Setelah meeting yg cukup panjang kami mencari tempat makan malam. Malam hari dikota Padang, waktu menunjukan pukul; 20.30 lebih, tidak terlalu sulit untuk menentukan dimana kami makan malam. Kami menuju tempat makan martabak telur atau disebut juga martabak kubang atau martabak mesir. Tempat makan ini juga mengambil nama jenis makanan itu sebagai nama restorannya.Dikenal dengan Restoran Kubang…..
Restoran Kubang berada di jalan Prof.Yamin SH No. 138B, Padang. Dari jalan Pemuda, setelah melewati Minang Plaza Anda belok ke arah kiri setelah traffic light. Sekitar 100 meter dari traffic light disebelah kiri jalan.
Makanan yang disediakan tidak hanya martabak kubang atau martabak mesir, tapi juga ada roti cane, nasi goreng, mie goreng, mie rebus juga sate padang. Untuk minuman juga ada berbagai jenis, jus jeruk, aam peras, jus alpokat, teh telor, kopi telor, soda susu dan lainnya. Kami memesan nasi goreng, martabak kubang, mie rebus juga sate padang. Kita mau coba.
Dan menurut saya, yang enak dari semua makanan yang disajikan di Restoran Kubang yang enak adalah martabak mesir dan mie rebusnya. Martabak mesirnya cukup tebal. Didalamnya ada potongan daging lembu yang cukup, ada potongan daun bawang dan berbagai racikan lainnya. Disajikan dengan kuah sebagai bumbu tambahan. Bukan kuah gulai kari sebagai mana martabak mesir umumnya. Tapi kuah seperti kecap cair dan ada potongan acar sehingga terasa agak gurih dan asam. Jadinya lebih mirip dengan martabak Bangka. Tapi tak apalah masalah penyajian. Yang penting martabak mesirnya enak kok. Dan satu porsinya sangat cukup untuk mengenyangkan perut kita.
Begitu juga dengan mie rebusnya. Enak dan gurih. Mie yang disajikan adalah mie kuning agak besar atau tebal. Seperti mie aceh. Dengan kuahnya yang putih santan. Disajikan dengan tambahan potongan daging lembu yang telah dimatangkan juga ada telur goreng. Ditaburi dengan daun bawang, bawang goreng dan juga kerupuk. Untuk sate padangnya dan juga nasi gorengnya menurut saya kurang enak.
Harga setiap makanan di Restoran Kubang berfariasi. Untuk martabak mesirnya satu porsi seharga Rp. 14.000. Mie rebusnya seharga Rp. 13.000. Sate padang Rp. 10.000. Minumannya juga tidak terlalu mahal. Antara Rp. 7.000 hingga Rp. 10.000, menurut saya tidak terlalu mahal khan. Dan Restoran Kubang ini buka dari pukul 14.00 hingga 24.00.
Silahkan dicoba. Bisa juga untuk makanan cemilan sambil menunggu acara sepak bola di hotel. Dari pada lapar. Untuk martabak mesir dikota Padang. Restoran Kubang di jalan Prof. Yamin, Padang ini adalah yang paling enak. Selamat mencoba……..
Rabu, 07 April 2010
Selasa, 30 Maret 2010
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Jakarta
Setelah seharian keliling Jakarta-Bekasi hingga Tambun. Sebentar nongkrong di Mall Ambasador, Kuningan. Letih sekali. Nongkrong sebentar sambil liat-liat barang-barang elektronik disini. Cape keliling mall, lama kelamaan laper juga. Waktu sudah menunjukan pukul 19.00 wib. Udah mulai malam dan perut terasa lapar. Makan dimana nih. Pikir sebentar… dan saya putuskan untuk makan di Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih yang terkenal itu. Dan kesanalah saya pergi untuk makan malam…..
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini terkenal sekali di Jakarta. Terutama bagi yang suka makan diluar atau penikmat kuliner. Menurut saya jika Anda adalah penikmat atau seorang wisatawan kuliner, dan Anda sering atau berdomisili di Jakarta tapi tidak pernah mencoba Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini, saya rasa Anda belumlah seorang penikmat kuliner sejati. Asli…tidak sah….
Dulu disini yang ada hanyalah nasi goreng kambing dan ada juga sate kambing. Tapi kemarin sewaktu kembali datang kesini ternyata menu yang disediakan bertambah. Antara lain; nasi goreng kambing, nasi goreng ayam, sate kambing, sate ayam, juga sop kambing. Mungkin karena banyak permintaan, maka mereka menambah menu-menu baru. Maklum ada juga orang yang tidak suka makan daging kambing. Untuk menu minuman tidak berubah, soft drink. Ada berbagai soft drink, tinggal pilih. Ada juga disediakan peyek kacang, emping juga kerupuk ikan.
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini memang khas sekali. Aromanya juga sangat khas. Untuk bumbu yang mereka gunakan saya tidak tahu banyak. Tapi yang pasti mereka menggunakan minyak Samin. Ituloh mentega yang dibuat dari lemak hewani (sapi, kerbau, unta atau kambing) yag berasal dari daerah Arab atau Afrika. Mungkin ini juga yang mempengaruhi cita rasa dari Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini. Satu porsi nasi goreng kambingnya seharga Rp. 20.000. Cukup murah. Dan satu porsi ini cukup banyak untuk dimakan satu orang. Dengan potongan daging kambing yang besar-besar. Aromanya sangat harum dan nasi berwarna kecoklatan dan ditaburi bawang goreng dan sedikit empingh melinjo. Disajikan dengan acar berupa potongan mentimun, kol dan wortel. Acarnya sedikit pedas dan asam. Cocok untuk teman makan nasi goreng kambing ini. yummy…. Lezat sekali.
Tempat makan ini terletak di jalan Kebon sirih. Tepatnya Jalan Kebon Sirih Barat I. Jalan kecil ini berada diantara kantor Bank Mandiri dan gedung Menara Ravindo. Bila Anda menginap di Hotel Arya Duta. Anda tinggal jalan keluar dari hotel kearah kanan, ke arah Sabang. Jalan terus melewati lampu merah. dari hotel Arya Duta sekitar 400 meter. Tinggal liat aja bagian jalan kebon sirih yang ramai, itulah dia. Dan jika Anda dari arah Sabang, Anda berbelok ke kanan setelah lampu traffic kearah tugu Pak Tani, sekitar 100 meter saja disebelah kanan dari traffic light.
Mudah khan. Silahkan datangi tempat ini. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih. Dari beberapa rekan yang saya ajak. Mereka tidak pernah kecewa. Dan saya yakin, Anda pun pasti tidak akan kecewa.
Selamat menikmati……..
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini terkenal sekali di Jakarta. Terutama bagi yang suka makan diluar atau penikmat kuliner. Menurut saya jika Anda adalah penikmat atau seorang wisatawan kuliner, dan Anda sering atau berdomisili di Jakarta tapi tidak pernah mencoba Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini, saya rasa Anda belumlah seorang penikmat kuliner sejati. Asli…tidak sah….
Dulu disini yang ada hanyalah nasi goreng kambing dan ada juga sate kambing. Tapi kemarin sewaktu kembali datang kesini ternyata menu yang disediakan bertambah. Antara lain; nasi goreng kambing, nasi goreng ayam, sate kambing, sate ayam, juga sop kambing. Mungkin karena banyak permintaan, maka mereka menambah menu-menu baru. Maklum ada juga orang yang tidak suka makan daging kambing. Untuk menu minuman tidak berubah, soft drink. Ada berbagai soft drink, tinggal pilih. Ada juga disediakan peyek kacang, emping juga kerupuk ikan.
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini memang khas sekali. Aromanya juga sangat khas. Untuk bumbu yang mereka gunakan saya tidak tahu banyak. Tapi yang pasti mereka menggunakan minyak Samin. Ituloh mentega yang dibuat dari lemak hewani (sapi, kerbau, unta atau kambing) yag berasal dari daerah Arab atau Afrika. Mungkin ini juga yang mempengaruhi cita rasa dari Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini. Satu porsi nasi goreng kambingnya seharga Rp. 20.000. Cukup murah. Dan satu porsi ini cukup banyak untuk dimakan satu orang. Dengan potongan daging kambing yang besar-besar. Aromanya sangat harum dan nasi berwarna kecoklatan dan ditaburi bawang goreng dan sedikit empingh melinjo. Disajikan dengan acar berupa potongan mentimun, kol dan wortel. Acarnya sedikit pedas dan asam. Cocok untuk teman makan nasi goreng kambing ini. yummy…. Lezat sekali.
Tempat makan ini terletak di jalan Kebon sirih. Tepatnya Jalan Kebon Sirih Barat I. Jalan kecil ini berada diantara kantor Bank Mandiri dan gedung Menara Ravindo. Bila Anda menginap di Hotel Arya Duta. Anda tinggal jalan keluar dari hotel kearah kanan, ke arah Sabang. Jalan terus melewati lampu merah. dari hotel Arya Duta sekitar 400 meter. Tinggal liat aja bagian jalan kebon sirih yang ramai, itulah dia. Dan jika Anda dari arah Sabang, Anda berbelok ke kanan setelah lampu traffic kearah tugu Pak Tani, sekitar 100 meter saja disebelah kanan dari traffic light.
Mudah khan. Silahkan datangi tempat ini. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih. Dari beberapa rekan yang saya ajak. Mereka tidak pernah kecewa. Dan saya yakin, Anda pun pasti tidak akan kecewa.
Selamat menikmati……..
Minggu, 21 Maret 2010
RM. Sri Gading Semarang, Tg. Pinang, Kepri.
Kamis kemarin saya berada di Tanjung Pinang. Salah satu kabupaten yang berada di profinsi Kepulauan Riau. Pulau Tanjung Pinang dapat ditempuh sekitar 1 jam lebih dengan kapal penyeberangan dari pelabuhan Punggur, pulau Batam. Saya datang ke pulau Tanjung Pinang untuk suatu tugas.
Dan tibalah saat makan siang. Saya minta diantarkan ke tempat makan yang paling terkenal di kota Tanjung Pinang. Dan driver mengajak saya mencoba rumah makan Jawa yang paling terkenal disana. RM. Sri Gading Semarang………
Kamis kemarin saya berada di Tanjung Pinang. Salah satu kabupaten yang berada di profinsi Kepulauan Riau. Pulau Tanjung Pinang dapat ditempuh sekitar 1 jam lebih dengan kapal penyeberangan dari pelabuhan Punggur, pulau Batam. Saya datang ke pulau Batam untuk suatu tugas.
Dan tibalah saat makan siang. Saya minta diantarkan ke tempat makan yang paling terkenal di kota Tanjung Pinang. Dan driver mengajak saya mencoba rumah makan Jawa yang paling terkenal disana. RM. Sri Gading Semarang………
Rumah makan Sri Gading Semarang terletak dijalan Soekarno-Hatta No. 65, Tanjung Pinang, bersebelahan dengan kantor ASKES, Tanjung Pinang. Waktu menunjukkan pukul 12.00 disiang hari. Pas waktunya makan siang. Dan memang tempat ini ramai dengan pengunjung. Termasuk para pegawai pemerintahan dengan seragam lengkap warna coklat.
Tidak lama seorang pramusaji memberikan daftar menu. Ada banyak pilihan, antara lain; menu bebek, ayam, ikan lele, juga burung baik yang digoreng atau dibakar. Atau juga dibakar dengan bumbu madu atau goreng kremes. Dan menu tetap masakan Jawa, Tahu & Tempe goreng. Semua harganya antara Rp. 10.000 – Rp. 13.000. Cukup murah bukan. Untuk sambaknya juga ada pilihan. Tidak hanya sambal terasi tapi juga ada sambal Lombok Hijau (cabai hijau).
Ada juga pilahan sop disini seperti, sop tulang, sop iga, sop ayam atau juga sop daging. Harga per porsinya Rp. 13.000. Ada juga sayur asem. Selain itu ada menu khusus yaitu; Daging Garang Asam Ayam. Yaitu daging ayam yang dikukus atau dipepes dan dibungkus dengan daun pisang. Tapi sayangnya menu tersebut saat kami datang sudah habis. Jadi tidak sempat mencoba deh.
Untuk minuman tersedia berbagai macam jus; semangka, jeruk, tomat, wortel dan lainnya. Ada juga susu panas atau dingin, air asam dan lainnya. Harga antara Rp. 3.000 – Rp. 7.000. Murah ya….
Saya sendiri mencoba bebek. Soalnya saya memang lebih suka bebek dibanding ayam. Saya pesan bebek goreng dng sambal Lombok hijau. Pengen mencoba, bagaimana rasanya bebek goreng disini juga sambal hijaunya. Yap…bebek goreng yang dinanti tiba dihidangkan sama dengan tempat makan lain, ada lalapan seperti mentimun, daun kemangi juga potongan kol. Harum sekali dan dihidangkan panas-panas. Saya coba sedikit, hemmm. Gurih dan lezat. Bebeknya bersih dari bulu-bulu kecil dan bumbunya terasa hingga ke bagian dalam. Sambal Lombok hijaunya saya tambahkan sedikit kecap manis. Saya cubit sedikit daging bebek dan cocol ke sambal Lombok hijau, nikmat sekali. Mantap…..
Tidak berapa lama, pengujung semakin bayak berdatangan. RM. Sri Gading Semarang semakin ramai. Kami sudah selesai makan. Dan harus melanjutkan pekerjaan hingga ke Tanjung Uban. Sisi lain dari pulau Tanjung Pinang ini. Setelah membayar semuanya kami meninggalkan tempat makan yang satu ini. Dan saya masih terpikir, “Bagaimana rasanya Daging Garang Asam Ayam”. Yah, suatu saat bila kembali kesini perlu dicoba.
Dan tibalah saat makan siang. Saya minta diantarkan ke tempat makan yang paling terkenal di kota Tanjung Pinang. Dan driver mengajak saya mencoba rumah makan Jawa yang paling terkenal disana. RM. Sri Gading Semarang………
Kamis kemarin saya berada di Tanjung Pinang. Salah satu kabupaten yang berada di profinsi Kepulauan Riau. Pulau Tanjung Pinang dapat ditempuh sekitar 1 jam lebih dengan kapal penyeberangan dari pelabuhan Punggur, pulau Batam. Saya datang ke pulau Batam untuk suatu tugas.
Dan tibalah saat makan siang. Saya minta diantarkan ke tempat makan yang paling terkenal di kota Tanjung Pinang. Dan driver mengajak saya mencoba rumah makan Jawa yang paling terkenal disana. RM. Sri Gading Semarang………
Rumah makan Sri Gading Semarang terletak dijalan Soekarno-Hatta No. 65, Tanjung Pinang, bersebelahan dengan kantor ASKES, Tanjung Pinang. Waktu menunjukkan pukul 12.00 disiang hari. Pas waktunya makan siang. Dan memang tempat ini ramai dengan pengunjung. Termasuk para pegawai pemerintahan dengan seragam lengkap warna coklat.
Tidak lama seorang pramusaji memberikan daftar menu. Ada banyak pilihan, antara lain; menu bebek, ayam, ikan lele, juga burung baik yang digoreng atau dibakar. Atau juga dibakar dengan bumbu madu atau goreng kremes. Dan menu tetap masakan Jawa, Tahu & Tempe goreng. Semua harganya antara Rp. 10.000 – Rp. 13.000. Cukup murah bukan. Untuk sambaknya juga ada pilihan. Tidak hanya sambal terasi tapi juga ada sambal Lombok Hijau (cabai hijau).
Ada juga pilahan sop disini seperti, sop tulang, sop iga, sop ayam atau juga sop daging. Harga per porsinya Rp. 13.000. Ada juga sayur asem. Selain itu ada menu khusus yaitu; Daging Garang Asam Ayam. Yaitu daging ayam yang dikukus atau dipepes dan dibungkus dengan daun pisang. Tapi sayangnya menu tersebut saat kami datang sudah habis. Jadi tidak sempat mencoba deh.
Untuk minuman tersedia berbagai macam jus; semangka, jeruk, tomat, wortel dan lainnya. Ada juga susu panas atau dingin, air asam dan lainnya. Harga antara Rp. 3.000 – Rp. 7.000. Murah ya….
Saya sendiri mencoba bebek. Soalnya saya memang lebih suka bebek dibanding ayam. Saya pesan bebek goreng dng sambal Lombok hijau. Pengen mencoba, bagaimana rasanya bebek goreng disini juga sambal hijaunya. Yap…bebek goreng yang dinanti tiba dihidangkan sama dengan tempat makan lain, ada lalapan seperti mentimun, daun kemangi juga potongan kol. Harum sekali dan dihidangkan panas-panas. Saya coba sedikit, hemmm. Gurih dan lezat. Bebeknya bersih dari bulu-bulu kecil dan bumbunya terasa hingga ke bagian dalam. Sambal Lombok hijaunya saya tambahkan sedikit kecap manis. Saya cubit sedikit daging bebek dan cocol ke sambal Lombok hijau, nikmat sekali. Mantap…..
Tidak berapa lama, pengujung semakin bayak berdatangan. RM. Sri Gading Semarang semakin ramai. Kami sudah selesai makan. Dan harus melanjutkan pekerjaan hingga ke Tanjung Uban. Sisi lain dari pulau Tanjung Pinang ini. Setelah membayar semuanya kami meninggalkan tempat makan yang satu ini. Dan saya masih terpikir, “Bagaimana rasanya Daging Garang Asam Ayam”. Yah, suatu saat bila kembali kesini perlu dicoba.
Jumat, 12 Maret 2010
Mie Ayam Atet, Palembang
Pagi hari di Palembang. Saya hari itu menginap di Hotel Arya Duta, dulu hotel ini di kenal sebagai hotel Aston. Maklum sudah lebih dari 3 tahun tidak pernah ke kota empek-empek, Palembang, sudah berganti nama rupanya. Seperti biasa saya tidak tertarik untuk sarapan pagi di hotel. Mungkin bagi sebagian orang juga demikian. Saya berusaha mengingat-ingat dimana tempat sarapan yang enak di Palembang ini. setelah berfikir sebentar akhirnya saya menemukan satu tempat sarapan yang enak. Mie Ayam Atet. Yap….. tempat sarapan mie ayam yang terkenal di kota Palembang…………
Mie Ayam Atet bisa dibilang terkenal di kota Palembang ini. Terletak di jalan Taman Siswa. Di depan gereja GPKB. Disekitaran stadion Mohammad Hatta. Jadi kalau naik taxi atau dengan ojek bilangnya, Mie Ayam Atet yang deket stadion Hatta. Dari Hotel Arya Duta atau Hotel Horison hanya sekitar 15 menit saja. Tidak terlalu jauh. Tampat makan ini buka dari Jam 06.00 – 15.00 wib. Pagi sekali yah bukanya, cocok khan untuk yang mau sarapan.
Mie Ayam Atet rasanya sungguh enak. Dan rasanya tidak terlalu keras, cenderung rasa gurihnya lembut tidak seperti mie ayam pada umumnya. Begitupun cara memasak dan juga cara makannya. Mei ayam direbus sebentar seperti mie ayam biasa. Kemudian ditaruh dipiring yang sudah tersedia bumbunya. Diaduk sebentar baru di taburi irisan ayam dan bawang goreng. Dan ayamnya bukan kaldu ayam atau semur ayam, tapi hanya irisan ayam (sepertinya di steam bukan di goreng). Kemudian dihidangkan dengan kuah dan baso yang terpisah dimangkuk lain. Jadi berbeda dengan mie ayam pada umumnya yang menggunakan ayam bumbu kaldu atau ayam semur.
Cara makannya juga berbeda. Jangan mencampur kuah dengan mie ayam. Karena rasanya akan berbeda. Rasa gurihnya akan berkurang. Dan itu yang saya pernah lakukan beberapa kali. Ketika saya mencampur kuah dan mie ayamnya, kok rasanya kurang nikmat, kurang gurih. Tapi jika tidak dicampur rasanya lebih enak. Dan bila diperhatikan memang seperti itu yang dilakukan oleh pelanggan lain. Jadi cukup aduk mie ayam agar lebih merata bumbunya, lalu bila anda suka pedas tambahkan sambal atau bila perlu tambahkan kecap manis. Dan rasanya mantap… lembut gurihnya. Dan buat saya, porsi mie ayam disini sangat banyak. Satu piring penuh. Saya lebih suka memesan setengah porsi saja.
Harganya satu porsi Mie Ayam Atet juga relative murah. Satu porsinya lengkap dengan baksonya hanya Rp. 11.000. Kalau setengah porsi Rp. 7.000. Dan pangsit gorengnya Rp. 1.000 satu pangsit. Murah sekali bukan.
Jadi bila Anda ke kota pempek ini, dan Anda tidak suka sarapan di hotel atau bila Anda suka makan mie ayam. Silahkan mencoba Mie Ayam Atet ini. Dijamin Anda tidak akan menyesal. Dan Anda akan datang lagi dan lagi…. Selamat mencoba.
Mie Ayam Atet bisa dibilang terkenal di kota Palembang ini. Terletak di jalan Taman Siswa. Di depan gereja GPKB. Disekitaran stadion Mohammad Hatta. Jadi kalau naik taxi atau dengan ojek bilangnya, Mie Ayam Atet yang deket stadion Hatta. Dari Hotel Arya Duta atau Hotel Horison hanya sekitar 15 menit saja. Tidak terlalu jauh. Tampat makan ini buka dari Jam 06.00 – 15.00 wib. Pagi sekali yah bukanya, cocok khan untuk yang mau sarapan.
Mie Ayam Atet rasanya sungguh enak. Dan rasanya tidak terlalu keras, cenderung rasa gurihnya lembut tidak seperti mie ayam pada umumnya. Begitupun cara memasak dan juga cara makannya. Mei ayam direbus sebentar seperti mie ayam biasa. Kemudian ditaruh dipiring yang sudah tersedia bumbunya. Diaduk sebentar baru di taburi irisan ayam dan bawang goreng. Dan ayamnya bukan kaldu ayam atau semur ayam, tapi hanya irisan ayam (sepertinya di steam bukan di goreng). Kemudian dihidangkan dengan kuah dan baso yang terpisah dimangkuk lain. Jadi berbeda dengan mie ayam pada umumnya yang menggunakan ayam bumbu kaldu atau ayam semur.
Cara makannya juga berbeda. Jangan mencampur kuah dengan mie ayam. Karena rasanya akan berbeda. Rasa gurihnya akan berkurang. Dan itu yang saya pernah lakukan beberapa kali. Ketika saya mencampur kuah dan mie ayamnya, kok rasanya kurang nikmat, kurang gurih. Tapi jika tidak dicampur rasanya lebih enak. Dan bila diperhatikan memang seperti itu yang dilakukan oleh pelanggan lain. Jadi cukup aduk mie ayam agar lebih merata bumbunya, lalu bila anda suka pedas tambahkan sambal atau bila perlu tambahkan kecap manis. Dan rasanya mantap… lembut gurihnya. Dan buat saya, porsi mie ayam disini sangat banyak. Satu piring penuh. Saya lebih suka memesan setengah porsi saja.
Harganya satu porsi Mie Ayam Atet juga relative murah. Satu porsinya lengkap dengan baksonya hanya Rp. 11.000. Kalau setengah porsi Rp. 7.000. Dan pangsit gorengnya Rp. 1.000 satu pangsit. Murah sekali bukan.
Jadi bila Anda ke kota pempek ini, dan Anda tidak suka sarapan di hotel atau bila Anda suka makan mie ayam. Silahkan mencoba Mie Ayam Atet ini. Dijamin Anda tidak akan menyesal. Dan Anda akan datang lagi dan lagi…. Selamat mencoba.
Kamis, 11 Maret 2010
Pecel Lele Podomoro, Palembang
Pecel Lele Podomoro
Malam ini saya baru tiba di Palembang. Kota dimana saya dan keluarga pernah tinggal selama kurang dari 2 tahun. Kota yang rapi, bersih dan tertib, itu adalah kesan bagi kami sekeluarga. Kota yang lebih manusiawi dibanding kota lain yg pernah dan juga dimana kami saat ini tinggal. Disini ada Kambang Iwak, dimana para anggota keluarga bisa bermain, berolah raga dengan kolam ikan yang besar (iwak=ikan). Ada Benteng Kuto Besak, peninggalan Belanda dng Pemandangan Jembatan Ampera tempat wong Palembang berkumpul menikmati pemandangan Jembatan Ampera dng sungai Musinya dimalam hari. Juga ada Lapangan Sriwijaya dimana setiap minggu pagi dipenuhi warga Palembang untuk berolah raga dan senam jantung sehat. Yah… Palembang. Kota yang cukup berkesan bagi kami. Dan disini juga ada beberapa tempat makan yang berkesan. Mungkin karena suasananya, atau lokasinya atau juga masakannya. Salah satunya Pecel Lele Podomoro dengan menu Goreng Menteganya……
Ketika pertama kali saya pindah ke kota Palembang, Pecel Lele Podomoro inilah yang pertama kali saya kunjungi. Itupun karena diajak oleh rekan kantor saya. Dari banyak menu yang tersedia rekan saya menyarankan memilih Goreng Menteganya. Dan benar saja, memang nikmat. Lele atau ayam di goreng hingga matang kemudian di siram dengan mentega yang telah dipanaskan dicampur kecap manis dan potongan cabe hijau dan cabe rawit serta daun bawang. Sensasi manisnya kecap, gurihnya mentega dan rasa pedas cabai rawit dan aroma daun bawang sungguh nikmat.
Ada beberapa menu pilihan yang ditawarkan di Pecel Lele Podomoro, antara lain ada bebek, ayam atau lele goreng mentega, atau asam manis, saus tiram atau saus Padang. Atau ikan gurame, bawal, kakap atau baronang juga menu untuk udang, kepiting, cumi atau kerang di masak goreng mentega, asama manis, saus tiram atau saus padang. Untuk sayur ada cah kangkung, cah cumi, cah udang atau cah kerang. Dan semua itu sungguh enak, lezat dan nikmat.
Harga makanan di Pecel Lele Podomoro relative murah. Harga makanan antaramenu ikan lele, ayam dan bebek berkisar Rp. 8.000 – Rp. 12.000. kecuali untuk menu ikan gurame, ikan bawal ikan kakap atau kepiting harganya bisa mencapai Rp. 35.000 – Rp. 40.000. Tapi menurut saya itu harga yang pantas dan wajar untuk menu makanan dengan rasa yang nikmat seperti itu.
Buka mulai pukul 17.00 hingga pukul 02.00 pagi. Cocok sekeli bagi bagi yang suka begadang atau kebetulan susah tidur atau makan makan tengah malam sambl menunggu pertandinagn liga inggris. Lokasinya cukup dekan dengan pusat kota Palembang. Berada di jalan AKP. Cek Agus atau biasa juga dikenal dengan jalan lapanagan golf karena memang dekat dengan lapangan golf. Bagi Anda yang sedang menginap di hotel Novotel Palembang tempat ini mudah sekali di capai. Keluar dari gerbang adalah jalan jalan Basuki Rahmat berbelok ke kiri ke arah Kenton. Hingga traffic light simpang Patal (traffic light pertama). Belok ke kanan sekitar 20 meter dari simpang, terletak disebelah kiri jalan. Dekat dengan bank Permata.
Sungguh Anda tidak akan kecewa dengan menu dan masakan Pecel Lele Podomoro. Karena disini menawarkan menu dengan cita rasa yang lain. Terutama goreng mentega dan asam manisnya yang terkenal itu.
Selamat mencoba………….
Malam ini saya baru tiba di Palembang. Kota dimana saya dan keluarga pernah tinggal selama kurang dari 2 tahun. Kota yang rapi, bersih dan tertib, itu adalah kesan bagi kami sekeluarga. Kota yang lebih manusiawi dibanding kota lain yg pernah dan juga dimana kami saat ini tinggal. Disini ada Kambang Iwak, dimana para anggota keluarga bisa bermain, berolah raga dengan kolam ikan yang besar (iwak=ikan). Ada Benteng Kuto Besak, peninggalan Belanda dng Pemandangan Jembatan Ampera tempat wong Palembang berkumpul menikmati pemandangan Jembatan Ampera dng sungai Musinya dimalam hari. Juga ada Lapangan Sriwijaya dimana setiap minggu pagi dipenuhi warga Palembang untuk berolah raga dan senam jantung sehat. Yah… Palembang. Kota yang cukup berkesan bagi kami. Dan disini juga ada beberapa tempat makan yang berkesan. Mungkin karena suasananya, atau lokasinya atau juga masakannya. Salah satunya Pecel Lele Podomoro dengan menu Goreng Menteganya……
Ketika pertama kali saya pindah ke kota Palembang, Pecel Lele Podomoro inilah yang pertama kali saya kunjungi. Itupun karena diajak oleh rekan kantor saya. Dari banyak menu yang tersedia rekan saya menyarankan memilih Goreng Menteganya. Dan benar saja, memang nikmat. Lele atau ayam di goreng hingga matang kemudian di siram dengan mentega yang telah dipanaskan dicampur kecap manis dan potongan cabe hijau dan cabe rawit serta daun bawang. Sensasi manisnya kecap, gurihnya mentega dan rasa pedas cabai rawit dan aroma daun bawang sungguh nikmat.
Ada beberapa menu pilihan yang ditawarkan di Pecel Lele Podomoro, antara lain ada bebek, ayam atau lele goreng mentega, atau asam manis, saus tiram atau saus Padang. Atau ikan gurame, bawal, kakap atau baronang juga menu untuk udang, kepiting, cumi atau kerang di masak goreng mentega, asama manis, saus tiram atau saus padang. Untuk sayur ada cah kangkung, cah cumi, cah udang atau cah kerang. Dan semua itu sungguh enak, lezat dan nikmat.
Harga makanan di Pecel Lele Podomoro relative murah. Harga makanan antaramenu ikan lele, ayam dan bebek berkisar Rp. 8.000 – Rp. 12.000. kecuali untuk menu ikan gurame, ikan bawal ikan kakap atau kepiting harganya bisa mencapai Rp. 35.000 – Rp. 40.000. Tapi menurut saya itu harga yang pantas dan wajar untuk menu makanan dengan rasa yang nikmat seperti itu.
Buka mulai pukul 17.00 hingga pukul 02.00 pagi. Cocok sekeli bagi bagi yang suka begadang atau kebetulan susah tidur atau makan makan tengah malam sambl menunggu pertandinagn liga inggris. Lokasinya cukup dekan dengan pusat kota Palembang. Berada di jalan AKP. Cek Agus atau biasa juga dikenal dengan jalan lapanagan golf karena memang dekat dengan lapangan golf. Bagi Anda yang sedang menginap di hotel Novotel Palembang tempat ini mudah sekali di capai. Keluar dari gerbang adalah jalan jalan Basuki Rahmat berbelok ke kiri ke arah Kenton. Hingga traffic light simpang Patal (traffic light pertama). Belok ke kanan sekitar 20 meter dari simpang, terletak disebelah kiri jalan. Dekat dengan bank Permata.
Sungguh Anda tidak akan kecewa dengan menu dan masakan Pecel Lele Podomoro. Karena disini menawarkan menu dengan cita rasa yang lain. Terutama goreng mentega dan asam manisnya yang terkenal itu.
Selamat mencoba………….
Senin, 14 Desember 2009
Kedai Belut Mas Ben & Mbak Serly, Medan.
Hari ini saya berada di kota Medan. Dan sebelum berangkat pun saya sudah berencana untuk kembali mencicipi masakan khas yang satu ini. BELUT. Ya di Medan ada satu tempat makan yang menu utamanya adalah belut. Namanya Kedai Belut Mas Ben & Mbak Serly……..
Alamatnya tertera di daftar menu adalah: Jl. Pringgan, Gang Belut No. 56, Helvetia, Medan. Dan teleponnya adalah: 061-8444232. ADa baiknya bila Anda hendak kesini coba untuk menghubungi via telepon. Khawatirnya menu makanannya sudah habis. Dari pada jauh-jauh datang tapi kehabisan.
Untuk mencapai Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly memang agak repot. Tapi bagi orang Medan atau yag tinggal di Medan, tentu mudah saja. Dari arah Gaperta menuju arah jalan Helvetia. Ujung Jalan Kapten Muslim Ujung, belok ke kiri. Sekitar 20 meter kemudian ada jalan kecil disebelah kanan jalan, dng dua pilar di depannya. Ikuti jalan kecil beraspal tersebut hingga ujung jalan, mentok lalu belok ke kiri. Gang pertama adalah gang Sentosa, lalu gang Sehat baru gang ketiga adalah gang Belut. Ini dia tempatnya.
Menu yang tersedia antara lain; Belut goreng, Belut sambal, Belut kencur, Belut tauco, Belut tumis, Belut cabe ijo dan lainnya. Tapi ada juga menu lain tanpa belut; tempe goreng, tempe tumis, tempe sambel, telur dadar atau telur mata sapi juga nasi & mie goreng. Jadi untuk teman yang kebetulan ikut dan baru mau mencoba sajian belut ada pilihan lainnya di sini.
Saya dan teman mencoba 2 menu disini. Belut goreng & Belut tauco. Tidak perlu menunggu terlalu lama, hanya sekitar 10 menit kemudian, pesanan kami datang. Dan…….walla…..belut goreng lembut dng taburan bumbu goreng yang harum dan aroma kelezatan yang mantap. Dan di sajikan dng ditemani sambal cabe rawit ditambah sedikit kecap manis dalam pirig kecil…. Makin mantap.
Untuk Belut tauconya…..wah…lezat sekali. Disajikan pasan-panas dng bumbu tauco yang sangat gurih dan agak kental, ada banyak irisan cabe hijau dan santan yang pekat dan juga irisan tomat merah. Dan dagingnya beliutnya lembut sekali. Dan yang menambah kelezatan semua makanan ini adalah harganya. Ya…. Harga perporsi menu Belut di Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly ini hanya Rp.10.000. Luar biasa bukan, hanya sepuluh ribu. Enak rasanya dan murah harganya. Mantap bukan…..
Jadi bila saat ini Anda sedang berada di kota Medan, atau Anda berencana ke Medan. Dan Anda suka wisata kuliner atau Anda suka masakan Belut. Saying sekali bila Anda tidak mencoba hidangan Belut dari Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly. Oh ya….Kedai Belut ini tutup setiap hari Jum’at dan hari libur. Sewaktu kesini, pengunjung cukup ramai. ya....maklum masih jam makan siang. Untuk itu jika Anda hendak jangan hendak makan disini dan akan datang lewat pukul 14.00, sebaiknya Anda memesan terlebih dahulu. Atau sudah tidak ada makanan yang tersisa untuk Anda di Kedai Mas Ben & mBak Serly…..habis disantap pengunjung yang selalu ramai... hampir setiap hari.
Alamatnya tertera di daftar menu adalah: Jl. Pringgan, Gang Belut No. 56, Helvetia, Medan. Dan teleponnya adalah: 061-8444232. ADa baiknya bila Anda hendak kesini coba untuk menghubungi via telepon. Khawatirnya menu makanannya sudah habis. Dari pada jauh-jauh datang tapi kehabisan.
Untuk mencapai Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly memang agak repot. Tapi bagi orang Medan atau yag tinggal di Medan, tentu mudah saja. Dari arah Gaperta menuju arah jalan Helvetia. Ujung Jalan Kapten Muslim Ujung, belok ke kiri. Sekitar 20 meter kemudian ada jalan kecil disebelah kanan jalan, dng dua pilar di depannya. Ikuti jalan kecil beraspal tersebut hingga ujung jalan, mentok lalu belok ke kiri. Gang pertama adalah gang Sentosa, lalu gang Sehat baru gang ketiga adalah gang Belut. Ini dia tempatnya.
Menu yang tersedia antara lain; Belut goreng, Belut sambal, Belut kencur, Belut tauco, Belut tumis, Belut cabe ijo dan lainnya. Tapi ada juga menu lain tanpa belut; tempe goreng, tempe tumis, tempe sambel, telur dadar atau telur mata sapi juga nasi & mie goreng. Jadi untuk teman yang kebetulan ikut dan baru mau mencoba sajian belut ada pilihan lainnya di sini.
Saya dan teman mencoba 2 menu disini. Belut goreng & Belut tauco. Tidak perlu menunggu terlalu lama, hanya sekitar 10 menit kemudian, pesanan kami datang. Dan…….walla…..belut goreng lembut dng taburan bumbu goreng yang harum dan aroma kelezatan yang mantap. Dan di sajikan dng ditemani sambal cabe rawit ditambah sedikit kecap manis dalam pirig kecil…. Makin mantap.
Untuk Belut tauconya…..wah…lezat sekali. Disajikan pasan-panas dng bumbu tauco yang sangat gurih dan agak kental, ada banyak irisan cabe hijau dan santan yang pekat dan juga irisan tomat merah. Dan dagingnya beliutnya lembut sekali. Dan yang menambah kelezatan semua makanan ini adalah harganya. Ya…. Harga perporsi menu Belut di Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly ini hanya Rp.10.000. Luar biasa bukan, hanya sepuluh ribu. Enak rasanya dan murah harganya. Mantap bukan…..
Jadi bila saat ini Anda sedang berada di kota Medan, atau Anda berencana ke Medan. Dan Anda suka wisata kuliner atau Anda suka masakan Belut. Saying sekali bila Anda tidak mencoba hidangan Belut dari Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly. Oh ya….Kedai Belut ini tutup setiap hari Jum’at dan hari libur. Sewaktu kesini, pengunjung cukup ramai. ya....maklum masih jam makan siang. Untuk itu jika Anda hendak jangan hendak makan disini dan akan datang lewat pukul 14.00, sebaiknya Anda memesan terlebih dahulu. Atau sudah tidak ada makanan yang tersisa untuk Anda di Kedai Mas Ben & mBak Serly…..habis disantap pengunjung yang selalu ramai... hampir setiap hari.
Senin, 16 November 2009
Pecel Lele Khatib Sulaiman, Padang, Sumatera Barat
Anda suka Pecel Lele. Atau Anda mungkin penggemar Masakan Khas Jawa yang satu ini. PECEL LELE… Tahukan Anda meskipun jauh dari tanah Jawa, asal dari masakan Pecel Lele ini. Ternyata dikota Padang pun ada Pecel Lele yang nikmatnya nggak kalah dng Pecel Lele yang dibuat oleh orang Jawa. Tempatnya di Pecel Lele di jalan Khatib Sulaiman, Padang…..
Pertama kali mencoba tempat makan yang satu ini, adalah ketika saya ditugaskan berangkat ke kota Padang pasca Gempa akhir September 2009 kemarin dalam rangka membantu rekan-rekan yang bertugas di kota padang untuk tugas recovery.
Tempatnya sederhana sekali. Berada di jalan Khatib Sulaiman simpang jalan Merdeka. Menempati halaman depan sebuah rumah tua. Boleh dibilang rumah yang kurang terawat. Dan atapnya adalah tenda seperti tenda pesta dikampung-kampung atau biasa disebut teratak. Dari arah kotalurus saja jangan belok-belok menuju arah bandara. Berada disebelah kiri jalan. Tepat di simpang jalan Merdeka. Tidak jauh setelah melewati kantor Telkomsel. Juga setelah rumah makan Lubuk Idai yang terkenal itu. Kalo dari kota Padang naik motor sekitar 10 menit saja.
Sering kali bila berbicara tentag menu Pecel Lele orang mengatakan jika Pecel Lele yang penting adalah sambalnya. Menurut saya hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Bagaimanapun yang penting adalah Lele Gorengnya. Karena sambal bagaimanapun adalah pelengkap saja. Dan di Pecel Lele Khatib Sulaiman ini tidak hanya sambalnya yang enak. Lele Gorengnya juga mantap. Lele Gorengnya pas gurihnya, pas matengnya dan bumbunya terasa merata dari kepala hingga ekor. Luarnya sedikit renyah tapi dalamnya juga mateng sempurna. Sambalnya nikmat sekali, pas pedasnya, pas harumnya tapi nggak pas jumlahnya. Soalnya kalo makan disini, sering kali sambal yang diberikan sudah habis sementara nasi kita masih tersisa. Bukan karena sambal yang diberikan hanya sedikit. Sambal yang disajikan setiap porsinya sudah cukup banyak, tapi karena memang enak. Jadi sering kali pelanggan yang datang kesini minta tambahan sambal. Untung sambalnya gratis….jadi minta tambah nggak masalah. Asal perut kita siap dan tahan cabe samabl.
Memang harus diakui sambal di Pecel Lele Khatib Sulaiman ini memang betul-betul nikmat. Warnanya merah pekat, pedasnya pas ditambah harum jeruk nipis menyegarkan. Meskipun Anda hanya memesan satu porsi, saya yakin Anda akan menambah porsi Anda. Paling tidak tambah lauknya dan sambalnya. Tapi sekali lagi bukan hanya sambalnya tadi yang membuat Pecel Lele Khatib Sulaiman ini luar biasa. Cara menggorengnya juga nggak sembarangan.
Ketika Pecel Lele di hidang saya pun sempat bingung. Kenapa lele goreng lurus-lurus. Khan biasanya agak membengkok, melengkung karena digoreng. Tapi ini lurus. Dan setelah memakan Lele Goreng ini kami baru sadar kalau Lele Goreng ini di tusuk dng tusuk bambu dibagian dalamnya. Itu pun kami ketahui setelah seorang teman kami menggigit lele goreng tadi, yang ternyata didalamnya ada tusuk bambu. Itu mungkin yang membuat Lele Goreng disini lebih nikmat. Karena matengnya merata dan juga bumbunya meresap dng merata.
Pecel Lele Khatib Sulaiman buka setiap hari mulai jam 09.00 hingga jam 21.00. Tergantung jumlah pengunjung. Maksudnya kadang bisa lebih cepat tutupnya, kadang bisa juga lebih molor. Tapi saya nggak yakin molor deh. Soalnya selalu saja ramai. Harganya juga murah, perporsinya, sudah termasuk nasi putih Rp. 10.000. kalo tambah hati ayam goreng atau rempela goreng tambah Rp. 3.000. Murah khan… tapi kayaknya susah deh kalo kita berharap makannya Cuma seporsi. Lebih sering kita minta tambah lauk tuh. Enak sih.
So meski yang Pecel Lele Khatib Sulaiman ini berada di Kota Padang, dan pengelolanya juga orang padang. Tapi Pecel Lele disini nggak kalah dengan Pecel Lele buatan orang Jawa. Bahkan mungkin lebih nikmat. Jadi jangan lupa, bagi Anda yang suka berwisata kuliner. Suka mencoba masakan-masakan dng selera emperan dan sedang berada di kota dng pepatahnya yang terkenal 'Adat Bersanding Syara, Syara Bersanding Kitabullah' ini. Silahkan Anda coba Pecel Lele Khatib Sulaiman ini. Biarpun tempatnya ngemper, tapi rasanya Dahsyat…. Dan yang pasti nggak membuat dompet sekarat. Selamat mencoba, nggak nyesel deh....
Pertama kali mencoba tempat makan yang satu ini, adalah ketika saya ditugaskan berangkat ke kota Padang pasca Gempa akhir September 2009 kemarin dalam rangka membantu rekan-rekan yang bertugas di kota padang untuk tugas recovery.
Tempatnya sederhana sekali. Berada di jalan Khatib Sulaiman simpang jalan Merdeka. Menempati halaman depan sebuah rumah tua. Boleh dibilang rumah yang kurang terawat. Dan atapnya adalah tenda seperti tenda pesta dikampung-kampung atau biasa disebut teratak. Dari arah kotalurus saja jangan belok-belok menuju arah bandara. Berada disebelah kiri jalan. Tepat di simpang jalan Merdeka. Tidak jauh setelah melewati kantor Telkomsel. Juga setelah rumah makan Lubuk Idai yang terkenal itu. Kalo dari kota Padang naik motor sekitar 10 menit saja.
Sering kali bila berbicara tentag menu Pecel Lele orang mengatakan jika Pecel Lele yang penting adalah sambalnya. Menurut saya hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Bagaimanapun yang penting adalah Lele Gorengnya. Karena sambal bagaimanapun adalah pelengkap saja. Dan di Pecel Lele Khatib Sulaiman ini tidak hanya sambalnya yang enak. Lele Gorengnya juga mantap. Lele Gorengnya pas gurihnya, pas matengnya dan bumbunya terasa merata dari kepala hingga ekor. Luarnya sedikit renyah tapi dalamnya juga mateng sempurna. Sambalnya nikmat sekali, pas pedasnya, pas harumnya tapi nggak pas jumlahnya. Soalnya kalo makan disini, sering kali sambal yang diberikan sudah habis sementara nasi kita masih tersisa. Bukan karena sambal yang diberikan hanya sedikit. Sambal yang disajikan setiap porsinya sudah cukup banyak, tapi karena memang enak. Jadi sering kali pelanggan yang datang kesini minta tambahan sambal. Untung sambalnya gratis….jadi minta tambah nggak masalah. Asal perut kita siap dan tahan cabe samabl.
Memang harus diakui sambal di Pecel Lele Khatib Sulaiman ini memang betul-betul nikmat. Warnanya merah pekat, pedasnya pas ditambah harum jeruk nipis menyegarkan. Meskipun Anda hanya memesan satu porsi, saya yakin Anda akan menambah porsi Anda. Paling tidak tambah lauknya dan sambalnya. Tapi sekali lagi bukan hanya sambalnya tadi yang membuat Pecel Lele Khatib Sulaiman ini luar biasa. Cara menggorengnya juga nggak sembarangan.
Ketika Pecel Lele di hidang saya pun sempat bingung. Kenapa lele goreng lurus-lurus. Khan biasanya agak membengkok, melengkung karena digoreng. Tapi ini lurus. Dan setelah memakan Lele Goreng ini kami baru sadar kalau Lele Goreng ini di tusuk dng tusuk bambu dibagian dalamnya. Itu pun kami ketahui setelah seorang teman kami menggigit lele goreng tadi, yang ternyata didalamnya ada tusuk bambu. Itu mungkin yang membuat Lele Goreng disini lebih nikmat. Karena matengnya merata dan juga bumbunya meresap dng merata.
Pecel Lele Khatib Sulaiman buka setiap hari mulai jam 09.00 hingga jam 21.00. Tergantung jumlah pengunjung. Maksudnya kadang bisa lebih cepat tutupnya, kadang bisa juga lebih molor. Tapi saya nggak yakin molor deh. Soalnya selalu saja ramai. Harganya juga murah, perporsinya, sudah termasuk nasi putih Rp. 10.000. kalo tambah hati ayam goreng atau rempela goreng tambah Rp. 3.000. Murah khan… tapi kayaknya susah deh kalo kita berharap makannya Cuma seporsi. Lebih sering kita minta tambah lauk tuh. Enak sih.
So meski yang Pecel Lele Khatib Sulaiman ini berada di Kota Padang, dan pengelolanya juga orang padang. Tapi Pecel Lele disini nggak kalah dengan Pecel Lele buatan orang Jawa. Bahkan mungkin lebih nikmat. Jadi jangan lupa, bagi Anda yang suka berwisata kuliner. Suka mencoba masakan-masakan dng selera emperan dan sedang berada di kota dng pepatahnya yang terkenal 'Adat Bersanding Syara, Syara Bersanding Kitabullah' ini. Silahkan Anda coba Pecel Lele Khatib Sulaiman ini. Biarpun tempatnya ngemper, tapi rasanya Dahsyat…. Dan yang pasti nggak membuat dompet sekarat. Selamat mencoba, nggak nyesel deh....
Langganan:
Postingan (Atom)