilangkan selea makan kita. Tapi di Warung Lamongan ini, bersih, nggak ada sehelai bulupun yang tersisa. Dan ketiak saya cubit sedikit ut test lidah, nyam..nyam….enak dan gurih Boss. Mantap. Bebek Gorengnya disajikan standar tempat Kaman sejenis, ada potongan timun, beberapa pucuk daun kemangi, dan 3 potong kacang pajang dan tentu dan pasti….sambel terasi colek. Langsung cuci tangan, seruput teh O, tuangkan sedikit kecap manis ke sambel tadi. Hajar….nyam…nyam…nyam….mantap. sekejap saya sibuk dng makan malam saya yang telat ini.
Makan disini tergolong murah menurut saya. Artinya kalau dibandingkan dng rasa dan kenikmatan yang kita dapat. Satu porsi Bebek Goreng di Warung Lamongan ini seharga Rp. 17.000. Cukup murah khan. Kalo soto lamongannya Rp. 10.000, kecuali kalo special, maksudnya pake potongan rempelo ati, atau pake bokong ayamnya. Ha…ha..ha… nggak jauh beda yah dng Soto Ayam Joyoboyo. Sajian Soto Ayamnya juga sama saja. Beda-beda tipis aja kok.
Oh iya buat yang nggak suka Bebek Goreng ada pilihan menu lain kok disini. Ada Udang, Kepiting, Ikan Bawal, Ikan Kakap, juga sotong. Dan dimasak dng menu, asam pedas, asam manis, goreng mentega, saos tiram, atau dibakar. Jadi jangan khawatir bila kita kesini beramai-ramai, dan ada diantara kita yang nggak suka Bebek atau Lele, ada pilihan lain kok.
Hargaya befariasi, dari yang termurah, missal Lele seharga Rp. 9.000, sampai dengan yang paling mahal Rp. 35.000 perporsi, yaitu kepiting atau ikan bawal. Jangan lupa, kalo Anda susah tidur, dan sedang berada di kota Batam, silahkan mengunjungi Warung Lamongan. Jamin, enak dan puas.
Minggu, 26 Juli 2009
Soto Ayam Joyoboyo, Batam, Kepulauan Riau
Ada satu tempat makan khas Jawa Timur-an di kota Batam. Tempatnya juga tidak terlalu jauh dari pusat kota. Masih disekitar Nagoya Hill. Sekitar 100 meter dari Batam Lucky Plaza atau 200 meter dari Nagoya Hill Mall. Nama tempat makan itu, Soto Ayam Joyoboyo……
Terletak dipersimpangan sekitar jalan Sakura Ampan. Sekitar 200 meter dari pintu masuk selatan Nagoya Hill, atau bila dari Batam Lucky Plaza sekitar 100 meter kea rah Nagoya Hill. Jadi Soto Ayam Joyoboyo ini berada ditengah kedua tempat tadi.
Buka mulai jam 07.30 pagi sampai pukul 11.00 malam. Buka setiap hari. Tempatnya berada diemperan persimpangan jalan Sakura Ampan. Tepat disudut jalan. Dan jalan Sakura Ampan ini bukanlah jalan raya, sehingga tempat ini sedikit nyaman dari lalu lalang kendaraan bermotor. Ada beberapa meja makan yang disediakan hingga ke badan jalan. Karena salah satu jalannya memang buntu. Jadi nggak ada kendaraan yang melintas. Paling untuk parkir.
Sajiannya nggak banyak. Paling yang ada, Soto Ayam, Tahu Tek, Pecel Lele, Ayam Penyet & Tahu-Tempe Penyet. Tapi bagi saya dan beberapa rekan-rekan saya, rasanya ada yang tidak pas bilamana sedang berada di Batam tapi tidak mampir untuk makan ditempat yang satu ini. Ya…karena Soto Ayam Joyoboyo ini memang enak sekali. Belum lagi Pecel Lelenya, sambelnya itu uenaks sekali. Terus bagi yang suka Tahu Tek, nah ini rasanya juga mantap.
Sotonya kalo menurut saya seperti Soto Ambengan, ituloh Soto khas Surabaya. Kuahnya kuning, ada potongan ayam, mi hun, irisan kol dan ada taburan bumbu yang digoreng. Saya nggak tahu namanya apa. Kemudian Tahu Tek, ini adalah potongan tahu goreng, potongan kentang rebus, potongan telur dadar, dan potongan lontong nasi. Diguyur dengan bumbu kacang seperti pecel. Dahsyat men, enak banget. Dan dijamin satu piring Tahu Tek kenyang deh perut kita. Tapi buat rekan yang doyan makan dan punya ukuran lambung lumayan silahkan nambah.
Menu lainnya adalah Pecel Lele, dan juga ayam penyet. Sajiannya standar seperti Pecel Lele atau Ayam Penyet pada umumnya. Dan seperti di tempat lain yang menyajikan Pecel Lele atau Ayam Penyet yang menjadi keunggulan atau perbedaaan adalah sambelnya. Disini buat saya sambelnya agak berbeda dari yang lain. Lebih wangi, dan pedesnya pas. Saya lebih suka jika sambel tersebut diguyur dengan sedikit kecap manis. Nyam……uenak man.
Harga perporsi makanan disini tergolong murah. Untuk Soto Ayamnya perporsi antara 15.000 sampai 17.000 Rupiah. Kok berbeda, ya beda bila kita minta sajiannya berbeda. Contoh kalo saya suka sekali bila ditambah dengan potongan bagian brutu ayam. Ituloh, bagian bokong ayamnya…ha…ha…ha…. Atau ada juga rekan saya yang kalo makan Soto Ayam disini minta ditambah dengan kepala ayam. Ini mungkin bagi sebagian orang juga aneh dan lumayan sadis..ha...ha...ha. Tapi itulah selera, setiap orang punya selera yang berbeda terhadap suatu makanan. Untuk Tahu Tek perporsi harganya 10.000, Pecel lele atau Ayam Penyet sama sekitar 15.000. Masih termasuk murahkan…? Maklum ini Batam Bro… sedikit berbeda dng harganya.
Nah untuk Anda yang sedang berkunjung ke Batam dan kebetulan menginap di Hotel seperti Hotel Harmoni, Hotel i, Atau hotel Panorama juga hotel lain disekitar Nagoya Hill. Gampang sekali kalo mau kesini. Tinggal panggil ojek, bilang aja Soto Ayam Joyoboyo, dijalan Sakura Ampan. Ituloh yang deket Lucky Plaza. Tarif one way Rp.5.000 atau Goceng. Jadi silahkan bila Anda sedang berada di Batam unttuk mengunjungi Soto Ayam Joyoboyo ini. Jamin nggak bala nyesel deh. Justru kalo nggak mampir bakalan nyesel.
Terletak dipersimpangan sekitar jalan Sakura Ampan. Sekitar 200 meter dari pintu masuk selatan Nagoya Hill, atau bila dari Batam Lucky Plaza sekitar 100 meter kea rah Nagoya Hill. Jadi Soto Ayam Joyoboyo ini berada ditengah kedua tempat tadi.
Buka mulai jam 07.30 pagi sampai pukul 11.00 malam. Buka setiap hari. Tempatnya berada diemperan persimpangan jalan Sakura Ampan. Tepat disudut jalan. Dan jalan Sakura Ampan ini bukanlah jalan raya, sehingga tempat ini sedikit nyaman dari lalu lalang kendaraan bermotor. Ada beberapa meja makan yang disediakan hingga ke badan jalan. Karena salah satu jalannya memang buntu. Jadi nggak ada kendaraan yang melintas. Paling untuk parkir.
Sajiannya nggak banyak. Paling yang ada, Soto Ayam, Tahu Tek, Pecel Lele, Ayam Penyet & Tahu-Tempe Penyet. Tapi bagi saya dan beberapa rekan-rekan saya, rasanya ada yang tidak pas bilamana sedang berada di Batam tapi tidak mampir untuk makan ditempat yang satu ini. Ya…karena Soto Ayam Joyoboyo ini memang enak sekali. Belum lagi Pecel Lelenya, sambelnya itu uenaks sekali. Terus bagi yang suka Tahu Tek, nah ini rasanya juga mantap.
Sotonya kalo menurut saya seperti Soto Ambengan, ituloh Soto khas Surabaya. Kuahnya kuning, ada potongan ayam, mi hun, irisan kol dan ada taburan bumbu yang digoreng. Saya nggak tahu namanya apa. Kemudian Tahu Tek, ini adalah potongan tahu goreng, potongan kentang rebus, potongan telur dadar, dan potongan lontong nasi. Diguyur dengan bumbu kacang seperti pecel. Dahsyat men, enak banget. Dan dijamin satu piring Tahu Tek kenyang deh perut kita. Tapi buat rekan yang doyan makan dan punya ukuran lambung lumayan silahkan nambah.
Menu lainnya adalah Pecel Lele, dan juga ayam penyet. Sajiannya standar seperti Pecel Lele atau Ayam Penyet pada umumnya. Dan seperti di tempat lain yang menyajikan Pecel Lele atau Ayam Penyet yang menjadi keunggulan atau perbedaaan adalah sambelnya. Disini buat saya sambelnya agak berbeda dari yang lain. Lebih wangi, dan pedesnya pas. Saya lebih suka jika sambel tersebut diguyur dengan sedikit kecap manis. Nyam……uenak man.
Harga perporsi makanan disini tergolong murah. Untuk Soto Ayamnya perporsi antara 15.000 sampai 17.000 Rupiah. Kok berbeda, ya beda bila kita minta sajiannya berbeda. Contoh kalo saya suka sekali bila ditambah dengan potongan bagian brutu ayam. Ituloh, bagian bokong ayamnya…ha…ha…ha…. Atau ada juga rekan saya yang kalo makan Soto Ayam disini minta ditambah dengan kepala ayam. Ini mungkin bagi sebagian orang juga aneh dan lumayan sadis..ha...ha...ha. Tapi itulah selera, setiap orang punya selera yang berbeda terhadap suatu makanan. Untuk Tahu Tek perporsi harganya 10.000, Pecel lele atau Ayam Penyet sama sekitar 15.000. Masih termasuk murahkan…? Maklum ini Batam Bro… sedikit berbeda dng harganya.
Nah untuk Anda yang sedang berkunjung ke Batam dan kebetulan menginap di Hotel seperti Hotel Harmoni, Hotel i, Atau hotel Panorama juga hotel lain disekitar Nagoya Hill. Gampang sekali kalo mau kesini. Tinggal panggil ojek, bilang aja Soto Ayam Joyoboyo, dijalan Sakura Ampan. Ituloh yang deket Lucky Plaza. Tarif one way Rp.5.000 atau Goceng. Jadi silahkan bila Anda sedang berada di Batam unttuk mengunjungi Soto Ayam Joyoboyo ini. Jamin nggak bala nyesel deh. Justru kalo nggak mampir bakalan nyesel.
Minggu, 12 Juli 2009
RM. Xiang-Xiang, Baloi, Batam
Kemarin temen-temen kantor saya bilang ada tempat makan yang enak banget. Menunya juga unik, ada ikan pari bakar. Lantas apanya yang unik dengan ikan pati bakar..? khan biasa juga ikan pari dibakar. Tapi mereka bilang coba aja dulu. Maka kemarin malam kami pun mencoba tempat makan itu. Nama tempat makan itu Xiang-xiang…saya nggak tahu arti kata itu…..
Terletak diperumahan Baloi Emas. Masih dipusat kota Batam. Kalo kita dari Batam Centre mau ke Nagoya, kita melewati perumahan ini. Terletak disebelah kiri jalan sebelum show room Indomobil, Batam.
Ada Gapura bertuliskan Baloi Emas disebelah kiri jalan. Masuk aja ke Gapura tersebut. Jalan Luruuus.s.s aja sekitar 500 meter hinga pagar belakang komplek. Nah kalo udah ketemu pagar ini ada jalan lain, dan akan kita temui ada banyak tempat makan tepat di depan kita. Tapi jangan salah pilih, pilihlah tempat makan yang ada tulisannya Xiang-xiang.
Langsung ambil tempat duduk. Dan minta daftar menu. Bukan main, ada banyak sekali menu yang siap disajikan. Jadi bingung mau makan apa. Tapi memang dasarnya kita mau mencoba ikan pari bakarnya. maka kami memesan ikan pari bakar. Juga ayam goreng bawang putih (nah ini juga unik). Cukup dua menu lauk. Sayurnya kami pesan baby kainan. Dan sambil menunggu makanan yang kami pesan, kami disajikan otak-otak. Maklum ini Batam. Mudah sekali untuk mencari makan yang satu ini. Sepertinya dimana tempat makan dng menu sea food, mesti ada sajian pendahulunya, otak-otak. Bagi Anda yang suka dengan petai. Ikan pari bakar ini juga bisa disajikan dengan tambahan petai. Saya jadi bingung kok ikan bakar pake petai…..?aneh…..
Kurang lebih 10-15 menit kemudian makanan yang kami pesan datang. Dan ya itu tadi, memang penyajian dan cara masak ikan pari bakar ini di RM. Xiang-xiang ini unik. Ternyata cara masaknya ikan pari dipotong-potong, kemudian dimasukan ke dalam kertas alumunium, dicampur bumbu khas baru dibakar. Jadi mesti menunya dibakar, tapi ikannya nggak terbakar. Dan pas kita coba….wuihh.h.h. enak man. Disajikan panas-panas, agak pedas, harum dan lezat banget. Emang bener…ternyata enak bo…
Dan nggak lama kemudian datang juga ayam goreng bawang putihnya itu. Ternyata ayam dipotong kecil kecil (kayak ayam tangkap Aceh). Digoreng dng bumbu gilingan bawang putih dan campuran bawang putih yang di geprak. Digoreng hingga garing. Hasilnya daging ayam yang renyah diluar dan empuk didalam. Rasanya gurih dan aroma bawang putih yang hhmm.m.m.. nikmat sekali. Oh iya kalo pesen ayam goreng bawang putih ini perhatikan dulu jumlah peserta yang makan. Kemarin kami memesan setenah ekor saja. Dan ternyata cukup banyak kok. Khawatirnya kalo kebanyakan nanti mubasir.
Menu-menu lain di rumah makan ini lumayan banyak. Dan juga variasi masakannya rada unik; ada soup ikan, soup jamur, soup cap cai (?), soup pare, soup rumput laut ( apa pula?). aneh khan saya sendiri bingung dngan menu soup rumput laut. Kok ada…. Dan rasanya seperti apa yah. Mungkin lain kali saya akan coba. Dan menu-menu sea foodnya juga beraneka ragam; kepiting rebus, kepiting saos, kepiting lada hitam, kepiting bakar. Ada kerang pepes, kerang rebus, kerang bumbu kecap, juga kerang bumbu kari. Ada udang bakar, udang goreng mentega, udang asam manis juga juga udang nestum. Pokoknya ada banyak menu-menu sea food. Ada sotong, kepiting, dan lainnya. Mantap deh pokoknya…
Oh iya. Sayur yang kami pesan, baby kailannya juga enak loh. Dan segar. Aromanya juga harum. Sepertinya tempat makan ini selalu ramai. Ada baiknya bila ingin datang untuk mencoba makanan RM. Xiang-xiang ini kita pesan tempat dulu. Nomor telepon yang tertera di daftar menu adalah; 081364512226 dan 08163610892. Dari pada jauh-jauh sudah datang ternyata nggak dapat tempat.
Jadi bila Anda datang ke kota Batam. Bagi Anda yang suka dangan makan sea food, Anda mesti mencoba RM Xiang-xiang ini. Karena disini ada menu-menu sea food yang unik. Lain dari yang lain. Di Batam, ada banyak lokasi makanan dng sajian sea food. Tapi RM. Xiang-xiang punya menu tersendiri…..lezat…nikmat dan unik……
Terletak diperumahan Baloi Emas. Masih dipusat kota Batam. Kalo kita dari Batam Centre mau ke Nagoya, kita melewati perumahan ini. Terletak disebelah kiri jalan sebelum show room Indomobil, Batam.
Ada Gapura bertuliskan Baloi Emas disebelah kiri jalan. Masuk aja ke Gapura tersebut. Jalan Luruuus.s.s aja sekitar 500 meter hinga pagar belakang komplek. Nah kalo udah ketemu pagar ini ada jalan lain, dan akan kita temui ada banyak tempat makan tepat di depan kita. Tapi jangan salah pilih, pilihlah tempat makan yang ada tulisannya Xiang-xiang.
Langsung ambil tempat duduk. Dan minta daftar menu. Bukan main, ada banyak sekali menu yang siap disajikan. Jadi bingung mau makan apa. Tapi memang dasarnya kita mau mencoba ikan pari bakarnya. maka kami memesan ikan pari bakar. Juga ayam goreng bawang putih (nah ini juga unik). Cukup dua menu lauk. Sayurnya kami pesan baby kainan. Dan sambil menunggu makanan yang kami pesan, kami disajikan otak-otak. Maklum ini Batam. Mudah sekali untuk mencari makan yang satu ini. Sepertinya dimana tempat makan dng menu sea food, mesti ada sajian pendahulunya, otak-otak. Bagi Anda yang suka dengan petai. Ikan pari bakar ini juga bisa disajikan dengan tambahan petai. Saya jadi bingung kok ikan bakar pake petai…..?aneh…..
Kurang lebih 10-15 menit kemudian makanan yang kami pesan datang. Dan ya itu tadi, memang penyajian dan cara masak ikan pari bakar ini di RM. Xiang-xiang ini unik. Ternyata cara masaknya ikan pari dipotong-potong, kemudian dimasukan ke dalam kertas alumunium, dicampur bumbu khas baru dibakar. Jadi mesti menunya dibakar, tapi ikannya nggak terbakar. Dan pas kita coba….wuihh.h.h. enak man. Disajikan panas-panas, agak pedas, harum dan lezat banget. Emang bener…ternyata enak bo…
Dan nggak lama kemudian datang juga ayam goreng bawang putihnya itu. Ternyata ayam dipotong kecil kecil (kayak ayam tangkap Aceh). Digoreng dng bumbu gilingan bawang putih dan campuran bawang putih yang di geprak. Digoreng hingga garing. Hasilnya daging ayam yang renyah diluar dan empuk didalam. Rasanya gurih dan aroma bawang putih yang hhmm.m.m.. nikmat sekali. Oh iya kalo pesen ayam goreng bawang putih ini perhatikan dulu jumlah peserta yang makan. Kemarin kami memesan setenah ekor saja. Dan ternyata cukup banyak kok. Khawatirnya kalo kebanyakan nanti mubasir.
Menu-menu lain di rumah makan ini lumayan banyak. Dan juga variasi masakannya rada unik; ada soup ikan, soup jamur, soup cap cai (?), soup pare, soup rumput laut ( apa pula?). aneh khan saya sendiri bingung dngan menu soup rumput laut. Kok ada…. Dan rasanya seperti apa yah. Mungkin lain kali saya akan coba. Dan menu-menu sea foodnya juga beraneka ragam; kepiting rebus, kepiting saos, kepiting lada hitam, kepiting bakar. Ada kerang pepes, kerang rebus, kerang bumbu kecap, juga kerang bumbu kari. Ada udang bakar, udang goreng mentega, udang asam manis juga juga udang nestum. Pokoknya ada banyak menu-menu sea food. Ada sotong, kepiting, dan lainnya. Mantap deh pokoknya…
Oh iya. Sayur yang kami pesan, baby kailannya juga enak loh. Dan segar. Aromanya juga harum. Sepertinya tempat makan ini selalu ramai. Ada baiknya bila ingin datang untuk mencoba makanan RM. Xiang-xiang ini kita pesan tempat dulu. Nomor telepon yang tertera di daftar menu adalah; 081364512226 dan 08163610892. Dari pada jauh-jauh sudah datang ternyata nggak dapat tempat.
Jadi bila Anda datang ke kota Batam. Bagi Anda yang suka dangan makan sea food, Anda mesti mencoba RM Xiang-xiang ini. Karena disini ada menu-menu sea food yang unik. Lain dari yang lain. Di Batam, ada banyak lokasi makanan dng sajian sea food. Tapi RM. Xiang-xiang punya menu tersendiri…..lezat…nikmat dan unik……
Sabtu, 27 Juni 2009
Baso Amat jalan Juanda, Medan
Ada satu lagi tempat makan baso yang unik. Unik disini maksudnya nggak seperti hidangan baso pada umumnya seperti di pulau Jawa. Karena Baso ini khan dianggap sebagai masakan khas dari Jawa. Soalnya yang jualan baso biasanya orang Jawa. Nggak jauh beda sih dengan Baso Methodist. Dimana baso dihidangkan dengan campuran potongan daging yang lumayan banyak. Tapi yang ini memang ditambah dengan potongan daging juga, tapi yang ini berbeda. Namanya dikenal dengan Baso Amat jalan Juanda….
Baso Amat jalan Juanda sudah sangat terkenal di kota Medan, Sumatera Utara. Bahkan sejak pertama kali ke Medan, saya diajak makan Baso Amat ini oleh teman-teman saya yang asli orang Medan. Dan memang tempat makan ini selalu ramai dikunjungi pelanggan maupun masyarakat Medan.
Terletak dijalan Ir. H. Juanda No. 112. Persis sebelum jembatan disebelah kiri jalan. Jadi kalo dari Bandara Polonia menuju pusat kota Medan, Anda akan menemui ada traffic light dengan gapura selamat datang, teruas ada runnig textnya. Nah dihadapan Anda itulah jalan Jl. Ir. H. Juanda. Anda berbelok ke kiri. Lurus terus nanti Anda akan menjumpai ada tugu atau patung melingkar (saya lupa itu patung apa). Nah kurang lebih 10 meter dari patung itulah Warung Baso Amat. Disebelah kiri jalan.
Seperti yang saya sampaikan Baso Amat jalan Juanda ini agak mirip dengan Baso Methodist. Baso dengan campuran potongan daging. Tapi kalo di Baso Methodist basonya kayaknya nggak serius, kecil-kecil (silahkan lihat postingan Baso Methodist). Di Baso Amat jalan Juanda ini basonya lumayan, ukurannya standar, seukuran baso pada umumnya. Dan rasanya juga rasa baso, nggak seperti rasa sop. Rasanya pas, mantap dan enak. Kuahnya juga seperti baso pada umumnya, agak bening, dan meski dicampur dengan potongan daging tapi kuahnya tidak berminyak (lemak). Potongan dagingnya bisa Anda pilih, mau dagig saja, bisa juga diampur dengan tetelan, atau bisa juga tetelan saja tanpa daging. Bisa basonya saja, bisa pake mie kuning saja, bisa mi hun saja atau campuran mihun dan mie kuning. Enak banget….gurih dan lezat.
Tapi jika Anda ingin mencoba mengunjungi Baso Amat jalan Juanda, jangan datang hari Jum’at. Soalnya setiap hari Jum’at tempat makan ini tutup. Jadi pas deh utk tempat makan bersama keluarga pas lagi hari libur. Murah, meriah dan enak. Soalnya harga perporsi sekitra Rp. 12.000 kok. Nggak mahal khan..udah gitu sambil menunggu semangkok baso disajikan kita bisa menikmati sajian sate kerang, atau kerupuk, atau rempeyek kacang atau juga emping. Atau juga kacang. Silahkan, lumayan untuk ganjel.
Untuk yang sedang menginap di hotel Pardede, dan Anda ingin mengunjungi tempat ini. Bisa dengan angkot, tapi Anda harus menyeberang jalan kesisi lain. Bisa juga Anda menggunakan jasa BETOR (becak motor), tarifnya paling Rp. 10.000. Bilang aja, Baso Amat, kalo dia nggak tahu, berarti dia orang baru di Medan. Atau bagi Anda yang menginap di hotel Polonia juga mending pake BETOR, tarif paling Rp. 15.000.
Jadi kalo Anda ingin mencoba Baso dengan rasa yang berbeda. Atau baso dengan sajian yang berbeda, Anda bisa mengunjungi Baso Amat di jalan Juanda ini. Jamin deh Boss….nggak bakal nyesel. Ini Medan Bung, surga kuliner di Indonesia.
Baso Amat jalan Juanda sudah sangat terkenal di kota Medan, Sumatera Utara. Bahkan sejak pertama kali ke Medan, saya diajak makan Baso Amat ini oleh teman-teman saya yang asli orang Medan. Dan memang tempat makan ini selalu ramai dikunjungi pelanggan maupun masyarakat Medan.
Terletak dijalan Ir. H. Juanda No. 112. Persis sebelum jembatan disebelah kiri jalan. Jadi kalo dari Bandara Polonia menuju pusat kota Medan, Anda akan menemui ada traffic light dengan gapura selamat datang, teruas ada runnig textnya. Nah dihadapan Anda itulah jalan Jl. Ir. H. Juanda. Anda berbelok ke kiri. Lurus terus nanti Anda akan menjumpai ada tugu atau patung melingkar (saya lupa itu patung apa). Nah kurang lebih 10 meter dari patung itulah Warung Baso Amat. Disebelah kiri jalan.
Seperti yang saya sampaikan Baso Amat jalan Juanda ini agak mirip dengan Baso Methodist. Baso dengan campuran potongan daging. Tapi kalo di Baso Methodist basonya kayaknya nggak serius, kecil-kecil (silahkan lihat postingan Baso Methodist). Di Baso Amat jalan Juanda ini basonya lumayan, ukurannya standar, seukuran baso pada umumnya. Dan rasanya juga rasa baso, nggak seperti rasa sop. Rasanya pas, mantap dan enak. Kuahnya juga seperti baso pada umumnya, agak bening, dan meski dicampur dengan potongan daging tapi kuahnya tidak berminyak (lemak). Potongan dagingnya bisa Anda pilih, mau dagig saja, bisa juga diampur dengan tetelan, atau bisa juga tetelan saja tanpa daging. Bisa basonya saja, bisa pake mie kuning saja, bisa mi hun saja atau campuran mihun dan mie kuning. Enak banget….gurih dan lezat.
Tapi jika Anda ingin mencoba mengunjungi Baso Amat jalan Juanda, jangan datang hari Jum’at. Soalnya setiap hari Jum’at tempat makan ini tutup. Jadi pas deh utk tempat makan bersama keluarga pas lagi hari libur. Murah, meriah dan enak. Soalnya harga perporsi sekitra Rp. 12.000 kok. Nggak mahal khan..udah gitu sambil menunggu semangkok baso disajikan kita bisa menikmati sajian sate kerang, atau kerupuk, atau rempeyek kacang atau juga emping. Atau juga kacang. Silahkan, lumayan untuk ganjel.
Untuk yang sedang menginap di hotel Pardede, dan Anda ingin mengunjungi tempat ini. Bisa dengan angkot, tapi Anda harus menyeberang jalan kesisi lain. Bisa juga Anda menggunakan jasa BETOR (becak motor), tarifnya paling Rp. 10.000. Bilang aja, Baso Amat, kalo dia nggak tahu, berarti dia orang baru di Medan. Atau bagi Anda yang menginap di hotel Polonia juga mending pake BETOR, tarif paling Rp. 15.000.
Jadi kalo Anda ingin mencoba Baso dengan rasa yang berbeda. Atau baso dengan sajian yang berbeda, Anda bisa mengunjungi Baso Amat di jalan Juanda ini. Jamin deh Boss….nggak bakal nyesel. Ini Medan Bung, surga kuliner di Indonesia.
Selasa, 23 Juni 2009
Warung Hj. Misyem, Belawan, Sumatera Utara
Kota Belawan tentu sudah cukup dikenal. Karena ini adalah salah satu pelabuhan laut terbesar di Indonesia. Dan jaraknya juga hanya -/+ 23 km dari kota Medan. Bagi Anda yang kebetulan ada keperluan atau berkunjung ke kota Belawan, Anda saya sarankan untuk mencoba rumah makan yang satu ini. Rumah makan ini cukup terkenal. Tapi bukan hanya terkenal karena ikan bakarnya saja, tapi juga karena pecalnya. Nama tempat makan tersebut Warung Hj. Misyem….
Warung Hj. Misyem terletak di jalan Indra Pura Ujung, dermaga KPLP Belawan. Tempatnya merupakan bagian dari KPLP Belawan. Terletak ditepian laut Belawan. Dimana terlihat ada beberapa kapal, baik kapal kecil seperti kapal patroli cepat dan ada juga kapal-kapal yang cukup besar seperti kapal pengangkut konteiner. Pas kalo lagi ngajak keluarga, anak-anak pasti akan senang sekali makan sambil melihat-lihat ada banyak kapal didekatnya.
Soal menu, warung Hj. Misyem terkenal dengan ikan bakarnya. Ada ikan Bawal, ikan Aji-aji, Kakap, Kerapu, sembilang dan lainnya. Ada banyak pilihan disini. Dan ikannya terlihat masih segar. Fresh from the sea. Ya iyalah, khan dibelawan ada banyak tempat pelelangan ikan (TPI). Udah gitu bumbunya itu, ada manisnya, gurihnya dan sedikt terasa pedas. Mantap….bumbunya itu sepertinya tembus sampai kebagian dalam ikan. Meresap hingga kesela-sela daging ikan. Wah…pokonya enak bangetlah. Lezaaaa.a.at…nikmat.
Selain pilihan berbagai macam ikan bakar, ada juga menu lain. Misal; pecal, ada juga pepes ikan kembung (di Medan disebut gembung), ada juga gulai rajungan dan lainnya. Tapi ada juga kok tempe & tahu goreng. Minumannya juga ada aneka juice. Seperti, timun, wortel, sirsak juga juice MARTABE (campuran Markisa dan Terong Belanda).
Warung Hj.Misyem ini bila hari kerja sangat ramai. Terkadang kita sampai kehabisan menu-menu tertentu. Jadi ada baiknya bila Anda hendak makan disini, telebih jika mengajak relasi atau teman atau keluarga, Anda sebaiknya reservasi dulu. Nomor yang bisa dihubungi adalah 081362115886. Dari pada Anda sudah datang tapi kecewa karena kehabisan menu andalan.
Jadi bila Anda sedang berkunjung ke Medan, atau Belawan. Dan Anda ingin mencoba sajian ikan bakar dengan rasa mantap. Well, Anda bisa mengunjungi warung Hj. Misyem ini. Dijamin Anda tidak akan kecewa. Tapi meski ini adalah warung, jangan Anda kira disini seperti warteg. Tidak, tempat makannya lumayan nyaman dan luas, tidak sempit seperti warteg. Dan juga harganya sangat jauh dari kesan warung. Harga ikan bakar disini antara Rp. 95.000 samapi Rp. 130.000 per ekor. Tergantung ikan yang Anda pilih. Jadi silahkan Anda coba…Medan, surga kuliner di Indonesia.
Warung Hj. Misyem terletak di jalan Indra Pura Ujung, dermaga KPLP Belawan. Tempatnya merupakan bagian dari KPLP Belawan. Terletak ditepian laut Belawan. Dimana terlihat ada beberapa kapal, baik kapal kecil seperti kapal patroli cepat dan ada juga kapal-kapal yang cukup besar seperti kapal pengangkut konteiner. Pas kalo lagi ngajak keluarga, anak-anak pasti akan senang sekali makan sambil melihat-lihat ada banyak kapal didekatnya.
Soal menu, warung Hj. Misyem terkenal dengan ikan bakarnya. Ada ikan Bawal, ikan Aji-aji, Kakap, Kerapu, sembilang dan lainnya. Ada banyak pilihan disini. Dan ikannya terlihat masih segar. Fresh from the sea. Ya iyalah, khan dibelawan ada banyak tempat pelelangan ikan (TPI). Udah gitu bumbunya itu, ada manisnya, gurihnya dan sedikt terasa pedas. Mantap….bumbunya itu sepertinya tembus sampai kebagian dalam ikan. Meresap hingga kesela-sela daging ikan. Wah…pokonya enak bangetlah. Lezaaaa.a.at…nikmat.
Selain pilihan berbagai macam ikan bakar, ada juga menu lain. Misal; pecal, ada juga pepes ikan kembung (di Medan disebut gembung), ada juga gulai rajungan dan lainnya. Tapi ada juga kok tempe & tahu goreng. Minumannya juga ada aneka juice. Seperti, timun, wortel, sirsak juga juice MARTABE (campuran Markisa dan Terong Belanda).
Warung Hj.Misyem ini bila hari kerja sangat ramai. Terkadang kita sampai kehabisan menu-menu tertentu. Jadi ada baiknya bila Anda hendak makan disini, telebih jika mengajak relasi atau teman atau keluarga, Anda sebaiknya reservasi dulu. Nomor yang bisa dihubungi adalah 081362115886. Dari pada Anda sudah datang tapi kecewa karena kehabisan menu andalan.
Jadi bila Anda sedang berkunjung ke Medan, atau Belawan. Dan Anda ingin mencoba sajian ikan bakar dengan rasa mantap. Well, Anda bisa mengunjungi warung Hj. Misyem ini. Dijamin Anda tidak akan kecewa. Tapi meski ini adalah warung, jangan Anda kira disini seperti warteg. Tidak, tempat makannya lumayan nyaman dan luas, tidak sempit seperti warteg. Dan juga harganya sangat jauh dari kesan warung. Harga ikan bakar disini antara Rp. 95.000 samapi Rp. 130.000 per ekor. Tergantung ikan yang Anda pilih. Jadi silahkan Anda coba…Medan, surga kuliner di Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)