SELAMAT BERIBADAH PUASA

Kamis, 11 Maret 2010

Pecel Lele Podomoro, Palembang

Pecel Lele Podomoro
Malam ini saya baru tiba di Palembang. Kota dimana saya dan keluarga pernah tinggal selama kurang dari 2 tahun. Kota yang rapi, bersih dan tertib, itu adalah kesan bagi kami sekeluarga. Kota yang lebih manusiawi dibanding kota lain yg pernah dan juga dimana kami saat ini tinggal. Disini ada Kambang Iwak, dimana para anggota keluarga bisa bermain, berolah raga dengan kolam ikan yang besar (iwak=ikan). Ada Benteng Kuto Besak, peninggalan Belanda dng Pemandangan Jembatan Ampera tempat wong Palembang berkumpul menikmati pemandangan Jembatan Ampera dng sungai Musinya dimalam hari. Juga ada Lapangan Sriwijaya dimana setiap minggu pagi dipenuhi warga Palembang untuk berolah raga dan senam jantung sehat. Yah… Palembang. Kota yang cukup berkesan bagi kami. Dan disini juga ada beberapa tempat makan yang berkesan. Mungkin karena suasananya, atau lokasinya atau juga masakannya. Salah satunya Pecel Lele Podomoro dengan menu Goreng Menteganya……

Ketika pertama kali saya pindah ke kota Palembang, Pecel Lele Podomoro inilah yang pertama kali saya kunjungi. Itupun karena diajak oleh rekan kantor saya. Dari banyak menu yang tersedia rekan saya menyarankan memilih Goreng Menteganya. Dan benar saja, memang nikmat. Lele atau ayam di goreng hingga matang kemudian di siram dengan mentega yang telah dipanaskan dicampur kecap manis dan potongan cabe hijau dan cabe rawit serta daun bawang. Sensasi manisnya kecap, gurihnya mentega dan rasa pedas cabai rawit dan aroma daun bawang sungguh nikmat.

Ada beberapa menu pilihan yang ditawarkan di Pecel Lele Podomoro, antara lain ada bebek, ayam atau lele goreng mentega, atau asam manis, saus tiram atau saus Padang. Atau ikan gurame, bawal, kakap atau baronang juga menu untuk udang, kepiting, cumi atau kerang di masak goreng mentega, asama manis, saus tiram atau saus padang. Untuk sayur ada cah kangkung, cah cumi, cah udang atau cah kerang. Dan semua itu sungguh enak, lezat dan nikmat.

Harga makanan di Pecel Lele Podomoro relative murah. Harga makanan antaramenu ikan lele, ayam dan bebek berkisar Rp. 8.000 – Rp. 12.000. kecuali untuk menu ikan gurame, ikan bawal ikan kakap atau kepiting harganya bisa mencapai Rp. 35.000 – Rp. 40.000. Tapi menurut saya itu harga yang pantas dan wajar untuk menu makanan dengan rasa yang nikmat seperti itu.

Buka mulai pukul 17.00 hingga pukul 02.00 pagi. Cocok sekeli bagi bagi yang suka begadang atau kebetulan susah tidur atau makan makan tengah malam sambl menunggu pertandinagn liga inggris. Lokasinya cukup dekan dengan pusat kota Palembang. Berada di jalan AKP. Cek Agus atau biasa juga dikenal dengan jalan lapanagan golf karena memang dekat dengan lapangan golf. Bagi Anda yang sedang menginap di hotel Novotel Palembang tempat ini mudah sekali di capai. Keluar dari gerbang adalah jalan jalan Basuki Rahmat berbelok ke kiri ke arah Kenton. Hingga traffic light simpang Patal (traffic light pertama). Belok ke kanan sekitar 20 meter dari simpang, terletak disebelah kiri jalan. Dekat dengan bank Permata.

Sungguh Anda tidak akan kecewa dengan menu dan masakan Pecel Lele Podomoro. Karena disini menawarkan menu dengan cita rasa yang lain. Terutama goreng mentega dan asam manisnya yang terkenal itu.

Selamat mencoba………….

Senin, 14 Desember 2009

Kedai Belut Mas Ben & Mbak Serly, Medan.

Hari ini saya berada di kota Medan. Dan sebelum berangkat pun saya sudah berencana untuk kembali mencicipi masakan khas yang satu ini. BELUT. Ya di Medan ada satu tempat makan yang menu utamanya adalah belut. Namanya Kedai Belut Mas Ben & Mbak Serly……..

Alamatnya tertera di daftar menu adalah: Jl. Pringgan, Gang Belut No. 56, Helvetia, Medan. Dan teleponnya adalah: 061-8444232. ADa baiknya bila Anda hendak kesini coba untuk menghubungi via telepon. Khawatirnya menu makanannya sudah habis. Dari pada jauh-jauh datang tapi kehabisan.

Untuk mencapai Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly memang agak repot. Tapi bagi orang Medan atau yag tinggal di Medan, tentu mudah saja. Dari arah Gaperta menuju arah jalan Helvetia. Ujung Jalan Kapten Muslim Ujung, belok ke kiri. Sekitar 20 meter kemudian ada jalan kecil disebelah kanan jalan, dng dua pilar di depannya. Ikuti jalan kecil beraspal tersebut hingga ujung jalan, mentok lalu belok ke kiri. Gang pertama adalah gang Sentosa, lalu gang Sehat baru gang ketiga adalah gang Belut. Ini dia tempatnya.

Menu yang tersedia antara lain; Belut goreng, Belut sambal, Belut kencur, Belut tauco, Belut tumis, Belut cabe ijo dan lainnya. Tapi ada juga menu lain tanpa belut; tempe goreng, tempe tumis, tempe sambel, telur dadar atau telur mata sapi juga nasi & mie goreng. Jadi untuk teman yang kebetulan ikut dan baru mau mencoba sajian belut ada pilihan lainnya di sini.

Saya dan teman mencoba 2 menu disini. Belut goreng & Belut tauco. Tidak perlu menunggu terlalu lama, hanya sekitar 10 menit kemudian, pesanan kami datang. Dan…….walla…..belut goreng lembut dng taburan bumbu goreng yang harum dan aroma kelezatan yang mantap. Dan di sajikan dng ditemani sambal cabe rawit ditambah sedikit kecap manis dalam pirig kecil…. Makin mantap.

Untuk Belut tauconya…..wah…lezat sekali. Disajikan pasan-panas dng bumbu tauco yang sangat gurih dan agak kental, ada banyak irisan cabe hijau dan santan yang pekat dan juga irisan tomat merah. Dan dagingnya beliutnya lembut sekali. Dan yang menambah kelezatan semua makanan ini adalah harganya. Ya…. Harga perporsi menu Belut di Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly ini hanya Rp.10.000. Luar biasa bukan, hanya sepuluh ribu. Enak rasanya dan murah harganya. Mantap bukan…..

Jadi bila saat ini Anda sedang berada di kota Medan, atau Anda berencana ke Medan. Dan Anda suka wisata kuliner atau Anda suka masakan Belut. Saying sekali bila Anda tidak mencoba hidangan Belut dari Kedai Belut Mas Ben & mBak Serly. Oh ya….Kedai Belut ini tutup setiap hari Jum’at dan hari libur. Sewaktu kesini, pengunjung cukup ramai. ya....maklum masih jam makan siang. Untuk itu jika Anda hendak jangan hendak makan disini dan akan datang lewat pukul 14.00, sebaiknya Anda memesan terlebih dahulu. Atau sudah tidak ada makanan yang tersisa untuk Anda di Kedai Mas Ben & mBak Serly…..habis disantap pengunjung yang selalu ramai... hampir setiap hari.

Senin, 16 November 2009

Pecel Lele Khatib Sulaiman, Padang, Sumatera Barat

Anda suka Pecel Lele. Atau Anda mungkin penggemar Masakan Khas Jawa yang satu ini. PECEL LELE… Tahukan Anda meskipun jauh dari tanah Jawa, asal dari masakan Pecel Lele ini. Ternyata dikota Padang pun ada Pecel Lele yang nikmatnya nggak kalah dng Pecel Lele yang dibuat oleh orang Jawa. Tempatnya di Pecel Lele di jalan Khatib Sulaiman, Padang…..

Pertama kali mencoba tempat makan yang satu ini, adalah ketika saya ditugaskan berangkat ke kota Padang pasca Gempa akhir September 2009 kemarin dalam rangka membantu rekan-rekan yang bertugas di kota padang untuk tugas recovery.

Tempatnya sederhana sekali. Berada di jalan Khatib Sulaiman simpang jalan Merdeka. Menempati halaman depan sebuah rumah tua. Boleh dibilang rumah yang kurang terawat. Dan atapnya adalah tenda seperti tenda pesta dikampung-kampung atau biasa disebut teratak. Dari arah kotalurus saja jangan belok-belok menuju arah bandara. Berada disebelah kiri jalan. Tepat di simpang jalan Merdeka. Tidak jauh setelah melewati kantor Telkomsel. Juga setelah rumah makan Lubuk Idai yang terkenal itu. Kalo dari kota Padang naik motor sekitar 10 menit saja.

Sering kali bila berbicara tentag menu Pecel Lele orang mengatakan jika Pecel Lele yang penting adalah sambalnya. Menurut saya hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Bagaimanapun yang penting adalah Lele Gorengnya. Karena sambal bagaimanapun adalah pelengkap saja. Dan di Pecel Lele Khatib Sulaiman ini tidak hanya sambalnya yang enak. Lele Gorengnya juga mantap. Lele Gorengnya pas gurihnya, pas matengnya dan bumbunya terasa merata dari kepala hingga ekor. Luarnya sedikit renyah tapi dalamnya juga mateng sempurna. Sambalnya nikmat sekali, pas pedasnya, pas harumnya tapi nggak pas jumlahnya. Soalnya kalo makan disini, sering kali sambal yang diberikan sudah habis sementara nasi kita masih tersisa. Bukan karena sambal yang diberikan hanya sedikit. Sambal yang disajikan setiap porsinya sudah cukup banyak, tapi karena memang enak. Jadi sering kali pelanggan yang datang kesini minta tambahan sambal. Untung sambalnya gratis….jadi minta tambah nggak masalah. Asal perut kita siap dan tahan cabe samabl.

Memang harus diakui sambal di Pecel Lele Khatib Sulaiman ini memang betul-betul nikmat. Warnanya merah pekat, pedasnya pas ditambah harum jeruk nipis menyegarkan. Meskipun Anda hanya memesan satu porsi, saya yakin Anda akan menambah porsi Anda. Paling tidak tambah lauknya dan sambalnya. Tapi sekali lagi bukan hanya sambalnya tadi yang membuat Pecel Lele Khatib Sulaiman ini luar biasa. Cara menggorengnya juga nggak sembarangan.

Ketika Pecel Lele di hidang saya pun sempat bingung. Kenapa lele goreng lurus-lurus. Khan biasanya agak membengkok, melengkung karena digoreng. Tapi ini lurus. Dan setelah memakan Lele Goreng ini kami baru sadar kalau Lele Goreng ini di tusuk dng tusuk bambu dibagian dalamnya. Itu pun kami ketahui setelah seorang teman kami menggigit lele goreng tadi, yang ternyata didalamnya ada tusuk bambu. Itu mungkin yang membuat Lele Goreng disini lebih nikmat. Karena matengnya merata dan juga bumbunya meresap dng merata.

Pecel Lele Khatib Sulaiman buka setiap hari mulai jam 09.00 hingga jam 21.00. Tergantung jumlah pengunjung. Maksudnya kadang bisa lebih cepat tutupnya, kadang bisa juga lebih molor. Tapi saya nggak yakin molor deh. Soalnya selalu saja ramai. Harganya juga murah, perporsinya, sudah termasuk nasi putih Rp. 10.000. kalo tambah hati ayam goreng atau rempela goreng tambah Rp. 3.000. Murah khan… tapi kayaknya susah deh kalo kita berharap makannya Cuma seporsi. Lebih sering kita minta tambah lauk tuh. Enak sih.

So meski yang Pecel Lele Khatib Sulaiman ini berada di Kota Padang, dan pengelolanya juga orang padang. Tapi Pecel Lele disini nggak kalah dengan Pecel Lele buatan orang Jawa. Bahkan mungkin lebih nikmat. Jadi jangan lupa, bagi Anda yang suka berwisata kuliner. Suka mencoba masakan-masakan dng selera emperan dan sedang berada di kota dng pepatahnya yang terkenal 'Adat Bersanding Syara, Syara Bersanding Kitabullah' ini. Silahkan Anda coba Pecel Lele Khatib Sulaiman ini. Biarpun tempatnya ngemper, tapi rasanya Dahsyat…. Dan yang pasti nggak membuat dompet sekarat. Selamat mencoba, nggak nyesel deh....

Sabtu, 12 September 2009

Sop Tunjang Pertama, Pekanbaru, Riau

Kebetulan beberapa hari kemarin saya dan juga beberap rekan dan atasan berada di kota Pekanbaru untuk suatu tugas. Tugas mulia. Berusaha memberikan layanan dan memenuhi kebutuhan masyarakan kota Pekanbaru akan komunikasi selular. Dan hari Jum’at kemarin adalah hari terakhir kami disana. Sebelum meninggalkan kota Pekanbaru saya dan rekan saya berencana buka puasa dng makanan khas kota Pekanbaru. Setelah berdiskusi dan meminta saran termasuk dari driver kami yg memang penduduk kota Pekanbaru, maka kami memilih buka puasa makan Soup Tunjang. Dan pilihannya adalah Rumah Makan Soup Tunjang Pertama di jalan Pinang……..

Namanya memang Rumah Makan Sop Tunjang Pertama. Saya sendiri kurang tahu, apakah memang rumah makan ini yang pertama kali memperkenalkan sop tunjang atau hanya sekedar namanya saja. Teletak dijalan Pinang No. 36. Masuk dari jalan Jend. Sudirman belok kiri, setelah melewati tempat makan durian Yudi. Masuk kedalam jalan Pinang sekitar 100 meter saja. Berada disebelah kanan jalan, bangunan masih dari papan, berwarna cat orange tapi bersih dan tertata rapi. Nyaman… dan bagi Anda yang menginap di Hotel Pangeran Jl. Jend. Sudirman, Pekanbaru. Tinggal menyebrangi jalan Jend. Sudirman. Jalan Pinang ini berada persis lurus dng pintu keluar Hotel Pangeran, Pekanbaru. Dekat sekali.

Menu yang disediakan antara lain, Sop Daging Sapi, Sop Ayam dan tentu saja Sop Tunjang. Saya penasaran, seperti apa sih yang namanya Sop Tunjang itu. Apakah memang potongan daging tunjang yang disopu. Atau sejumlag dengkul sapi yang masih terbungkus daging tunjang yang di sop. Bingung…makanya saya mau coba.
Kami masing-masing memesan satu porsi Sop Tunjang dan sepiring nasi. Dan ya ampun nasinya sedikit sekali. Bila dibanding dng nasi padang yang terkadang kelewat banyak. Tapi jangan khawatir, bisa nambah kok.

Tidak berapa lama hidangan datang. Ternyata yang namanya Sop Tunjang itu nggak beda dng Sop daging sapi lainya. Yaitu; semangkok Sop berisi potongan daging sapi, ada tulang iga yang terbungkus daging, juga tulang lainnya dengan daging dan tetelan yang masih menempel dan sekerat tunjang. Isi yang disajikan memang nggak jauh berbeda dengan soup pada umumnya. Tapi aromanya berbeda dng sop dari Medan atau sop dari Aceh. Aroma lada dan daun seledri sangat terasa. Hhe.e m m m… karena belum beduk, jadi kami hanya bisa mencium aromanya saja dulu. Belum boleh mencicipi, belum waktunya untuk berbuka puasa. Semuanya pura-pura cuek, padahal hidung ini sudah kembang kempis berusaha menahan sambaran aroma merica dan daun seledri dari Sop Tunjang yang sudah terhidang ini. Kok perasaan waktu jadi makin lambat yah… tik…tik…tik…….tik……..tik…….tik…..
Tidak beberapa lama tiba-tiba suasana menjadi hening, yah karena semua tamu berusaha memasang telinga masih-masing, sensor telinga menjadi peka. Berusaha menangkap kalau-kalau ada suara adzan berkumandang. Dan benar saja, sayup-sayup terdengar suara adzan. Alhamdulillah..tiba juga waktunya berbuka puasa. Segera saya mencicipi kuahnya….yap…seperti dugaan saya, terasa sekali pedas merica. Nikmat sekali ditambah dng taburan daun seledri yang harum mengundang selera.

Setelah minum air putih dan sedikt cemilan ringan. Bersiap mencoba hidangan Sop Tunjang. Sebelumnya tambah sedikit kecap manis, beberapa tetes sari jeruk nipis dan sedikit sambal sebagai penambah selera. Dan rasanya sungguh nikmat. Dan biar lebih berfariasi saya tambahkan krupuk kulit dipiring nasi saya. Biar ada sensasi kriuknya….
Rumah Makan Sop Tunjang Pertama ini buka hingga pukul 20.30 wib. Dan rumah makan ini lumayan luas. Ada sekitar 20 meja tersedia bagi tamu. Jadi meski terlihat kecil tapi cukup luas. Cocok juga untuk menjamu rekan kerja atau keluarga. Dan harganya juga murah. Kami makan bertiga dng pesanan yang sama Sop Tunjang, tidak sampai Rp. 50.000. Murah ya… padahal kami makan bertiga. Mungkin karena yang kita pesan kebanyakan tulangnya kali yah…ha…ha…ha… tapi walau begitu sajian Sop Tunjang Pertama ini nikmat dan lezat. Meski harganya relative murah. Datang yah, silahkan mencoba. Apalagi bagi yang menginap di Hotel Pangeran, dekat kok… selamat mencoba.

Jumat, 14 Agustus 2009

Kedai Sudi Mampir, Batam, Kepulauan Riau

Duh…ada-ada saja mitra perusahaan tempat ku kerja yang satu ini. Jam 14.00 tadi sewaktu makan siang dia tiba-tiba nelpon dan bilang minta tolong agar saya bisa mempresentasikan ttg salah satu program kemitraan di perusahaan tempat saya bekerja. Katanya dia kebetulan sedang rakor dng beberapa Mgr. Branchnya. Saya akhirnya meluncur kesana sementara waktu sudah menunjukan pukul 16.40. Ya soalnya saya bilang saya selesaikan dulu beberapa pekerjaan saya.
Presentasi hanya berjalan sebentar, sekitar 1 jam lebih sedikit. Acara selesai, waduh mau balik ke kantor nih tapi nanggung, kayaknya mending makan dulu baru balik ke kantor. Ya sudah sekalian aja sambil ambil ticket pesawat buat balik ke Medan di daerah Windsor. Selesai ambil ticket pengen makan yang berkuah dan panas. Apa yah yang enak. Dan kebetulan di sekitar Windsor & Penuin emang banyak tempat makan. Dan….jreng…..dipinggir jalan ada tempat makan dng tulisan; Kedai Sudi Mampir. Sop Kaki Kambing & Sate Kambing……hemm..m.m. kayaknya perlu dicoba nih…..

Tempat makannya terletak dipinggir jalan Pembangunan Blok. B, dikenal dengan daerah Penuin. Dari daerah Windsor lurus aja. Posisinya disebelah Hotel 89. Sebelah kiri jalan. Dideket toko-toko yang jual helmet. Dan ternyata yang disajikan tidak hanya sop buntut dan sate kambing. Ada juga sop daging kambing. Tempatnya bersih dan lumayan lapang.

Saya sempet salah. Kirain kita tinggal pesen doang sama pelayannya. Ternyata kita bisa memilih sendiri campuran sop kambinnya. Diatas meja deket tukang masaknya ada 3 baskom. Dan disetiap baskom ada potogan kambing. Yang satu baskom berisi potongan kaki kambing. Dan harga perpotongnya Rp. 8.000. potongannya lumayan besar. Ditangah ada baskom berisi potongan daging kambing. Yang ini sepotongnya Rp. 5.000. Dan dibaskom ke tiga ada campuran potongan lidah kambing, babat, jantung, hati juga ada otak kambing yang sudah dibungkus dbg daun pisang. Dan ini juga Rp. 5.000 perpotong. Cukup murah yah… tapi sewaktu saya tanya torpedo kambing. Dia bilang nggak ada boss…..kurang beruntung saya.

Saya ambil daging kambing 3 potong di piring yang sudah disediakan. Dan memesan orange juice untuk minumnya. Tidak berapa lama minuman datang. Dan saya sudah tidak sabar menunggu sop kambing pesanan saya. Apa bener nih sop kambingnya khas sop kambing Jakarta. Penasaran….. tidak berapa lama kemudian sop kambing yang ditunggu pun datang juga.

Ciluk bakekok….waduh ternyata 3 potong tadi setelah dipotong dng ukuran yang lebih kecil jadinya lumayan banyak, waduh kuat nggak yah ngabisinnya, coba aja dulu deh. Dan kuah sopnya ternyata berwarna agak putih. Tidak bening atau berwarna kuning berlemak. Jangan-jangan kuahnya ini dicampur dengan susu. Sudahlah nanti saja kita tanya. Yang penting sekarang santap malam dulu. Hhmmm.mm. enak juga sop kambing ini. Tambah sedikit kecap manis, kasih sambel secukupnya. Dan nyam..nyam…enak…enak banget. Kalo saya perhatikan sop kambing Kedai Sudi Mampir ini unik. Bumbu sop kambingnya ada potongan tomat, irisan daun bawang, emping, dan yang agak aneh ada irisan jahe dan yang lebih aneh lagi ada irisan kincung (itu loh, bunga Patik Kala kata orang Karo, atau bunga cekala kata orang Medan). Jadi pas kegigit ada sensasi wangi khas kincung. Enak…enak….gurih dan tidak berlemak. Dagingnya empuk sekali. Dan sama sekali nggak berbau, nggak bau bandot maksud saya. Dan sepetinya kambingnya memang kambing muda. Karena tulang rusuknya kecil dan rapuh. Bisa dikunyah.

Selesai makan saya panggil salah satu pelayannya. Saya tanya kenapa kuah sop kambing Kedai Sudi Mampir ini berwarna agak putih. Dan benar dugaan saya, kuahnya dicampur dengan susu bubuk. Katanya supaya tidak berlemak. Dan tidak berminyak dan memang sop kambing ini nggak berlemak dan berminyak.

Kedai Sudi Mampir ini mudah saja untuk dicapai. Apalagi utk Anda yang menginap atau tinggal di apartement Harmoni, Batam. Tingal lurus saja ke arah Penuin, lurus nanti setelah lewat semacam kuil China terus lagi. Melewati Warung Lamongan, sekitar 300 meter sebelah kiri badan jalan. Sebelum hotel 89. Kalau dari hotel Harmoni atau Hotel Panorama naik ojek aja deh. Palig Cuma Rp. 10.000. Bilang aja ke Penuin, ke Hotel 89. Pasti mereka tahu. Jangan khawatir, ojek di Batam sopan-sopan kok. Nggak suka ngerjain atau nipu-nipu.

Dan yap benar saja perut saya kekenyangan. Salah perhitungan nih. Dagingnya tadi kebanyakan. Soalnya tadi siang makan siangnya agak terlambat. Ayo deh..cobain Sop Kambing Kedai Sudi Mampir ini. Enak banget. Sensasi baru khan, Sop Kambing pake Susu. Enak, Gurih dan tidak berlemak…Kalo ke Batam jangan lupa Mampir ya di Kedai Sudi Mampir, Batam.

Kamis, 30 Juli 2009

Warung Lamongan, Batam, Kepulauan Riau

Beberapa hari ini pulang kantor selalu telat. Maklum banyak yang mesti di beresin. Seperti hari ini, saya baru pulang kantor pukul 21.30 WIB. Duh udah malem banget, dan tadi lupa mesen makan malam sama OB (office boy). Perut keroncongan nih. Otak langsung connect deh dng perut dan lidah. Urung rembuklah mereka, kira-2 yang enak makan dimana yah malam-2 begini. THINK…THINK…THINK. Akhir terjawab, yang enak makan Bebek Goreng di WARUNG LAMONGAN……..yummy….

Warung Lamongan ini sudah terkenal di kota Batam. Karena tempat makan ini selain makanannya enak-enak. Juga karena tempat makan yang satu ini buka 24 jam. Terpampang jelas di situ, WARUNG LAMONGAN BUKA 24 JAM. Jadi buat yang sedang jalan-2 malam, atau yang kebetulan kena insomenia atau yang baru selesai menjalankan tugas sementara perut keroncongan, tempat ini adalah tempat yang cocok.

Langsung deh meluncur dng sepeda motor andalan ku Suzuki Skywave kesayangan ke lokasi tujuan, Warung Lamongan yang terletak di samping Pek Kong (Windsor) ituloh deket dng Apartement Harmoni. Masih daerah Nagoya, Batam. Pejalanan dari kantor saya di Batam centre sekitar 15 menit. Dan setiba di Warung Lamongan beberapa meja sudah terisi tamu. Ada sekitar 5 meja terisi. Saya langsug pesen Bebek Goreng, dan teh tawar hangat. Kalo di Batam bilangnya Teh O. Kalo es eh manis bilangnya Teh Obeng. Agak aneh ya. Sambil menunggu pesenan, ambil kerupuk. Saya tidak memesan Soto Lamongannya. Soalnya malam begini lebih enak kalo makan nggak berkuah. Lagi pengen yang kering-kering aja.

Sekitar 10 menit kemudian datang pesenan saya. Wuih…Bebek Gorengnya itu, hhmm…harum. Dan terlihat digoreng dng baik. Maksudnya agak kering tapi nggak gosong. Dan matengnya pas. Dan terlihat kalo mereka menyiapkan makanan dan menyajikan dng baik. Karena biasanya kalo kita makan Bebek Goreng coba perhatikan kadang masih ada bulu-bulu nya. Halus memang tapi tentu menurunkan atau bahkan menghilangkan selea makan kita. Tapi di Warung Lamongan ini, bersih, nggak ada sehelai bulupun yang tersisa. Dan ketiak saya cubit sedikit ut test lidah, nyam..nyam….enak dan gurih Boss. Mantap. Bebek Gorengnya disajikan standar tempat Kaman sejenis, ada potongan timun, beberapa pucuk daun kemangi, dan 3 potong kacang pajang dan tentu dan pasti….sambel terasi colek. Langsung cuci tangan, seruput teh O, tuangkan sedikit kecap manis ke sambel tadi. Hajar….nyam…nyam…nyam….mantap. sekejap saya sibuk dng makan malam saya yang telat ini.

Makan disini tergolong murah menurut saya. Artinya kalau dibandingkan dng rasa dan kenikmatan yang kita dapat. Satu porsi Bebek Goreng di Warung Lamongan ini seharga Rp. 17.000. Cukup murah khan. Kalo soto lamongannya Rp. 10.000, kecuali kalo special, maksudnya pake potongan rempelo ati, atau pake bokong ayamnya. Ha…ha..ha… nggak jauh beda yah dng Soto Ayam Joyoboyo. Sajian Soto Ayamnya juga sama saja. Beda-beda tipis aja kok.

Oh iya buat yang nggak suka Bebek Goreng ada pilihan menu lain kok disini. Ada Udang, Kepiting, Ikan Bawal, Ikan Kakap, juga sotong. Dan dimasak dng menu, asam pedas, asam manis, goreng mentega, saos tiram, atau dibakar. Jadi jangan khawatir bila kita kesini beramai-ramai, dan ada diantara kita yang nggak suka Bebek atau Lele, ada pilihan lain kok.

Hargaya befariasi, dari yang termurah, missal Lele seharga Rp. 9.000, sampai dengan yang paling mahal Rp. 35.000 perporsi, yaitu kepiting atau ikan bawal. Jangan lupa, kalo Anda susah tidur, dan sedang berada di kota Batam, silahkan mengunjungi Warung Lamongan. Jamin, enak dan puas.

Minggu, 26 Juli 2009

Soto Ayam Joyoboyo, Batam, Kepulauan Riau

Ada satu tempat makan khas Jawa Timur-an di kota Batam. Tempatnya juga tidak terlalu jauh dari pusat kota. Masih disekitar Nagoya Hill. Sekitar 100 meter dari Batam Lucky Plaza atau 200 meter dari Nagoya Hill Mall. Nama tempat makan itu, Soto Ayam Joyoboyo……

Terletak dipersimpangan sekitar jalan Sakura Ampan. Sekitar 200 meter dari pintu masuk selatan Nagoya Hill, atau bila dari Batam Lucky Plaza sekitar 100 meter kea rah Nagoya Hill. Jadi Soto Ayam Joyoboyo ini berada ditengah kedua tempat tadi.
Buka mulai jam 07.30 pagi sampai pukul 11.00 malam. Buka setiap hari. Tempatnya berada diemperan persimpangan jalan Sakura Ampan. Tepat disudut jalan. Dan jalan Sakura Ampan ini bukanlah jalan raya, sehingga tempat ini sedikit nyaman dari lalu lalang kendaraan bermotor. Ada beberapa meja makan yang disediakan hingga ke badan jalan. Karena salah satu jalannya memang buntu. Jadi nggak ada kendaraan yang melintas. Paling untuk parkir.

Sajiannya nggak banyak. Paling yang ada, Soto Ayam, Tahu Tek, Pecel Lele, Ayam Penyet & Tahu-Tempe Penyet. Tapi bagi saya dan beberapa rekan-rekan saya, rasanya ada yang tidak pas bilamana sedang berada di Batam tapi tidak mampir untuk makan ditempat yang satu ini. Ya…karena Soto Ayam Joyoboyo ini memang enak sekali. Belum lagi Pecel Lelenya, sambelnya itu uenaks sekali. Terus bagi yang suka Tahu Tek, nah ini rasanya juga mantap.

Sotonya kalo menurut saya seperti Soto Ambengan, ituloh Soto khas Surabaya. Kuahnya kuning, ada potongan ayam, mi hun, irisan kol dan ada taburan bumbu yang digoreng. Saya nggak tahu namanya apa. Kemudian Tahu Tek, ini adalah potongan tahu goreng, potongan kentang rebus, potongan telur dadar, dan potongan lontong nasi. Diguyur dengan bumbu kacang seperti pecel. Dahsyat men, enak banget. Dan dijamin satu piring Tahu Tek kenyang deh perut kita. Tapi buat rekan yang doyan makan dan punya ukuran lambung lumayan silahkan nambah.

Menu lainnya adalah Pecel Lele, dan juga ayam penyet. Sajiannya standar seperti Pecel Lele atau Ayam Penyet pada umumnya. Dan seperti di tempat lain yang menyajikan Pecel Lele atau Ayam Penyet yang menjadi keunggulan atau perbedaaan adalah sambelnya. Disini buat saya sambelnya agak berbeda dari yang lain. Lebih wangi, dan pedesnya pas. Saya lebih suka jika sambel tersebut diguyur dengan sedikit kecap manis. Nyam……uenak man.

Harga perporsi makanan disini tergolong murah. Untuk Soto Ayamnya perporsi antara 15.000 sampai 17.000 Rupiah. Kok berbeda, ya beda bila kita minta sajiannya berbeda. Contoh kalo saya suka sekali bila ditambah dengan potongan bagian brutu ayam. Ituloh, bagian bokong ayamnya…ha…ha…ha…. Atau ada juga rekan saya yang kalo makan Soto Ayam disini minta ditambah dengan kepala ayam. Ini mungkin bagi sebagian orang juga aneh dan lumayan sadis..ha...ha...ha. Tapi itulah selera, setiap orang punya selera yang berbeda terhadap suatu makanan. Untuk Tahu Tek perporsi harganya 10.000, Pecel lele atau Ayam Penyet sama sekitar 15.000. Masih termasuk murahkan…? Maklum ini Batam Bro… sedikit berbeda dng harganya.

Nah untuk Anda yang sedang berkunjung ke Batam dan kebetulan menginap di Hotel seperti Hotel Harmoni, Hotel i, Atau hotel Panorama juga hotel lain disekitar Nagoya Hill. Gampang sekali kalo mau kesini. Tinggal panggil ojek, bilang aja Soto Ayam Joyoboyo, dijalan Sakura Ampan. Ituloh yang deket Lucky Plaza. Tarif one way Rp.5.000 atau Goceng. Jadi silahkan bila Anda sedang berada di Batam unttuk mengunjungi Soto Ayam Joyoboyo ini. Jamin nggak bala nyesel deh. Justru kalo nggak mampir bakalan nyesel.